Bahasa Indonesia Mirip Bahasa Dravida

Kompas.com - 28/10/2010, 23:02 WIB
EditorJodhi Yudono

JAKARTA, KOMPAS.com--Dalam seminar bertajuk "Indonesia Awal Peradaban Dunia" yang digelar di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia hari ini (28/10/10), hadir beberapa pembicara. Salah satunya adalah Subra V.S, anggota 3 Eye Communication yang juga ilmuwan yang mendalami bahasa Dravida, sebuah rumpun bahasa yang digunakan secara luas oleh masyarakat India dan Srilanka.

Dalam wawancaranya dengan kompas.com, Subra mengungkapkan tentang adanya kemiripan antara bahasa Dravida dengan bahasa Melayu modern yang kini berkembang menjadi bahasa Indonesia dan Malaysia. Kemiripan itu bisa dilihat dari beberapa kosakata yang maknanya sama meskipun penulisan dan pengucapannya sedikit berbeda.

Ia memberikan beberapa contoh. Kata "karena" misalnya, dalam bahasa Dravida disebut dengan "karana". Walau penulisannya berbeda pada penggunaan huruf a dan e, namun makna kedua kata tersebut sama. Ada lagi kata "manusia' yang dalam bahasa Dravisda dikenal dengan "manushan". Perbedaan terdapat pada penggunaan hurif i, h dan n, namun makna kedua kata itu juga sama.

Orang-orang Dravida pun, lanjut Subra, telah mengenal kata "Malaya" yang merujuk pada tanah melayu, wilayah yang meliputi Sumatra dan Malaysia. Lucunya, dalam bahasa mereka, malaya berarti "Ill Country" alias negara penyakit. Tidak jelas mengapa disebut demikian, tetapi ia mengungkapkan bahwa adanya kosakata itu pasti menunjuk pada adanya relasi antara bangsa Dravida dan orang-orang Melayu yang juga memungkinkan terjadinya penyebaran bahasa.

Ketika ditanya apakah pihak Melayu atau Dravida yang menyebarkan bahasanya, Subra mengungkapkan adanya banyak kemungkinan. Namun, ia berpendapat bahwa bahasa Dravida sendiri bukan bahasa yang paling kuno di asia. Ada bahasa proto-dravida yang disebut sebagai cikal bakal bahasa Dravida. Selain itu, terdapat penelitian yang mengungkap tentang adanya peradaban-peradaban yang lebih tua dari Dravida.

Namun, saat ditanyakan tentang isi buku "Eden in the East" karangan ahli genetika asal Inggris, Stephen Oppenheimer, yang mennguraikan fakta-fakta yang mendukung pendapat bahwa peradaban dunia berawal di Indonesia, Subra mengungkapkan bahwa jika isi buku tersebut benar bukan tidak mungkin bangsa Indonesialah yang menyebarkan bahasanya pada bangsa dravida. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Moeldoko yang Bilang Tak Tahu-menahu KLB Demokrat hingga Didapuk Jadi Ketua Umum

Moeldoko yang Bilang Tak Tahu-menahu KLB Demokrat hingga Didapuk Jadi Ketua Umum

Nasional
KPK Perpanjang Masa Penahanan Eks Mensos Juliari Batubara

KPK Perpanjang Masa Penahanan Eks Mensos Juliari Batubara

Nasional
Pengamat: Manuver Moeldoko Ketahuan Sekali, Kurang Cantik dan Tidak Etis

Pengamat: Manuver Moeldoko Ketahuan Sekali, Kurang Cantik dan Tidak Etis

Nasional
AHY Sebut Sejak Awal Motif Moeldoko Tidak Berubah

AHY Sebut Sejak Awal Motif Moeldoko Tidak Berubah

Nasional
AHY Sebut Moeldoko Ketum Partai Demokrat Abal-abal Versi KLB Ilegal

AHY Sebut Moeldoko Ketum Partai Demokrat Abal-abal Versi KLB Ilegal

Nasional
Perludem: Perlu Ada Regulasi Adaptif untuk Selenggarakan Pemilu Saat Pandemi

Perludem: Perlu Ada Regulasi Adaptif untuk Selenggarakan Pemilu Saat Pandemi

Nasional
Nurdin Abdullah Sebut Uang yang Disita KPK untuk Masjid

Nurdin Abdullah Sebut Uang yang Disita KPK untuk Masjid

Nasional
AHY: Ada Kader yang Sudah Pindah Partai Ikut KLB di Sumut

AHY: Ada Kader yang Sudah Pindah Partai Ikut KLB di Sumut

Nasional
KPK Periksa Perdana Nurdin Abdullah Terkait Suap Infrastruktur di Sulsel

KPK Periksa Perdana Nurdin Abdullah Terkait Suap Infrastruktur di Sulsel

Nasional
AHY Tegaskan KLB di Sumatera Utara Tidak Sah, Ilegal dan Inkonstitusional

AHY Tegaskan KLB di Sumatera Utara Tidak Sah, Ilegal dan Inkonstitusional

Nasional
AHY: Moeldoko Pungkiri Pernyataannya Sendiri, Bukan Sikap Kesatria

AHY: Moeldoko Pungkiri Pernyataannya Sendiri, Bukan Sikap Kesatria

Nasional
Tanggapi KLB, AHY Tegaskan Masih Ketua Umum Partai Demokrat yang Sah

Tanggapi KLB, AHY Tegaskan Masih Ketua Umum Partai Demokrat yang Sah

Nasional
Profil Marzuki Alie, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Versi KLB yang Sebelumnya Dipecat AHY

Profil Marzuki Alie, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Versi KLB yang Sebelumnya Dipecat AHY

Nasional
Sebaran 6.971 Kasus Baru Covid-19, Jawa Barat Terbanyak dengan 1.786

Sebaran 6.971 Kasus Baru Covid-19, Jawa Barat Terbanyak dengan 1.786

Nasional
Demokrat Dinilai Bisa Berbenah Hadapi Efek KLB Buatan Kubu Kontra AHY

Demokrat Dinilai Bisa Berbenah Hadapi Efek KLB Buatan Kubu Kontra AHY

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X