Kosmetik Berbahaya Bisa Akibatkan Kerusakan Otak - Kompas.com

Kosmetik Berbahaya Bisa Akibatkan Kerusakan Otak

Kompas.com - 26/11/2008, 14:31 WIB

JAKARTA, RABU - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan peringatan bagi produsen 27 produk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya. Pasalnya, akibat yang bisa terjadi bila terus dikonsumsi, ada yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada beberapa organ tubuh seperti otak, ginjal dan susunan syaraf.

Hal itu disampaikan oleh Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib dalam jumpa pers di kantornya di Jl Percetakan Negara No 23, Jakarta, Rabu (26/11). "Dari 27 merek kosmetik itu mengandung bahan berbahaya dan zat warna yang dilarang digunakan dalam kosmetik seperti Merkuri, Asam Retinoat, zat warna Rhodamin (Merah K.10) dan merah K.3. Dari 27 produk itu 11 produk impor dari Jepang dan China, 8 produk lokal dan sisanya 8 tak terdaftar secara resmi," ujar Husniah.

Lebih lanjut, ia mengatakan merkuri termasuk logam berat berbahaya yang dalam konsentrasi kecil pun dapat bersifat racun. "Pemakaian Merkuri dapat menimbulkan akibat seperti perubahan warna kulit yang bisa menjadi bintik-bintik hitam pada kulit, alergi, iritasi kulit, kerusakan permanen pada susunan syaraf, otak, ginjal dan gangguan perkembangan janin," kata Husniah.

Bahkan, pemakaian merkuri dalam jangka pendek dengan dosis tinggi dapat mengakibatkan muntah-muntah, diare, keruskan ginjal dan yang paling berbahaya karena merupakan zat karsinogenik dapat menyebabkan kanker. Sedangkan akibat menggunakan bahan retinoic acid atau asam retinoat dapat menyebabkan kulit kering, rasa terbakar, cacat pada janin (teratogenik).

Sementara itu, menurut Husniah, bahan pewarna Merah K.10 (Rhodamin B) dan Merah K.3 adalah zat warna sintetis yang umumnya digunakan sebagai zat warna kertas, tekstil atau tinta. "Zat warna ini tak lain adalah zat karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker. Selain itu, zat ini bila terkonsentrasi tinggi dapat mengakibatkan kerusakan hati," ujar Husniah.

Husniah menegaskan bagi produsen yang masih mengedarkan 27 produk kosmetik yang dilarang tersebut dapat dikenai pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda maksimal sekitar Rp 100 juta berdasar UU Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. "Kegiatan memproduksi, mengimpor atau mengedarkan produk tersebut juga dapat dijerat dengan UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yang dapat dikenai pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda maksimal Rp 2 miliar," ujar Husniah.


Editor

Terkini Lainnya

Survei LSKP: Ganjar-Yasin 50,3 Persen, Sudirman-Ida 10,5 Persen

Survei LSKP: Ganjar-Yasin 50,3 Persen, Sudirman-Ida 10,5 Persen

Regional
Terdakwa Bom Thamrin Tidak Hadirkan Saksi Menguntungkan

Terdakwa Bom Thamrin Tidak Hadirkan Saksi Menguntungkan

Megapolitan
Mushala di Kampung Akuarium Tidak Akan Dibongkar meski Ada Pembangunan Rusunawa

Mushala di Kampung Akuarium Tidak Akan Dibongkar meski Ada Pembangunan Rusunawa

Megapolitan
China Kembangkan Teknologi Siluman untuk Pesawat Tempur Biasa

China Kembangkan Teknologi Siluman untuk Pesawat Tempur Biasa

Internasional
Novanto Tak Dibebankan Uang Pengganti untuk Jam Tangan Richard Millle dari Andi Narogong

Novanto Tak Dibebankan Uang Pengganti untuk Jam Tangan Richard Millle dari Andi Narogong

Nasional
Respons Gatot Nurmantyo Saat Ditanya Penggunaan Politik Identitas

Respons Gatot Nurmantyo Saat Ditanya Penggunaan Politik Identitas

Nasional
 Tunggak Pajak, 22 Restoran dan 1 Perusahaan di Cakung Ditempeli Stiker

Tunggak Pajak, 22 Restoran dan 1 Perusahaan di Cakung Ditempeli Stiker

Megapolitan
Keterangan Novanto soal Anggota DPR Penerima Uang E-KTP Tak Dipertimbangkan Hakim

Keterangan Novanto soal Anggota DPR Penerima Uang E-KTP Tak Dipertimbangkan Hakim

Nasional
Cari Kandidat Pilihan Buruh, KSPI Akan Ajak Para Capres Unjuk Pemikiran

Cari Kandidat Pilihan Buruh, KSPI Akan Ajak Para Capres Unjuk Pemikiran

Nasional
Ketua DPR Berharap Setya Novanto Tabah Jalani Hukuman

Ketua DPR Berharap Setya Novanto Tabah Jalani Hukuman

Nasional
Thailand Ingin Jadi Tuan Rumah Pertemuan Trump-Kim Jong Un

Thailand Ingin Jadi Tuan Rumah Pertemuan Trump-Kim Jong Un

Internasional
Olimpiade Sains Nasional: 13.525 Siswa Siap Bersaing

Olimpiade Sains Nasional: 13.525 Siswa Siap Bersaing

Edukasi
Hari Ini dalam Sejarah: Operasi Pembebasan Sandera AS Gagal Total

Hari Ini dalam Sejarah: Operasi Pembebasan Sandera AS Gagal Total

Internasional
Cerita Anies Bertemu Presiden Erdogan dengan Khusyuk, Sakral, dan Privat

Cerita Anies Bertemu Presiden Erdogan dengan Khusyuk, Sakral, dan Privat

Megapolitan
Hakim Anggap Rekaman Wawancara Marliem oleh FBI Layak Jadi Alat Bukti Kasus E-KTP

Hakim Anggap Rekaman Wawancara Marliem oleh FBI Layak Jadi Alat Bukti Kasus E-KTP

Nasional

Close Ads X