Hujan Es, Tanaman Kopi Gagal Panen

Kompas.com - 22/07/2010, 16:33 WIB
EditorBenny N Joewono

MUARAENIM, KOMPAS.com - Puluhan ribu hektare tanaman kopi warga Kecamatan Semendo, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan, gagal panen akibat dilanda hujan es yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Pada tahun 2009 lalu kami mengalami tiga kali dilanda hujan es, kondisi ini membuat puluhan ribu hektare tanaman kopi mengalami penurunan produksi hasil panen. Sebab pengaruh hujan es tersebut bunga dan buah kopi baru berumur sekitar satu bulan banyak runtuh," kata Asruni, warga Desa Datar Lebar Kecamatan Semendo Darat Ulu, Kamis (22/7/2010).

"Setiap tahun di wilayah Kecamatan Semendo sering mengalami hujan tapi tidak parah seperti yang kami alami pada tahun 2009 lalu," ungkapnya.

Keadaan ini merupakan kejadian terparah dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir ini karena ada petani yang hanya mendapat 200 hingga 300 kg per hektare, padahal sebelumnya 1-1,5 ton.

"Ada dua daerah terparah di Kecamatan Semendo Darat Ulu dan sebagian Kecamatan Semendo Darat Tengah. Hujan es sebesar ibu jari kaki bukan hanya merusak tanaman saja tapi termasuk atap rumah dari seng juga mudah bocor," kata dia.

"Memang dampak bencana alam ini tidak terlalu dirasakan sebab warga sudah banyak beralih kepada pertanian lain seperti menanam sayuran," kata dia.

Menurut dia, hujan yang terkadang disertai butiran es berupa butiran salju dan cairan putih bila mengenai daun sayur, bunga dan buah kopi akan membusuk apalagi setelah hujan langsung terkena panas matahari tidak disusul dengan hujan.

Senada diungkapkan, Nazarudin, hujan es tidak mengenal waktu terkadang saat kopi sedang masa berbunga dan terbentuk bakal buah datang.

"Pada siang harinya kondisi kopi mulai menguning setelah beberpa minggu kemudian akan runtuh dengan sendirnya, sedangkan kalau sayuran langsung layu dan membusuk," ungkap dia.

Wakil Bupati Kabupaten Muaraenim, Nurul Aman, mengatakan memang sulit dilakukan penanggulangan terhadap bencana alam tersebut karena peristiwa itu merupakan gejala alam.

Namun sebagai langkah mengatasinya dengan melakukan usaha lain agar saat panen kopi gagal ada alternatif lain seperti tanam sayur, beternak dan pengembangan perikanan.

"Sudah saatnya jika warga di Kecamatan Semendo merobah pola pertanian dengan mengembangkan sub sektor lainya, jadi tidak semata-mata hanya mengandalkan kopi saja," ungkap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Analisis dan Catatan BMKG soal Gempa Majene, Rentetan Sejarah, hingga Potensi Gempa Susulan

Analisis dan Catatan BMKG soal Gempa Majene, Rentetan Sejarah, hingga Potensi Gempa Susulan

Nasional
Jokowi: Saya Akan Terus Pantau Perkembangan Bencana di Tanah Air

Jokowi: Saya Akan Terus Pantau Perkembangan Bencana di Tanah Air

Nasional
UPDATE: Hingga Sabtu Dini Hari, 189 Orang Dirawat Akibat Gempa Mamuju, 637 Orang Luka Ringan di Majene

UPDATE: Hingga Sabtu Dini Hari, 189 Orang Dirawat Akibat Gempa Mamuju, 637 Orang Luka Ringan di Majene

Nasional
Saat Kedekatan Komjen Listyo dan Presiden Jokowi Disorot...

Saat Kedekatan Komjen Listyo dan Presiden Jokowi Disorot...

Nasional
UPDATE: Hingga Pukul 20.00 WIB, 42 Orang Meninggal Akibat Gempa Mamuju dan Majene

UPDATE: Hingga Pukul 20.00 WIB, 42 Orang Meninggal Akibat Gempa Mamuju dan Majene

Nasional
Polri Kirim Pesawat hingga Personel untuk Bantu Penanganan Gempa di Sulawesi Barat

Polri Kirim Pesawat hingga Personel untuk Bantu Penanganan Gempa di Sulawesi Barat

Nasional
Rizieq Shihab yang Pernah Positif Covid-19, Berawal dari Kasus RS Ummi

Rizieq Shihab yang Pernah Positif Covid-19, Berawal dari Kasus RS Ummi

Nasional
Jokowi: Saya Telah Perintahkan Vaksinasi Covid-19 Tuntas Sebelum Akhir 2021

Jokowi: Saya Telah Perintahkan Vaksinasi Covid-19 Tuntas Sebelum Akhir 2021

Nasional
Jokowi: Bulan ini Curah Hujan Ekstrem, Waspadai Banjir dan Tanah Longsor

Jokowi: Bulan ini Curah Hujan Ekstrem, Waspadai Banjir dan Tanah Longsor

Nasional
Azyumardi Azra: Pembubaran FPI dan HTI Tak Timbulkan Reaksi Keras dari Kelompok Muslim Lain

Azyumardi Azra: Pembubaran FPI dan HTI Tak Timbulkan Reaksi Keras dari Kelompok Muslim Lain

Nasional
Jokowi: Kita Harus Optimistis Awal 2021 Jadi Titik Balik Pandemi di RI

Jokowi: Kita Harus Optimistis Awal 2021 Jadi Titik Balik Pandemi di RI

Nasional
Besok, Kepala Basarnas dan Panglima TNI akan Tinjau Lokasi Bencana di Kalsel dan Mamuju

Besok, Kepala Basarnas dan Panglima TNI akan Tinjau Lokasi Bencana di Kalsel dan Mamuju

Nasional
Banjir Kalsel, Jokowi Perintahkan Kepala BNPB, Panglima TNI, dan Kapolri Kirim Bantuan Secepatnya

Banjir Kalsel, Jokowi Perintahkan Kepala BNPB, Panglima TNI, dan Kapolri Kirim Bantuan Secepatnya

Nasional
2 Petugas dan Seorang Napi Rutan Mamuju Luka akibat Gempa

2 Petugas dan Seorang Napi Rutan Mamuju Luka akibat Gempa

Nasional
Azyumardi Azra: Pembubaran HTI dan FPI Jadi Peristiwa Penting dalam Sejarah Gerakan Islam di Indonesia

Azyumardi Azra: Pembubaran HTI dan FPI Jadi Peristiwa Penting dalam Sejarah Gerakan Islam di Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X