Jangan Kaitkan 'Temanggung' dengan Agama

Kompas.com - 10/02/2011, 16:50 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

SEMARANG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo meminta kepada semua pihak untuk tidak mengaitkan kasus kerusuhan di Temanggung dengan isu agama. "Hukum ya hukum, biarkan berjalan. Kalau masalah agama, kembali ke Pancasila. Agamaku, agamaku, agamamu, agamamu. Berbeda tetapi tetap rukun," katanya di Semarang, Kamis (10/2/2011).

Bibit mengatakan, masyarakat harus kembali melandaskan nilai-nilai kehidupan kepada Pancasila. "Dari sana kerukunan dan toleransi antarumat beragama dilandaskan," ungkapnya. 

Bibit kembali menegaskan, hal-hal yang sudah diproses hukum adalah ranah hukum. "Sehingga jangan dikaitkan dengan persoalan agama," tegasnya. 

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kepala Polda Jawa Tengah Irjen Edward Aritonang telah mengatakan, untuk sementara sudah ditetapkan delapan orang pelaku kerusuhan di Temanggung. Sejumlah tersangka tersebut berinisial NHY, SD, AS, MY, SF, AK, AZ, dan SM. "Untuk kepentingan penyelidikan, kami tidak menyebutkan nama terang. Para tersangka dari sekitar kota Temanggung," katanya kemarin.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.