Korban Tewas Bisa Lebih dari 10 Orang

Kompas.com - 02/10/2010, 06:24 WIB
EditorR Adhi KSP

PETARUKAN, KOMPAS.com — Jumlah korban tewas dalam kecelakaan KA Senja Utama vs KA Argo Anggrek di Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu (2/10/2010) sekitar pukul 03.00, diperkirakan lebih dari 10 orang. Belum diketahui pasti penyebab kecelakaan ini.

Wartawati Kompas Siwi Nurbiajanti dari lokasi kejadian, Sabtu pagi ini, melaporkan, korban tewas dan luka-luka sebagian besar penumpang KA Senja Utama dari gerbong 9 yang hancur dan gerbong 8 yang terbalik.

KA Senja Utama yang berangkat dari Jakarta pukul 19.30 menuju Semarang ini ditabrak dari belakang oleh KA Argo Anggrek jurusan Jakarta- Surabaya, sekitar 100 meter sebelah barat Stasiun KA Petarukan, Desa Jatimulya, Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sekitar pukul 03.00 dini hari tadi.

Menurut penumpang KA Senja Utama, Rio Tan (30), yang akan ke Ungaran, dia berada di gerbong 9 saat KA yang ditumpanginya itu ditabrak dari belakang oleh KA Argo Anggrek. Ia terpental, tetapi langsung berlari menyelamatkan diri. Gerbong 9 hancur, sedangkan gerbong 8 terbalik.

Sampai pukul 06.15, evakuasi korban masih dilakukan. "Korban yang tewas diperkirakan lebih dari 10 orang," kata Tjasmat (65), saksi mata yang berada di lokasi kejadian. Saat ini ambulans terus bolak-balik dari stasiun ke rumah sakit.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Sewa Pesawat Garuda, Jokowi Hindari Transit di Negara Positif Corona

    Sewa Pesawat Garuda, Jokowi Hindari Transit di Negara Positif Corona

    Nasional
    Regulasi Terkait Pusat Data Akan Diatur Lewat Peraturan Menteri

    Regulasi Terkait Pusat Data Akan Diatur Lewat Peraturan Menteri

    Nasional
    Rawan Sengketa Jelang Pilkada, Airlangga Lantik Hakim Mahkamah Golkar

    Rawan Sengketa Jelang Pilkada, Airlangga Lantik Hakim Mahkamah Golkar

    Nasional
    Kemenkes Pastikan Informasi soal 6 Kota Zona Kuning Corona Tidak Benar

    Kemenkes Pastikan Informasi soal 6 Kota Zona Kuning Corona Tidak Benar

    Nasional
    Menlu Ingatkan Tim Evakuasi WNI dari Kapal Diamond Princess Ikuti Protokol Kesehatan

    Menlu Ingatkan Tim Evakuasi WNI dari Kapal Diamond Princess Ikuti Protokol Kesehatan

    Nasional
    Pemerintah Gunakan Pesawat Airbus 330 untuk Evakuasi WNI dari Kapal Diamond Princess

    Pemerintah Gunakan Pesawat Airbus 330 untuk Evakuasi WNI dari Kapal Diamond Princess

    Nasional
    Soal Saudi Larang Umrah Sementara, Mahfud: Harus Kita Hormati

    Soal Saudi Larang Umrah Sementara, Mahfud: Harus Kita Hormati

    Nasional
    Menurut Ahli, Idealnya Pemilu Dibagi jadi Nasional dan Lokal

    Menurut Ahli, Idealnya Pemilu Dibagi jadi Nasional dan Lokal

    Nasional
    Pakar: DPR Harus Patuh soal Keserentakan Pilpres, Pemilihan DPR dan DPD

    Pakar: DPR Harus Patuh soal Keserentakan Pilpres, Pemilihan DPR dan DPD

    Nasional
    Simpan Zat Radioaktif Secara Ilegal, Polisi Sebut SM Berpotensi Tersangka

    Simpan Zat Radioaktif Secara Ilegal, Polisi Sebut SM Berpotensi Tersangka

    Nasional
    Jokowi Bertemu Tony Blair dan Bos Softbank untuk Bahas Ibu Kota Baru

    Jokowi Bertemu Tony Blair dan Bos Softbank untuk Bahas Ibu Kota Baru

    Nasional
    Pasca-Evakuasi, 68 WNI dari Kapal Diamond Princess Akan Diobservasi

    Pasca-Evakuasi, 68 WNI dari Kapal Diamond Princess Akan Diobservasi

    Nasional
    Bertemu Dubes India, Mahfud MD Bahas Persoalan Andaman

    Bertemu Dubes India, Mahfud MD Bahas Persoalan Andaman

    Nasional
    KPK Periksa Dirut Jakpro, Terkait Penyelidikan Kasus Baru

    KPK Periksa Dirut Jakpro, Terkait Penyelidikan Kasus Baru

    Nasional
    Soal Konflik di India, NU: Persekusi atas Nama Mayoritarianisme Tak Dibenarkan

    Soal Konflik di India, NU: Persekusi atas Nama Mayoritarianisme Tak Dibenarkan

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X