Deddy Mizwar: KFFI Tunjuk Tim Dewan Juri Baru FFI 2010 - Kompas.com

Deddy Mizwar: KFFI Tunjuk Tim Dewan Juri Baru FFI 2010

Kompas.com - 02/12/2010, 20:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengarah Komite Festival Film Indonesia (KFFI), Deddy Mizwar, pada hari Kamis membenarkan bahwa KFFI memberhentikan dengan hormat dewan juri FFI 2010 yang diketuai Jujur Prananto dan mengangkat dewan juri baru pada Rabu (1/12/2010) malam.

"Itulah yang maksimal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kemelut FFI tahun ini. Semua pihak legawa menerima putusan tersebut," katanya. 

KFFI akhirnya memutuskan, dewan juri FFI 2010 terdiri atas lima anggota Komite Seleksi yang lama ditambah dua orang baru, yaitu musisi Areng Widodo dan aktor Alex Komang. Mereka mulai menilai film secara maraton sejak Rabu malam hingga Kamis malam ini karena pada Jumat (3/12/2010), hasilnya akan diumumkan melalui acara Dahsyat di RCTI.

Penganugerahan FFI 2010 tetap sesuai jadwal, yakni Senin (6/12/2010) malam di Central Park, Jakarta. Acara itu dijadwalkan akan disiarkan langsung oleh RCTI.

Deddy Mizwar mengemukakan, ikhwal kemelut FFI 2010 itu bersumber dari Buku Pedoman FFI karena tidak ada pasal yang secara jelas mengatur hubungan antara Komite Seleksi dan dewan juri.

Komite Seleksi awalnya keliru menetapkan hanya delapan film yang lolos seleksi, padahal seharusnya sepuluh. Adapun dewan juri menilai adanya film lain, selain yang sudah ditetapkan oleh Komite Seleksi.

Sampai menjelang pengumuman nominasi di Batam, dewan juri FFI 2010 tetap pada pendirian walau KFFI telah meminta mereka hanya menilai sepuluh judul film. Hal ini membuahkan jalan buntu sehingga nominasi batal diumumkan dan ditunda hingga Jumat (3/1/2010).

Sepanjang sejarah FFI yang dimulai pada tahun 1955, baru kali ini dewan juri dipecat oleh panitia. "Kami harus akui sumber masalah adalah kerja buruk KFFI. Kami tidak menyangkal itu," ucap Deddy.


EditorEko Hendrawan Sofyan

Terkini Lainnya

Menurut Idrus, Keterangan Kotjo Buktikan Dirinya Tak Terlibat Kasus Suap

Menurut Idrus, Keterangan Kotjo Buktikan Dirinya Tak Terlibat Kasus Suap

Nasional
Jokowi Minta Samudera Hindia dan Pasifik Tak Lagi Jadi Rebutan

Jokowi Minta Samudera Hindia dan Pasifik Tak Lagi Jadi Rebutan

Nasional
Fakta Penting Kasus Baiq Nuril, Penjelasan MA hingga Surat untuk Jokowi

Fakta Penting Kasus Baiq Nuril, Penjelasan MA hingga Surat untuk Jokowi

Regional
Warga Sekitar PT PIM Terdampak Bau Amonia, 7 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Warga Sekitar PT PIM Terdampak Bau Amonia, 7 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Regional
Tetangga Dengar Jeritan pada Malam Tewasnya Satu Keluarga di Bekasi

Tetangga Dengar Jeritan pada Malam Tewasnya Satu Keluarga di Bekasi

Megapolitan
Aktris Porno Ini Akui Urusan dengan Trump Hancurkan Kariernya

Aktris Porno Ini Akui Urusan dengan Trump Hancurkan Kariernya

Internasional
Program Kirim Buku Gratis Tetap Dilanjutkan Sampai Desember

Program Kirim Buku Gratis Tetap Dilanjutkan Sampai Desember

Nasional
Terbukti Genosida, 2 Pemimpin Khmer Merah Ini Dipenjara Seumur Hidup

Terbukti Genosida, 2 Pemimpin Khmer Merah Ini Dipenjara Seumur Hidup

Internasional
Pembunuh Satu keluarga di Bekasi Dikenal Kurang Bersosialisasi

Pembunuh Satu keluarga di Bekasi Dikenal Kurang Bersosialisasi

Megapolitan
Gubernur DKI: Sampah Kiriman di Pintu Air Manggarai 500 Ton, Tak Mungkin Selesai 2 Jam

Gubernur DKI: Sampah Kiriman di Pintu Air Manggarai 500 Ton, Tak Mungkin Selesai 2 Jam

Megapolitan
Patung Jenderal Sudirman 'Hidup', Pindahkan Mobil yang Lintasi 'Busway'

Patung Jenderal Sudirman "Hidup", Pindahkan Mobil yang Lintasi "Busway"

Megapolitan
Ingin Hasilkan ASN Berkualitas, BKN Tak Mau Turunkan Passing Grade Tes CPNS

Ingin Hasilkan ASN Berkualitas, BKN Tak Mau Turunkan Passing Grade Tes CPNS

Regional
Polres Gresik: Pelanggar Operasi Zebra Turun, E-Tilang Tetap Diterapkan

Polres Gresik: Pelanggar Operasi Zebra Turun, E-Tilang Tetap Diterapkan

Regional
PM Abe Kunjungi Darwin, Kota yang Pernah Dibom Jepang 75 Tahun Lalu

PM Abe Kunjungi Darwin, Kota yang Pernah Dibom Jepang 75 Tahun Lalu

Internasional
Kuasa Hukum Baiq Nuril Upayakan Tunda Eksekusi Putusan MA

Kuasa Hukum Baiq Nuril Upayakan Tunda Eksekusi Putusan MA

Megapolitan

Close Ads X