Kasus Prita, Konflik Air Mata dan Mata Air

Kompas.com - 03/06/2009, 13:09 WIB
Editor

TANGERANG, KOMPAS.com — Seorang pengguna internet, Prita Mulyasari, ditahan karena dituduh mencemarkan nama baik Rumah Sakit Omni Internasional Tangerang. Dia dijerat dengan UU Informasi dan Transaksi Elektronik karena mengirim e-mail tentang keberatannya atas diagnosis rumah sakit tersebut.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Dewan Pers Sabam Leo Batubara mengatakan, peristiwa yang menimpa Prita merupakan bentuk perang antara air mata dan mata air.

"Air mata itu simbol bagi kaum miskin, masyarakat biasa, dan mata air itu cerminan pihak yang bermodal. Penegak hukum jangan cepat-cepat menuruti apa kata para pemegang modal. Buktinya, Prita langsung ditahan. Oleh karena itu, saya menyebutnya perang antara air mata dan mata air," ujar Leo kepada wartawan di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang, Rabu (3/6).

Menurut dia, penegak hukum seharusnya lebih bijaksana ketika berurusan dengan rakyat kecil.

Pada Rabu (3/6) ini, Dewan Pers menjenguk Prita di LP Wanita Tangerang untuk memberikan dukungan. Di hadapan Kalapas LP Wanita Tangerang, Prita, dan keluarga, Dewan Pers meminta agar penegak hukum membebaskan Prita.

"Kami bebaskan Ibu Prita. Kami juga memohon agar tidak menggunakan UU ITE. UU ini akan membungkam rakyat. Mereka tidak akan berani lagi mengkritik dan bersuara," tuturnya.

Leo juga mengatakan agar para calon presiden dan wakil presiden tidak melupakan pokok lain dalam kampanyenya. Selama ini, lanjut Leo, mereka hanya mendahulukan kesejahteraan rakyat. "Namun, keadilan untuk mereka justru dilupakan," cetusnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.