Sarjana Komunikasi Cepat Terserap Kerja

Kompas.com - 05/10/2010, 18:31 WIB
EditorLatief

BANDUNG, KOMPAS.com - Rentang waktu sarjana ilmu komunikasi saat lulus hingga mendapatkan pekerjaan sekitar 4-6 bulan. Masa itu jauh lebih singkat dibandingkan sekitar 10 tahun lalu, yang rata-rata bisa mencapai hampir satu tahun.

Ketua Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjadjaran (Unpad) Eni Maryani di Bandung, Selasa (5/10/2010), mengatakan, sebagian dari lulusan Fikom Unpad yang cukup cepat mendapatkan pekerjaan hanya menunggu sekitar satu bulan. Saat ini, lulusan ilmu komunikasi paling lama menunggu sekitar satu tahun.

"Sebagai upaya mempercepat penyerapan lulusannya dalam dunia kerja, Fikom Unpad melakukan kunjungan ke berbagai media massa. Kami juga punya kurikulum yang sesuai dengan kondisi perusahaan saat ini," ujar Eni.

Selain masa untuk menunggu pekerjaan, rentang waktu kuliah mereka sudah semakin singkat. Saat ini, rata-rata mahasiswa Fikom Unpad mampu menyelesaikan studinya sekitar empat tahun. Sekitar satu dasawarsa lalu, masa itu sekitar lima tahun atau lebih.

Fikom Unpad juga mengadakan survei kebutuhan tenaga kerja di lapangan. Berdasarkan itu, mahasiswa diberikan muatan tentang perkembangan ekonomi media. Karena itu, ketika lulus, mereka tak hanya mampu membuat produk komunikasi yang baik disertai tanggung jawab sosial.

"Sejak 2007, muatan perkembangan ekonomi media diberikan. Lulusan tahu, kata dia, bahwa mereka harus mampu membuat produk yang laku, termasuk segmentasinya.

"Produk mereka harus bisa bersaing dengan program media massa lain. Sebagian besar mahasiswa berasal dari kota-kota besar. Tuntutan saat ini, yaitu softskill, harus lebih dikembangkan agar sarjana mampu membiasakan diri dengan dunia kerja secara lebih cepat," kata Eni.

Ketua Pelaksana Panitia Penyelenggara Dies Natalis Ke-50 Fikom Unpad, Hadi Suprapto Arifin menuturkan, sejumlah alumni menyampaikan bahwa lulusan fakultasnya itu semakin sedikit menjadi pegawai kementerian. Para alumni tersebut mempertanyakan daya saing sarjana Fikom Unpad.

"Saya bilang kepada alumni, bukannya tak bisa menjadi karyawan kementerian, tapi tidak banyak lulusan yang sekarang mau jadi pegawai negeri. Mereka lebih berminat bekerja di perusahaan-perusahaan swasta besar," kata Hadi.

Tidak heran, ujar Hadi, pekerjaan yang mereka inginkan justru lebih menjanjikan dari segi pendapatan. Malah, banyak yang membuka usaha.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawaslu Ancam Beri Sanksi Terberat pada Paslon Peanggar Protokol Kesehatan Saat Kampanye

Bawaslu Ancam Beri Sanksi Terberat pada Paslon Peanggar Protokol Kesehatan Saat Kampanye

Nasional
KPK Akan Periksa Wali Kota Tasikmalaya sebagai Tersangka Kasus Suap

KPK Akan Periksa Wali Kota Tasikmalaya sebagai Tersangka Kasus Suap

Nasional
Penjelasan DPR soal Penghapusan Pasal dalam Draf UU Cipta Kerja Terbaru

Penjelasan DPR soal Penghapusan Pasal dalam Draf UU Cipta Kerja Terbaru

Nasional
Pekan Depan Menlu AS Akan Kunjungi Indonesia, Ini Agendanya

Pekan Depan Menlu AS Akan Kunjungi Indonesia, Ini Agendanya

Nasional
Ketua MPR Minta Prioritas Vaksinasi Covid-19 di Pulau Jawa

Ketua MPR Minta Prioritas Vaksinasi Covid-19 di Pulau Jawa

Nasional
Kali Kedua Prabowo Sambangi Perancis, Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan

Kali Kedua Prabowo Sambangi Perancis, Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan

Nasional
Draf UU Cipta Kerja Berubah Jadi 1.187 Halaman, Ada Penghapusan Pasal

Draf UU Cipta Kerja Berubah Jadi 1.187 Halaman, Ada Penghapusan Pasal

Nasional
Benny Tjokro Mengaku Jadi Korban Konspirasi di Kasus Jiwasraya

Benny Tjokro Mengaku Jadi Korban Konspirasi di Kasus Jiwasraya

Nasional
Jangka Waktu Pembahasan Aturan Turunan UU Cipta Kerja Dinilai Tak Realistis

Jangka Waktu Pembahasan Aturan Turunan UU Cipta Kerja Dinilai Tak Realistis

Nasional
Harun Masiku Belum Tertangkap, ICW: KPK Bukan Tidak Mampu, tetapi Tidak Mau

Harun Masiku Belum Tertangkap, ICW: KPK Bukan Tidak Mampu, tetapi Tidak Mau

Nasional
Jokowi Ingin Batu Bara Tak Lagi Diekspor, tetapi Diolah di Dalam Negeri

Jokowi Ingin Batu Bara Tak Lagi Diekspor, tetapi Diolah di Dalam Negeri

Nasional
Tujuh Bulan Pandemi, Pemerintah Belum Capai Target Tes Usap dari WHO

Tujuh Bulan Pandemi, Pemerintah Belum Capai Target Tes Usap dari WHO

Nasional
Banyak Penolakan, Pemerintah Diminta Tunda Pemberlakuan UU Cipta Kerja

Banyak Penolakan, Pemerintah Diminta Tunda Pemberlakuan UU Cipta Kerja

Nasional
Doni Monardo Bantah Anggapan Pemeriksaan Spesimen Indonesia Terendah di Dunia

Doni Monardo Bantah Anggapan Pemeriksaan Spesimen Indonesia Terendah di Dunia

Nasional
Soal Kebakaran Gedung, Kejagung Duga Karena Unsur Kealpaan

Soal Kebakaran Gedung, Kejagung Duga Karena Unsur Kealpaan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X