Mencari Alternatif Mengganti Perlengkapan Kantor

Kompas.com - 30/10/2008, 10:36 WIB
Editor

Dalam kondisi perekonomian yang masih gonjang-ganjing, untuk mengganti perlengkapan kantor dengan yang baru mesti dipikir dengan matang. Sebab, tidak tertutup kemungkinan harga perlengkapan kantor sudah naik.

Untuk menyiasati hal tersebut, ada alternatif lain yaitu membeli perlengkapan kantor seken yang notabene kualitasnya beda tipis dengan perlengkapan yang baru. Tapi, kalau mengenai harga, bedanya jauh sekali alias lebih murah.

Jika Anda berminat bisa datang ke Jalan AM Sangaji, Petojo, Jakarta Pusat dan Jalan Sahardjo, Manggarai, Jakarta Selatan. Di kedua lokasi ini banyak pedagang yang khusus menjual peralatan kantor seken antara lain filling cabinet, lemari besi, brankas, meja kantor, serta beraneka model kursi.

Sebelum menjualnya, pedagang melakukan perbaikan dan mengecat ulang barang tersebut. Makanya, para pedagang selalu menjaga kebersihan dan kerapian barang yang dijual. Seluruh jenis pekerjaan perbaikan dilakukan di lokasi penjualan agar calon pembeli bisa melihat langsung proses perbaikan.

"Kami tidak sekadar menjual barang seken saja. Barang yang dijual, kualitasnya kami jamin bagus. Sehingga, konsumen tidak kecewa," ujar Udin di Jalan AM Sangaji, pekan lalu.

Untuk membuktikan adanya jaminan, Udin memperlihatkan beberapa perlengkapan kantor yang dijualnya. Mulai dari barang yang belum diperbaiki hingga barang yang sudah siap jual.

Pedagang lainnya mengatakan, sebagian besar perlengkapan kantor yang dijual di sini diperoleh melalui lelang dari perusahaan yang akan pindah kantor atau akan mengganti perlengkapan kantor dengan yang baru.

***

Benny, penjual perlengkapan kantor di kawasan Manggarai, mengatakan, perlengkapan kantor seken banyak dicari orang karena harganya lebih murah sampai 50 persen dibandingkan dengan membeli baru. Sejak berbagai harga kebutuhan terus melonjak, perlengkapan kantor seken menjadi pilihan. Karena harga barang baru juga naik.

"Perlengkapan kantor seken menjadi alternatif. Apalagi, pada perusahaan yang tidak terlalu besar. Daripada membeli perlengkapan baru, mendingan membeli perlengkapan seken. Soal kualitas barang, dijamin tidak jauh beda dengan yang dijual di toko. Semua peralatan kantor yang dijual di sini dibenahi dan diperbaiki dulu sebelum dijual, sehingga kualitasnya terjamin. Kami tidak sekadar menjual barang seken saja," tegas Benny.

Menurut para pedagang, harga jual kursi bekas antara Rp 150.000 sampai Rp 300.000. Sedangkan harga kursi baru bisa lebih dari Rp 750.000. Bahkan masa pemakaian kursi seken, rata-rata belum sampai enam bulan. Melihat selisih harga itulah perlengkapan kantor seken menjadi pilihan bagi perusahaan skala kecil dan menengah.

Sementara itu, kondisi perdagangan di AM Sangaji, menurut para pedagang, tidak dapat diukur. Namun, karena sudah dikenal, lokasi di sini menjadi pilihan untuk mencari perlengkapan kantor seken. Apalagi harga yang ditawarkan juga murah. Misalnya filling cabinet empat pintu dijual Rp 700.000 sampai Rp 900.000. Sedangkan harga barunya sudah lebih dari Rp 1,5 juta. Filling cabinet 3 laci dibanderol antara Rp 650.000 sampai Rp 800.000, sedangkan meja besar dijual Rp 650.000. (Aloysius Sunu Dirgantoro)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekjen PDI-P Sebut Pilkada Jadi Stimulus di Tengah Lesunya Ekonomi

Sekjen PDI-P Sebut Pilkada Jadi Stimulus di Tengah Lesunya Ekonomi

Nasional
Sekjen PDI-P: Jangan Sampai Kepemimpinan Daerah Kosong karena Pilkada Ditunda

Sekjen PDI-P: Jangan Sampai Kepemimpinan Daerah Kosong karena Pilkada Ditunda

Nasional
Istana Imbau Spanduk HUT RI Tak Memuat Gambar Jokowi

Istana Imbau Spanduk HUT RI Tak Memuat Gambar Jokowi

Nasional
Sekjen PAN: Bantuan untuk Karyawan Bergaji di Bawah Rp 5 Juta Harus Tepat Sasaran

Sekjen PAN: Bantuan untuk Karyawan Bergaji di Bawah Rp 5 Juta Harus Tepat Sasaran

Nasional
Survei SMRC: 54 Persen Warga Tak Setuju Anggapan Investasi Asing Berdampak Positif pada Ekonomi

Survei SMRC: 54 Persen Warga Tak Setuju Anggapan Investasi Asing Berdampak Positif pada Ekonomi

Nasional
Cerita Anggota Paskibraka 2020, Berlatih di Tengah Pandemi Covid-19

Cerita Anggota Paskibraka 2020, Berlatih di Tengah Pandemi Covid-19

Nasional
Survei SMRC: 69 Persen Warga Merasa Ekonomi Rumah Tangga Lebih Buruk sejak Pandemi

Survei SMRC: 69 Persen Warga Merasa Ekonomi Rumah Tangga Lebih Buruk sejak Pandemi

Nasional
Survei SMRC: 79 Persen Warga Percaya Jokowi Bisa Bawa Indonesia Keluar dari Krisis

Survei SMRC: 79 Persen Warga Percaya Jokowi Bisa Bawa Indonesia Keluar dari Krisis

Nasional
Sekjen KPA: Kami Akan Turun ke Jalan, Pastikan DPR Tunduk pada Aspirasi Rakyat

Sekjen KPA: Kami Akan Turun ke Jalan, Pastikan DPR Tunduk pada Aspirasi Rakyat

Nasional
Sebaran 1.893 Kasus Baru Covid-19, Penambahan Tertinggi di DKI Jakarta

Sebaran 1.893 Kasus Baru Covid-19, Penambahan Tertinggi di DKI Jakarta

Nasional
UPDATE 9 Agustus: Kasus Suspek Covid-19 Mencapai 86.224

UPDATE 9 Agustus: Kasus Suspek Covid-19 Mencapai 86.224

Nasional
UPDATE 9 Agustus: Bertambah 1.646, Jumlah Pasien Sembuh dari Covid-19 Kini 80.952

UPDATE 9 Agustus: Bertambah 1.646, Jumlah Pasien Sembuh dari Covid-19 Kini 80.952

Nasional
Anggota Komisi IX Ini Sebut Bantuan Rp 600.000 per Bulan untuk Pegawai Swasta Bagus, Tapi...

Anggota Komisi IX Ini Sebut Bantuan Rp 600.000 per Bulan untuk Pegawai Swasta Bagus, Tapi...

Nasional
UPDATE 9 Agustus: Bertambah 65, Total Pasien Meninggal akibat Covid Jadi 5.723

UPDATE 9 Agustus: Bertambah 65, Total Pasien Meninggal akibat Covid Jadi 5.723

Nasional
UPDATE 9 Agustus: Total 1.715.798 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

UPDATE 9 Agustus: Total 1.715.798 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X