Lokasi Pabrik Swallow Masih Jadi Tontonan Warga

Kompas.com - 21/03/2010, 12:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Lokasi terbakarnya Pabrik Sandal Swallow di Jalan Kamal Raya No 34, Tegal Alur, Jakarta Barat, rupanya masih menarik minat warga untuk datang dan menonton. Api yang sempat kembali berkobar pada Sabtu (20/3/2010) sore kemarin, mengundang warga menyemut di sekitar lokasi.

 

Pemantauan Kompas.com, sejak pagi ini api sudah tidak lagi tampak menyala di areal pabrik seluas lima hektar tersebut. Belasan petugas damkar dan petugas alat berat saat ini tengah berusaha membersihkan dan mengangkat reruntuhan bangunan yang ambruk akibat kebakaran.

 

Aksi petugas yang menggunakan dua buah kendaraan ini yang rupanya menarik perhatian warga. Puluhan warga sekitar area pabrik kembali menyemut di sekitar areal pabrik yang terletak di pinggir jalan Kamal Raya. Mereka menonton berjejer di depan gerbang hingga meluber ke pinggir-pinggir jalan.

 

"Kemarin saya dengar kebakaran lagi. Mau lihat aja apa masih nyala terus. Heran, kok enggak habis-habis," kata Midun, salah seorang warga sekitar.

 

Para pengendara yang melintas di Jalan Kamal Raya pun juga seringkali menyempatkan untuk berhenti sebentar menyaksikan proses evakuasi reruntuhan bangunan. Akibatnya, arus lalin di Jalan Kamal Raya, baik dari arah Daan Mogot menuju Kamal Muara dan sebaliknya, menjadi sedikit tersendat.

 

Agus, salah satu petugas dari pemadam kebakaran sektor Cengkareng mengatakan, lokasi kebakaran di Pabrik Swallow masih berpotensi menyala kembali. Diduga kuat masih ada banyak bahan kimia yang terkubur di bawah reruntuhan. Sebanyak dua unit mobil damkar dari sektor Cengkareng dan Kalideres disiagakan di lokasi.



Editorwsn

Terkini Lainnya

Direktur Penyidikan Jadi Plt Deputi Penindakan KPK

Direktur Penyidikan Jadi Plt Deputi Penindakan KPK

Nasional
Kata KPK soal Keluhan Tahanan Terkait Pemborgolan hingga Penyitaan Pemanas Makanan

Kata KPK soal Keluhan Tahanan Terkait Pemborgolan hingga Penyitaan Pemanas Makanan

Nasional
Kata Moeldoko soal Bagi-bagi Jabatan di Pemerintahan Jokowi Periode Kedua

Kata Moeldoko soal Bagi-bagi Jabatan di Pemerintahan Jokowi Periode Kedua

Nasional
Menhan Pertimbangkan Penangguhan Penahanan Kivlan Zen, Ini Kata Polri

Menhan Pertimbangkan Penangguhan Penahanan Kivlan Zen, Ini Kata Polri

Nasional
Budiman Sudjatmiko: Jokowi Harus Bisa Lahirkan Pemimpin yang Lebih Baik dari Dirinya

Budiman Sudjatmiko: Jokowi Harus Bisa Lahirkan Pemimpin yang Lebih Baik dari Dirinya

Nasional
Jaksa KPK Soroti Disposisi Staf Pribadi Menpora dalam Proposal Dana Hibah KONI

Jaksa KPK Soroti Disposisi Staf Pribadi Menpora dalam Proposal Dana Hibah KONI

Nasional
Politisi PDI-P Sebut Perlu Ada Partai di Luar Pemerintahan

Politisi PDI-P Sebut Perlu Ada Partai di Luar Pemerintahan

Nasional
Mantan Deputi Penindakan KPK Brigjen Firli Ditarik Kembali ke Polri

Mantan Deputi Penindakan KPK Brigjen Firli Ditarik Kembali ke Polri

Nasional
Pengacara Sebut Polisi yang Diduga Terlibat Kasus Novel Pernah Halangi OTT KPK

Pengacara Sebut Polisi yang Diduga Terlibat Kasus Novel Pernah Halangi OTT KPK

Nasional
SBY Tengah Siapkan Buku dan Lagu tentang Ani Yudhoyono

SBY Tengah Siapkan Buku dan Lagu tentang Ani Yudhoyono

Nasional
BPN Anggap KPU Terlalu Pede Hanya Hadirkan Satu Ahli di MK

BPN Anggap KPU Terlalu Pede Hanya Hadirkan Satu Ahli di MK

Nasional
Ahli KPU yang Tak Hadir pada Sidang di MK Jelaskan soal BUMN dan Anak Perusahaan BUMN

Ahli KPU yang Tak Hadir pada Sidang di MK Jelaskan soal BUMN dan Anak Perusahaan BUMN

Nasional
Moeldoko Klarifikasi soal Materi Pelatihan TKN 'Kecurangan Bagian dari Demokrasi'

Moeldoko Klarifikasi soal Materi Pelatihan TKN "Kecurangan Bagian dari Demokrasi"

Nasional
KPK Sebut Pemeriksaan Novel Hanya Pengulangan, Tak Ada Hal Baru

KPK Sebut Pemeriksaan Novel Hanya Pengulangan, Tak Ada Hal Baru

Nasional
KPU Pertanyakan Keaslian Amplop yang Dibawa Saksi 02

KPU Pertanyakan Keaslian Amplop yang Dibawa Saksi 02

Nasional

Close Ads X