Membaca Fiksi dalam Tanda-tanda Nano

Kompas.com - 24/11/2009, 18:37 WIB
Editorjodhi

Judul  : Sign Fiction :The Art Of Nano Warsono
Karya  : Nano Warsono
Penerbit : Langgeng Gallery
Edisi  : Pertama, April 2009 (500 exp)
Ukuran : 25cm x 21 cm
Tebal  : 203 + xxviii
Genre  : Buku Visual

Sign Fiction: The Art of Nano Warsono, begitu ia memberi tajuk monografnya. Nano Warsono, perupa asal  "Kota Ukir, Jepara" yang sekarang menetap di Yogyakarta ini, bukan sekedar membuat sebuah album karya atau kronik rekam jejaknya berkesenian, tapi ia tengah memindahkan galeri dimana karya-karyanya pernah dipajang, ke dalam media yang lebih kecil: buku.

Melalui buku, Nano membawa pembacanya untuk berlama-lama menikmati dan menyelami setiap karyanya. Buku itu bisa dibaca berkali-kali tanpa terbatas waktu seperti bila pameran di galeri. Begitu buku dibuka, karya itu tergelar dan siap dinikmati dengan atmosfer yang berbeda-beda.

Dengan buku, Nano memberi kesempatan lebih banyak orang untuk ‘membaca’ karya senirupanya. Itu berarti juga membuka peluang lebih besar agar pesan-pesan dalam karya Nano turut pula menyebar meluas. Dan seperti umumnya karya seni, pesan-pesan itu tidak tersurat namun tersembunyi dibalik tanda-tanda yang tak nyata, fiksi.


Tanda-tanda fiksi itu disajikan Nano dalam serangkaian bab yang disebut Hendro Wiyanto dalam pengantarnya sebagai “panel-tunggal-fiksi-sejarah bergambar”. Maka Nano pun mengajak pembacanya untuk mencari tanda itu dengan mengamati perjalanannya di jagad senirupa melalui karya Drawing & Comic (gambar dan komik), Painting (Lukis), Mural, dan Sculpture (patung).

Meski ia menggunakan aneka media garapan untuk gambar, mural, patung, instalasi, sampai lukis, namun ada satu kesatuan yang utuh dalam karyanya. Dan itu hanya bisa dinikmati bila dibaca runtut. Tentu sangat memungkinkan bila karya ini ingin dinikmati secara acak. Seperti halnya karya yang dipajang di dinding galeri, ia bisa dinikmati dari mana saja, tidak mesti dimulai disatu titik dan diakhiri di titik tertentu pula.

Dalam bab Drawing&Comic yang menghabiskan 2/3 bagian dari seluruh halaman Sign Fiction, terlihat sekali tema-tema yang diangkat Nano melalui karyanya adalah semacam kegelisahan dan pemberontakan akan realitas yang ditemuinya semasa tahun 90an hingga awal 2000an. Masa dimana ia masih seorang mahasiswa Institut Seni Indonesia di Jogja, juga masa dimana Indonesia sedang mengalami transisi kepemimpinan nasional dan carut perekonomian. Masa ini terkesan suram dan berat dalam karya Nano. Ada kegelisahan dan pemberontakan yang demikian berat tersirat melalui garis hitam, karakter seram, dan kutipan-kutipan bernada satirnya.

Beragam sekali aspek yang ditampilkan Nano di bab ini. Nano seperti ingin menunjukkan bahwa masa pencarian yang ia lakoni bersama gambar dan komiknya adalah masa yang bukan saja rumit tapi juga berat. Ada paradoks antara apa yang ia baca dan ia lihat. Ada ketimpangan antara barat dan timur. Nano melihat efek sosial setelah budaya barat dan globalisasi merajai segala sendi kehidupan.

Nano membaca bagaimana ketika manusia semakin takhluk pada tehnologi, ketika informasi dikuasai tehnologi, ketika mesin mengalahkan manusia bahkan mendorong manusia menjadi mesin yang kehilangan naluri kemanusiaannya, Nano membaca itu sebagai realitas yang perlu dipertanyakan ulang maknanya.

Nano juga mempertanyakan kembali makna pahlawan ditengah serbuan tehnologi canggih. Maka kemudian muncul tokoh-tokoh superhero macam Batman yang menjadi Badman. Atau Osama bin Laden yang berada diatas seluruh superhero macam Superman, Spiderman, Heman, dan sebagainya. Ada pula superhero yang mejadi jahat dan penjahat yang digambarkan menjadi karakter baik.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X