Dua TKI Asal Bali Hilang di Kairo

Kompas.com - 01/02/2011, 19:03 WIB
EditorR Adhi KSP

DENPASAR.KOMPAS.com Dua tenaga kerja Indonesia asal Bali yang bekerja sebagai terapis spa di Le Meridien Pyramids, Ni Wayan Soklin Niawati (22) dan Ni Made Evi Yanthi (22), dikabarkan hilang di ibu kota Mesir, Kairo. Balai Pelayanan, Penempatan, dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Bali sampai saat ini belum dapat menghubungi keduanya.

"Dari hasil pelacakan kami, mereka berada di Kairo. Kalau mereka cepat antisipasi lari ke KBRI, mereka aman. Kami harapkan posisi mereka bisa cepat ke KBRI," ujar Ilham Achmad, Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Bali kepada Kompas.com di kantornya, Selasa (1/2/2011) sore.

Selain mereka, nasib 17 TKI lain juga belum jelas. Baru satu TKI asal Bali yang bisa dihubungi, yakni Ni Ketut Suarleli. Namun, beberapa saat lalu BP3TKI baru mendapat kabar bahwa ada dua TKI asal Bali yang sudah masuk daftar tunggu (waiting list) akan diterbangkan ke Indonesia melalui bandara udara di Kairo.

"Dua orang mau dipulangkan segera. Mereka dalam posisi waiting list. Salah seorang rencananya diterbangkan malam ini," ujar Ilham. Kedua TKI tersebut adalah Ni Gusti Ayu Ketut Budiartini dan Ni Made Sasri. Nama terakhir kemungkinan besar diterbangkan malam ini.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Mengenal Seluk-beluk Vaksin Sinovac

    Mengenal Seluk-beluk Vaksin Sinovac

    Nasional
     Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Turun, KPK: Korupsi Beban Bangsa

    Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Turun, KPK: Korupsi Beban Bangsa

    Nasional
    BEM SI Minta Kapolri Tuntaskan dan Tindak Tegas Kasus Pelanggaran HAM

    BEM SI Minta Kapolri Tuntaskan dan Tindak Tegas Kasus Pelanggaran HAM

    Nasional
    Pekan Depan, Kejagung Berencana Gelar Perkara untuk Tetapkan Tersangka Kasus Asabri

    Pekan Depan, Kejagung Berencana Gelar Perkara untuk Tetapkan Tersangka Kasus Asabri

    Nasional
    Dokumen Asli Hasil Penyelidikan TPF Munir Belum Ditemukan, Ombudsman Harap Kemensetneg Cari Solusi

    Dokumen Asli Hasil Penyelidikan TPF Munir Belum Ditemukan, Ombudsman Harap Kemensetneg Cari Solusi

    Nasional
    Kapolri Listyo Sigit Berlatar Belakang Keluarga TNI, Ayahnya Perwira Angkatan Udara

    Kapolri Listyo Sigit Berlatar Belakang Keluarga TNI, Ayahnya Perwira Angkatan Udara

    Nasional
    IDI: Kematian Tenaga Medis Indonesia 3 Besar di Dunia

    IDI: Kematian Tenaga Medis Indonesia 3 Besar di Dunia

    Nasional
    Kemenag Pastikan Wakaf Uang Hanya Diinvestasikan Lewat Produk Keuangan Syariah

    Kemenag Pastikan Wakaf Uang Hanya Diinvestasikan Lewat Produk Keuangan Syariah

    Nasional
    Skor Turun, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Setara Gambia dan di Bawah Timor Leste

    Skor Turun, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Setara Gambia dan di Bawah Timor Leste

    Nasional
    Kemenko PMK: Pemerintah Akan Naikkan Harga Rokok di Pasaran

    Kemenko PMK: Pemerintah Akan Naikkan Harga Rokok di Pasaran

    Nasional
    Pesan Jokowi, Masyarakat Jangan Gunakan Dana Bansos Covid-19 untuk Beli Rokok

    Pesan Jokowi, Masyarakat Jangan Gunakan Dana Bansos Covid-19 untuk Beli Rokok

    Nasional
    Mendagri Minta Dukungan Pemda Wujudkan Kerja Sama dengan UNICEF

    Mendagri Minta Dukungan Pemda Wujudkan Kerja Sama dengan UNICEF

    Nasional
    Kemenko PMK: Masalah Konsumsi Rokok Remaja Harus Segera Diatasi

    Kemenko PMK: Masalah Konsumsi Rokok Remaja Harus Segera Diatasi

    Nasional
    Indeks Persepsi Korupsi Indonesia pada 2020 Turun Jadi 37, Peringkat 102 di Dunia

    Indeks Persepsi Korupsi Indonesia pada 2020 Turun Jadi 37, Peringkat 102 di Dunia

    Nasional
    Politisi PDI-P: Revisi UU Pemilu Berpotensi Timbulkan Ketegangan Politik

    Politisi PDI-P: Revisi UU Pemilu Berpotensi Timbulkan Ketegangan Politik

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X