Kesenian Gugur Gunung Tampil di JAFF

Kompas.com - 22/12/2010, 04:22 WIB
Editoryuli

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kesenian rakyat Gugur Gunung tampil dalam festival film Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2010. Panitia JAFF 2010, Gundhi Anditya (26), mengatakan, Gugur Gunung menampilkan semangat gotong-royong untuk mengatur kembali kehidupan sembari tetap bersyukur kepada sang pencipta.

"Semangat ini dipilih sesuai tema JAFF 2010, yaitu recovery atau pemulihan," katanya di Yogyakarta, Selasa (21/12/2010).

Mengangkat lokalitas, Gugur Gunung merupakan tanggapan seni tradisi terhadap bencana yang terjadi beberapa waktu terakhir. Kesenian rakyat Gugur Gunung ini merupakan kolaborasi antara Taman Budaya Yogyakarta, Seni Rakyat Gugur Gunung, dan panitia JAFF 2010. Kegiatan ini berlangsung bersamaan, 26-30 Desember.

Menurut Gundhi, JAFF 2010 ingin mengajak masyarakat untuk memaknai proses pemulihan. Apalagi, DI Yogyakarta baru saja dilanda erupsi Merapi.

Tidak saja pemulihan terhadap bencana alam, JAFF 2010 ingin mengangkat pemulihan secara luas, termasuk persoalan sosial, politik, dan budaya yang terjadi di Asia.

Film-film yang dipilih pun dicoba dilihat dari perspektif semangat dalam proses pemulihan. Beberapa di antaranya adalah Tehran Without Pemission, Minggu Pagi di Victoria Park, Eighteen, dan Sheika yang ingin menggambarkan pedihnya proses pemulihan dalam perubahan tatanan sosial dan politik di Korea, China, dan Filipina.  

Kami ingin festival ini menjadi ajakan pada masyarakat untuk tetap optimis, saling menggalang dukungan dan mempererat solidaritas antarsesama guna memulihkan keadaan yang buruk, ujarnya.

Menurut Gundhi, tahun ini, JAFF akan memutar 38 film, yang terdiri dari 20 film panjang dan 17 film pendek. Pemutaran terbagi dalam program Light of Asia, Asian Feature, dan Special Screening.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, JAFF yang kelima ini juga akan memberikan penghargaan Golden Hanoman Award, Silver Hanoman Award, Netpac Award, Geber Award, dan Blencong Award.

JAFF adalah festival film yang hadir pasca-bencana gempa bumi tahun 2006. Penyelenggaraannya yang pertama merupakan usaha untuk menunjukkan pada dunia internasional bahwa masyarakat DI Yogyakarta masih optimis dan punya semangat untuk bangkit dari bencana.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seleksi Calon Dirut TVRI Dihentikan Sementara

Seleksi Calon Dirut TVRI Dihentikan Sementara

Nasional
Istana Sempat Kebanjiran, Menteri PUPR: Di Mana Banjirnya? Enggak Ada

Istana Sempat Kebanjiran, Menteri PUPR: Di Mana Banjirnya? Enggak Ada

Nasional
Benny Tjokro Klaim Keterlibatan Sahamnya di Jiwasraya Hanya Sekitar 2 Persen

Benny Tjokro Klaim Keterlibatan Sahamnya di Jiwasraya Hanya Sekitar 2 Persen

Nasional
BMKG Sudah Ingatkan soal Cuaca Ekstrem ke Pemerintah Daerah

BMKG Sudah Ingatkan soal Cuaca Ekstrem ke Pemerintah Daerah

Nasional
Ini Kata MA soal Larangan Wartawan Mengambil Gambar Saat Sidang

Ini Kata MA soal Larangan Wartawan Mengambil Gambar Saat Sidang

Nasional
Dicecar soal Salah Ketik Omnibus Law Cipta Kerja, Yasonna: Dimasukkan ke DIM Saja

Dicecar soal Salah Ketik Omnibus Law Cipta Kerja, Yasonna: Dimasukkan ke DIM Saja

Nasional
Berkat Bunyi Toa, Warga Cipinang Melayu Lebih Siap Hadapi Banjir

Berkat Bunyi Toa, Warga Cipinang Melayu Lebih Siap Hadapi Banjir

Nasional
Hujan Sejak Dini Hari, RSCM Sempat Terendam Banjir

Hujan Sejak Dini Hari, RSCM Sempat Terendam Banjir

Nasional
Belum Ada Respons Pemerintah soal Outbreak Corona di Korsel, Anggota DPR: Pemerintah Hadapi Situasi Tak Mudah

Belum Ada Respons Pemerintah soal Outbreak Corona di Korsel, Anggota DPR: Pemerintah Hadapi Situasi Tak Mudah

Nasional
Ketua RW 03 Cipinang Melayu: Banjir Kali Ini Paling Besar dan Dua Kali

Ketua RW 03 Cipinang Melayu: Banjir Kali Ini Paling Besar dan Dua Kali

Nasional
Ini Penjelasan BMKG soal Cuaca Ekstrem di Jabodetabek

Ini Penjelasan BMKG soal Cuaca Ekstrem di Jabodetabek

Nasional
Kepada Menlu, WHO Minta Indonesia Terus Siaga dengan Sebaran Virus Corona

Kepada Menlu, WHO Minta Indonesia Terus Siaga dengan Sebaran Virus Corona

Nasional
Sebut Perempuan Bisa Hamil di Kolam Renang, Sitty Belum Disanksi KPAI

Sebut Perempuan Bisa Hamil di Kolam Renang, Sitty Belum Disanksi KPAI

Nasional
Wapres Ma'ruf: Pemilu Jangan jadi Sumber Perpecahan dan Permusuhan

Wapres Ma'ruf: Pemilu Jangan jadi Sumber Perpecahan dan Permusuhan

Nasional
Wabah Virus Corona di Korsel, Anggota DPR: Keselamatan WNI Harus Diprioritaskan

Wabah Virus Corona di Korsel, Anggota DPR: Keselamatan WNI Harus Diprioritaskan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X