Mau Bahagia? Jangan Lebih dari Dua Anak

Kompas.com - 13/03/2010, 10:20 WIB
Editoracandra

KOMPAS.com — Memiliki anak itu menyehatkan, asal jumlahnya tak lebih dari dua. Begitulah kesimpulan sebuah studi yang melibatkan lebih dari 1,5 juta pria dan wanita yang sudah menjadi orangtua. Menurut sejumlah peneliti, menjadi orangtua akan mengurangi risiko terkena kanker, penyakit jantung, tergantung pada jumlah anak yang dimiliki.

Tidak punya anak atau jumlah anak terlalu sedikit, satu anak, justru akan merugikan kesehatan. Para ahli menduga hal ini disebabkan karena kurangnya motivasi untuk menjaga kesehatan mereka sendiri. Di sisi lain, jumlah anak yang terlalu banyak membuat para orangtua harus bergelut dengan masalah keuangan dan stres emosional.

Oleh sebab itu, jumlah anak yang ideal adalah dua orang. Menurut laporan para ahli yang dimuat dalam jurnal Social Science & Medicine.

Penelitian tersebut dilakukan dengan melihat informasi kelahiran dan kematian orang Norwegia yang lahir antara tahun 1935 dan 1968. Riwayat kesehatan responden yang paling buruk adalah mereka yang tak punya anak atau hanya punya satu anak.

Kecelakaan, penyakit jantung, dan pernapasan menduduki urutan pertama sebagai penyebab kematian pada wanita, sedangkan penyakit paru dan pernapasan lebih sering terjadi pada pria. Menurut analisis para ahli, hal ini karena mereka tidak peduli pada kesehatannya.

"Banyak manfaat positif bagi kesehatan dari peran kita sebagai orangtua. Akan tetapi, terlalu banyak anak, empat atau lebih, meningkatkan risiko stres," kata peneliti Emily Grundy.

Dua anak dinilai lebih menguntungkan karena para orangtua masih bisa mengelola stres dan mendapat kebahagiaan dari perannya sebagai orangtua. Meski begitu, menurut survei, para orangtua merasa hidupnya lebih bahagia dengan kehadiran tiga anak.

Pasangan yang menikah akan merasa lebih bahagia dengan kelahiran anak-anaknya, sampai anak ketiga. Begitu anak keempat lahir, kadar kepuasaan akan menurun. Demikian kesimpulan para ahli.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akan Bentuk Panja, Komisi III Duga Ada Dalang di Kasus Jiwasraya

Akan Bentuk Panja, Komisi III Duga Ada Dalang di Kasus Jiwasraya

Nasional
Komisi III akan Minta Yasonna Terbuka soal Harun Masiku

Komisi III akan Minta Yasonna Terbuka soal Harun Masiku

Nasional
Jokowi Minta Pedagang Pasar Manfaatkan E-commerce

Jokowi Minta Pedagang Pasar Manfaatkan E-commerce

Nasional
Diperiksa KPK, Eks Ketua AMPG Fahd El Fouz Mengaku Senang

Diperiksa KPK, Eks Ketua AMPG Fahd El Fouz Mengaku Senang

Nasional
Sempat Kecewa, Ahmad Sahroni Apresiasi Permintaan Maaf Yasonna soal Tanjung Priok

Sempat Kecewa, Ahmad Sahroni Apresiasi Permintaan Maaf Yasonna soal Tanjung Priok

Nasional
Diminta jadi Komisaris, Yenny Wahid Terpanggil Benahi Garuda Indonesia

Diminta jadi Komisaris, Yenny Wahid Terpanggil Benahi Garuda Indonesia

Nasional
Simpang Siur Keberadaan Harun Masiku, Yasonna Bisa Dikenakan Pasal 'Obstruction of Justice'

Simpang Siur Keberadaan Harun Masiku, Yasonna Bisa Dikenakan Pasal "Obstruction of Justice"

Nasional
Indonesia Peringkat Ke-35 dari 138 Negara yang Terdampak Terorisme

Indonesia Peringkat Ke-35 dari 138 Negara yang Terdampak Terorisme

Nasional
Curah Hujan Masih Tinggi, BNPB Minta Pejabat Daerah Kurangi Tidur

Curah Hujan Masih Tinggi, BNPB Minta Pejabat Daerah Kurangi Tidur

Nasional
Jokowi Minta Prabowo Susun Rencana Strategis Kesejahteraan Prajurit

Jokowi Minta Prabowo Susun Rencana Strategis Kesejahteraan Prajurit

Nasional
Sidang Emirsyah Satar, Saksi Sebut Penggunaan Pesawat CRJ1000 Tak Hasilkan Profit

Sidang Emirsyah Satar, Saksi Sebut Penggunaan Pesawat CRJ1000 Tak Hasilkan Profit

Nasional
Alasan Erick Thohir Pilih Yenny Wahid dan Triawan Munaf Jadi Komisaris Garuda Indonesia

Alasan Erick Thohir Pilih Yenny Wahid dan Triawan Munaf Jadi Komisaris Garuda Indonesia

Nasional
Indeks Demokrasi RI Peringkat Ke-64 Dunia, Pilpres Tak Langsung Jadi Ancaman

Indeks Demokrasi RI Peringkat Ke-64 Dunia, Pilpres Tak Langsung Jadi Ancaman

Nasional
Bela Yasonna soal Tanjung Priok, Ketua Komisi III: Ada Salah Persepsi

Bela Yasonna soal Tanjung Priok, Ketua Komisi III: Ada Salah Persepsi

Nasional
Ketua Komisi III DPR ke Yasonna: Lain Kali Hati-hati dengan Lidah

Ketua Komisi III DPR ke Yasonna: Lain Kali Hati-hati dengan Lidah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X