Tes HPV Lebih Efektif dari Pap Smear

Kompas.com - 20/01/2010, 11:14 WIB
Editoracandra

KOMPAS.com - Kesadaran melakukan skrining untuk mendeteksi kanker bisa menyelematkan hidup kita. Dalam pencegahan kanker serviks, studi teranyar menunjukkan tes DNA HPV jauh lebih efektif untuk mendeteksi kanker lebih dini daripada pap smear.

Dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan The Lancet Oncology, para ahli dari Italia mengatakan studi terhadap 95.000 wanita menunjukkan mereka yang melakukan tes HPV lebih sedikit yang terkena kanker serviks dibanding dengan kelompok yang hanya melakukan pap smear.

Saat ini terdapat beberapa metode skrining human papilloma virus penyebab kanker serviks, yakni pap smear (untuk mendeteksi perubahan sel di leher rahim), atau metode alternatif dengan asam asetat (IVA) yang menawarkan skrining menjanjikan.

Dalam studi yang dilakukan dengan mengikuti kesehatan para responden selama 3,5 tahun, diketahui bahwa tes HPV lebih sensitif daripada pap smear dalam mengetehaui perubahan sel serviks pra kanker. Para ahli juga menyarankan pengulangan tes HPV kurang dari lima tahun, sedangkan pap smear setiap tahun.

Dr.Guglielmo Ronco dan timnya dari Centre for Cancer Prevention, Italia, mengatakan tes HPV sebaiknya dilakukan oleh wanita berusia di atas 35 tahun yang melakukan skrining pertamakali. Bila hasilnya positif bisa dilanjutkan dengan pap smear dan terapi lain yang diperlukan.

"Berdasarkan data kami, tes HPV merupakan tes skirining yang sangat penting. Namun tes ini tidak disarankan untuk wanita berusia kurang dari 35 tahun," kata Ronco. Makin dini perubahan sel diketahui makin tinggi kemungkinan sembuhnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menlu Minta China Hadirkan Warganya sebagai Saksi di Kasus Kapal Long Xing 629

Menlu Minta China Hadirkan Warganya sebagai Saksi di Kasus Kapal Long Xing 629

Nasional
Periksa Dua Saksi Kasus Nurhadi, Ini yang Didalami KPK

Periksa Dua Saksi Kasus Nurhadi, Ini yang Didalami KPK

Nasional
Eks Dirut PT Pilog Diperiksa KPK, Ditanya soal Penerimaan Uang

Eks Dirut PT Pilog Diperiksa KPK, Ditanya soal Penerimaan Uang

Nasional
Bahar Smith Dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur dari Nusakambangan

Bahar Smith Dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur dari Nusakambangan

Nasional
Jubir Pemerintah Akui Diksi New Normal Salah, Ganti dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

Jubir Pemerintah Akui Diksi New Normal Salah, Ganti dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

Nasional
Peminat Kartu Prakerja Tinggi, Airlangga: 1,7 Juta Orang Terverifikasi Terima Pelatihan Offline

Peminat Kartu Prakerja Tinggi, Airlangga: 1,7 Juta Orang Terverifikasi Terima Pelatihan Offline

Nasional
Kampanye Akbar Pilkada Hanya Dapat Digelar dengan Persetujuan Gugus Tugas Covid-19

Kampanye Akbar Pilkada Hanya Dapat Digelar dengan Persetujuan Gugus Tugas Covid-19

Nasional
Sebelum Vaksin Covid-19 Ditemukan, Airlangga Minta Masyarakat Tetap Waspada

Sebelum Vaksin Covid-19 Ditemukan, Airlangga Minta Masyarakat Tetap Waspada

Nasional
Ahli Epidemiologi: Asrama Rawan Jadi Klaster Baru Covid-19

Ahli Epidemiologi: Asrama Rawan Jadi Klaster Baru Covid-19

Nasional
Periksa 4 Saksi Kasus PT DI, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari Mitra Penjualan

Periksa 4 Saksi Kasus PT DI, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari Mitra Penjualan

Nasional
KPU: Protokol Kesehatan di 270 Daerah Penyelenggara Pilkada Diatur Sama

KPU: Protokol Kesehatan di 270 Daerah Penyelenggara Pilkada Diatur Sama

Nasional
Cerita Yurianto yang Dijuluki 'Pembawa Berita Kematian' karena Sampaikan Data Covid-19

Cerita Yurianto yang Dijuluki "Pembawa Berita Kematian" karena Sampaikan Data Covid-19

Nasional
Kemenag: Jika Syarat Belajar di Pesantren Saat Pandemi Dipenuhi, Covid-19 Bisa Dicegah

Kemenag: Jika Syarat Belajar di Pesantren Saat Pandemi Dipenuhi, Covid-19 Bisa Dicegah

Nasional
Penerapan Pancasila Redup, Rektor UNS: BPIP Adalah Jawaban

Penerapan Pancasila Redup, Rektor UNS: BPIP Adalah Jawaban

Nasional
Muhadjir: Kementerian/Lembaga di Bawah Menko PMK Nanti Hanya Mengacu Satu Data

Muhadjir: Kementerian/Lembaga di Bawah Menko PMK Nanti Hanya Mengacu Satu Data

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X