Pemerintah AS Didesak Segera Bertindak - Kompas.com

Pemerintah AS Didesak Segera Bertindak

Kompas.com - 04/08/2010, 18:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gerakan Peduli Pluralisme mendorong Pemerintah Amerika Serikat (AS) segera menghentikan rencana aksi gereja non-denominasi Dove World Outreach Center yang mengampanyekan Hari Pembakaran Al Quran Sedunia pada 11 September 2010, yang bertepatan dengan 9 Tahun Tragedi Serangan 9/11 melalui laman website dan Facebook.

"Aksi itu bukan saja melanggar hak asasi manusia, tetapi juga bisa memicu ketegangan dan konflik antarumat beragama di seluruh penjuru dunia," ujar Gerakan Peduli Pluralisme melalui siaran pers yang dibagikan kepada pers, Rabu (4/8/2010) di Gedung Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Jakarta.

Damien Dematra dari Gerakan Peduli Pluralisme, bersama tokoh-tokoh lintas agama lainnya, mengatakan akan mengagendakan pertemuan dengan Duta Besar AS untuk Indonesia guna menyampaikan sikap mereka.

Sementara itu, Sukma dari Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia meminta agar kelompok Dove World Outreach Center sadar bahwa tindakan mereka dapat memicu konflik. Dirinya juga meminta seluruh warga negara Indonesia agar tidak terprovokasi dengan aksi kelompok radikal tersebut.

Kemudian, Udayana dari Parisadha Hindhu Dharma Indonesia mengutuk rencana aksi tersebut. "Namun, saya berdoa agar hal tersebut tak terjadi," katanya.

Kelompok yang menyatakan dukungannya terhadap pernyataan Gerakan Peduli Pluralisme, antara lain, PGI, Parisadha Hindu Dharma Indonesia, Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia, Ma'arif Institute, Moderate Muslim Society, Forum Kerukunan Antarumat Beragama, Masyarakat Dialog Antaragama, Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, Forum Lintas Agama, dan lainnya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorTri Wahono

    Terkini Lainnya

    'Pak Haji Lulung, Enggak Kangen Sama Ahok?'

    "Pak Haji Lulung, Enggak Kangen Sama Ahok?"

    Megapolitan
    Larangan Mantan Napi Korupsi Ditolak Pemerintah, Menkumham Di Bawah Tekanan?

    Larangan Mantan Napi Korupsi Ditolak Pemerintah, Menkumham Di Bawah Tekanan?

    Nasional
    Prabowo Hadiri Debat Pilkada Jabar 2018

    Prabowo Hadiri Debat Pilkada Jabar 2018

    Regional
    H-5 Pilkada Serentak, KPU Sumsel Temukan 20.000 Surat Suara Rusak

    H-5 Pilkada Serentak, KPU Sumsel Temukan 20.000 Surat Suara Rusak

    Regional
    Koalisi Saudi Gelar Operasi Militer untuk Paksa Houthi Berunding

    Koalisi Saudi Gelar Operasi Militer untuk Paksa Houthi Berunding

    Internasional
    PKL Santai Berjualan di Pinggir Jalur Transjakarta Kota Tua

    PKL Santai Berjualan di Pinggir Jalur Transjakarta Kota Tua

    Megapolitan
    Wiranto Sebut Ribuan Surat Suara Pilkada Rusak Sudah Diproduksi Ulang

    Wiranto Sebut Ribuan Surat Suara Pilkada Rusak Sudah Diproduksi Ulang

    Nasional
    Survei LSI Pilkada Bondowoso: Elektabilitas Ahmad-Hidayat 54,3 Persen, Salwa-Irwan 31,6 Persen

    Survei LSI Pilkada Bondowoso: Elektabilitas Ahmad-Hidayat 54,3 Persen, Salwa-Irwan 31,6 Persen

    Regional
    Dua Korea Sepakat Agendakan Reuni Keluarga di Bulan Agustus

    Dua Korea Sepakat Agendakan Reuni Keluarga di Bulan Agustus

    Internasional
    Anies Kutip Kakawin Nagarakretagama dalam Pidatonya pada HUT DKI

    Anies Kutip Kakawin Nagarakretagama dalam Pidatonya pada HUT DKI

    Megapolitan
    Tampik Ucapan Prabowo, PPK Sebut Biaya LRT Palembang Rp 10,9 Triliun

    Tampik Ucapan Prabowo, PPK Sebut Biaya LRT Palembang Rp 10,9 Triliun

    Regional
    Survei SSC: 99 Persen Pemilih Pilkada Jatim Akan Terima 'Serangan Fajar'

    Survei SSC: 99 Persen Pemilih Pilkada Jatim Akan Terima "Serangan Fajar"

    Regional
    Kenakan Pakaian Putih, Dedi Mulyadi Datang Paling Awal ke Lokasi Debat

    Kenakan Pakaian Putih, Dedi Mulyadi Datang Paling Awal ke Lokasi Debat

    Regional
    Bantah Taufik, Fraksi Golkar Tegaskan Tak Ada Anggota yang Daftar Caleg dari Partai Lain

    Bantah Taufik, Fraksi Golkar Tegaskan Tak Ada Anggota yang Daftar Caleg dari Partai Lain

    Megapolitan
    Bos Hasanah Tour Sriwijaya Pakai Uang Jemaah untuk Beli Ruko dan Mobil

    Bos Hasanah Tour Sriwijaya Pakai Uang Jemaah untuk Beli Ruko dan Mobil

    Regional

    Close Ads X