Kereta Komuter Dalam Kota Beroperasi di Surabaya

Kompas.com - 09/02/2009, 20:40 WIB
Editor

SURABAYA, SENIN - Pengoperasian kereta komuter dalam kota ditargetkan berjalan tahun ini. Kereta sebagai moda transportasi massal dan murah diharapkan mampu mengatasi persoalan kemacetan di Kota Surabaya.

Dalam rangka menyiapkan pengoperasian kereta komuter dalam kota, PT Kereta Api (PT KA) Daerah Operasional VIII Surabaya bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur telah menyiapkan dua rangkaian kereta untuk melayani arus transportasi Kota Surabaya.

"Untuk sementara, PT KA telah menyiapkan dua rangkaian kereta rel diesel (KRD) Idle yang biasa digunakan di rute Surabaya-Lamongan. Masing-masing mampu mengangkut 115 penumpang. Namun, jika pemerintah Kota Surabaya membeli kereta baru justru akan lebih bagus," kata Kepala Humas PT KA Daerah Operasional VIII Surabaya, Sugeng Priyono, Senin (9/2) di Surabaya.

Dua kereta tersebut akan melayani transportasi mulai dari Stasiun Benowo-Kandangan-Tandes-Pasar Turi-Kalimas-Prapat Kurung-Sidotopo dan kembali lagi ke Kalimas. Dari Kalimas, kereta akan menuju ke Stasiun Gubeng-Wonokromo dan Waru.

Pengoperasian kereta komuter dalam kota diharapkan menjadi solusi kepadatan lalu lintas yang biasa terjadi di jalur selatan dari arah Sidoarjo ke Surabaya. Melalui moda transportasi massa ini, masyarakat dapat menuju penjuru Kota Surabaya dari sisi selatan, utara, dan barat.

Perbaikan lintasan

Menurut Sugeng, sebelum kereta komuter dalam kota beroperasi, ada beberapa lintasan kereta yang harus ditertibkan, antara lain jalur kereta api Stasiun Pasar Turi-Kalimas, Stasiun Kalimas-Prapat Kurung, dan Stasiun Prapat Kurung-Sidotopo. Bantaran rel di daerah tersebut dipadati hunian penduduk yang lokasinya sangat dekat dengan lintasan. "Ini tentu saja membahayakan perjalanan kereta dan masyarakat sendiri sehingga harus ditata," ujarnya.

Selain normalisasi bantaran rel, PT KA membutuhkan tambahan empat shelter atau halte pemberhentian, antara lain di Sememi Benowo dan Tugu Pahlawan. Sementara itu, beberapa shelter lain sudah t ersedia, seperti di Jemursari, Ngagel, dan Waru.

PT KA mentargetkan pengoperasian KA komuter dalam kota terealisasi setelah bulan Maret 2009. Tepatnya setelah kereta komuter Surabaya-Mojokerto (Sumo) beroperasi.

Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Tri Rismaharini mengungkapkan, pemerintah Kota Surabaya telah menunggu setahun kesiapan pengoperasian kereta komuter dalam kota. "Kami telah menyiapkan dana sharing sebesar Rp 200 miliar hingga Rp 300 miliar untuk pembangunan shelter," tuturnya.

Menurut Risma, rencana pengoperasian kereta komuter dalam kota sudah masuk dalam blue print Bappenas. Melalui transportasi ini, masyarakat diharapkan menikmati layanan transportasi massal yang murah sekaligus mampu mengurangi kemacetan Kota Surabaya.

Pengoperasian kereta komuter dalam kota merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Menteri Perhubungan dan Gubernur Jawa Timur, Agustus 2008 lalu. Dalam kesepakatan tersebut ditargetkan pembentukan jaringan perkeretaapian mulai wilayah Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan (Gerbangkertosusila).



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gugus Tugas Petakan Risiko Penyebaran Covid-19 Jadi Zona Hijau, Kuning, Oranye, dan Merah

Gugus Tugas Petakan Risiko Penyebaran Covid-19 Jadi Zona Hijau, Kuning, Oranye, dan Merah

Nasional
UPDATE 30 Mei: Penambahan Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 24 Provinsi, Jatim Tertinggi

UPDATE 30 Mei: Penambahan Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 24 Provinsi, Jatim Tertinggi

Nasional
UPDATE 30 Mei: Ada 47.714 ODP dan 12.832 PDP

UPDATE 30 Mei: Ada 47.714 ODP dan 12.832 PDP

Nasional
UPDATE 30 Mei: 10 Provinsi Ini Nihil Kasus Baru Covid-19

UPDATE 30 Mei: 10 Provinsi Ini Nihil Kasus Baru Covid-19

Nasional
UPDATE 30 Mei: Pemerintah Telah Periksa 311.906 Spesimen Terkait Covid-19

UPDATE 30 Mei: Pemerintah Telah Periksa 311.906 Spesimen Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 30 Mei: Bertambah 53, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Jadi 1.573 Orang

UPDATE 30 Mei: Bertambah 53, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Jadi 1.573 Orang

Nasional
Bertambah 523, Kini Ada 7.015 Orang Sembuh dari Covid-19

Bertambah 523, Kini Ada 7.015 Orang Sembuh dari Covid-19

Nasional
UPDATE 30 Mei: Bertambah 557, Kasus Covid-19 Capai 25.773

UPDATE 30 Mei: Bertambah 557, Kasus Covid-19 Capai 25.773

Nasional
LAN Lakukan Penyederhanaan Birokrasi untuk Hadapi New Normal

LAN Lakukan Penyederhanaan Birokrasi untuk Hadapi New Normal

Nasional
UPDATE 30 Mei: WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri Tambah 15 Orang, Kasus Perdana di Chile

UPDATE 30 Mei: WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri Tambah 15 Orang, Kasus Perdana di Chile

Nasional
Dompet Dhuafa: Di Tengah Pandemi, Antusias Kemanusiaan Masyarakat Indonesia dalam Tren Positif

Dompet Dhuafa: Di Tengah Pandemi, Antusias Kemanusiaan Masyarakat Indonesia dalam Tren Positif

Nasional
Pemerintah Dinilai Terlalu Paksakan Penerapan 'New Normal'

Pemerintah Dinilai Terlalu Paksakan Penerapan "New Normal"

Nasional
Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Kemayoran Berkurang 66, Kini Jadi 619 Orang

Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Kemayoran Berkurang 66, Kini Jadi 619 Orang

Nasional
Ramadhan 2020, Dompet Dhuafa Berhasil Himpun Dana Rp 105 Miliar

Ramadhan 2020, Dompet Dhuafa Berhasil Himpun Dana Rp 105 Miliar

Nasional
Bela Risma soal Mobil PCR, PDI-P Berharap Khofifah Lebih Bijak Tentukan Prioritas

Bela Risma soal Mobil PCR, PDI-P Berharap Khofifah Lebih Bijak Tentukan Prioritas

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X