Tips Menghadapi Klien Menyebalkan

Kompas.com - 18/08/2008, 12:21 WIB
Editor

Klien adalah raja. Slogan ini sepertinya sudah jadi pemikiran wajib mereka yang bekerja di garda depan penjualan atau customer service. Namun, tetap saja mengesalkan ketika ada "raja" yang berlaku menyebalkan. Perlu trik tersendiri untuk membuat Si Raja senang, dan urusan pun lancar.

Ilmu melayani klien memang ilmu yang memerlukan strategi dan siasat yang tidak enteng. Sama seperti hendak menghadapi peperangan, Anda juga mesti kenal siapa yang Anda hadapi. Maklum, karakter klien macam-macam. Apalagi yang masuk kategori menyebalkan. Tapi tenang, semuanya bisa dibuat bertekuk lutut pada Anda. Berikut, beberapa tipe klien yang dianggap ‘ajaib’, plus solusi menghadapinya.

- Si Bertele-Tele
Anda sudah menjelaskan panjang lebar tentang produk atau jasa yang ditawarkan, ketika diminta untuk bertanya, dia malah bingung sendiri dengan pertanyaannya. Maunya bertanya A, tapi yang ke luar malah pertanyaan B.

Solusi: Anda sebaiknya berpegang pada standarisasi jawaban yang telah disiapkan perusahaan. Sebaiknya, fokuslah pada permasalahan yang ditanyakan. Ketika dia melontarkan sejumlah pertanyaan, tariklah benang merah dari pertanyaannya. Hindari menjawab pertanyaan yang tidak ditanyakan.

- Si Pemarah
Tipe ini bisa dideteksi sejak awal, misal sikapnya tak bersahabat. Wajahnya seringkali terlihat tertekuk delapan. Sulit diajak kerjasama. Kesalahan kecil saja bisa memicu kemarahannya. Dan, ketika marah, ia tidak sungkan-sungkan nyerocos menumpahkan kemarahannya pada Anda meski di depan banyak orang.

Solusi: Semarah apa pun dia, Anda dituntunt sabar. Jangan memotong ucapannya, karena itu akan membuat dia tambah meledak. Tunggu sampai ada jeda, baru bicara. Kemukakan pembelaan Anda secara diplomatis. Gunakan kalimat yang mudah ia mengerti, turunkan nada suara Anda. Setelah Anda menjelaskan duduk persoalannya, beri dia solusi. Hindari menggunakan kata saya tapi kami. Hal ini agar Anda tak terlalu sakit hati karena kemarahan klien bukan ditujukan pada Anda secara pribadi.

- Si Pencari Kesalahan
Klien tipe ini senang membanding-bandingkan. Tidak ada yang terlihat bagus di matanya. Entah mengapa, mereka selalu bisa menemukan celah untuk melihat kesalahan Anda. Dan kesalahan Anda bisa dijadkan kartu truf untuk menekan Anda.

Solusi: Ketelitian sangat diperlukan untuk menghadapi klien seperti ini. Berhati-hatilah dalam menerangkan produk atau program Anda kepadanya. Pelajari secara mendalam product knowledge, beserta kelemahan dan kelebihannya. Lirik juga produk lain sebagai perbandingan. Semakin Anda kenal produk Anda, Anda punya senjata ampuh untuk memenangkan argumentasi dengan mereka. Sehingga Anda tak terkesan ragu-ragu yang membuat dia leluasa menekan Anda.

- Si Supercerewet
Klien sepertin ini banyak maunya. Dikasih satu minta dua, diberi diskon sepuluh minta dua puluh. Segala hal bersifat printil-printil juga menjadi concernnya. Parahnya, dia bisa mengacak-acak kerjaan Anda karena dianggap tak sesuai seleranya.

Solusi: Menghadapi klien rewel seperti ini jurusnya hanya satu, sabar. Posisikan diri Anda sebagai penasihat terbaik sehingga perlahan akan tercipta kedekatan emosional. Ini akan membuat klien lebih mudah dikendalikan. Hadapilah permintaan klien dengan bijak. Jangan buru-buru bersikap menolak. Sebaliknya, giring dia agar menuruti keinginan. Berilah mereka alsan untuk mengatakan ya, misal dengan mengedepankan keuntungan yang akan mereka peroleh bila mereka menurut Anda.

- Si Pencari Dukungan
Klien tipe ini biasanya selalu dikeliling banyak ‘kurcaci’ yang ikut andil dalam membuat keputusan. Akibatnya, ia tidak pernah mantap mengambil keputusan. Keputusan akan terus berubah tergantung dari siapa di antara kurcacinya yang paling keras ‘bernyanyi’.

Solusi: Siapkan waktu lebih banyak untuknya. Buatlah dia ‘mendengarkan’ Anda. Kalau perlu, lakukan pendekatan pada salah seorang teman dekatnya yang biasa ia dengar pendapatnya. Mungkin dia bisa jadi corong Anda untuk ‘memanas-manasinya.’ Kalau dia sudah mengambil keputusan, segera buat perjanjian atau komitmen di atas kertas sebelum pikirannya berubah lagi. Ada cara pamungkas yang bisa Anda gunakan untuk melicinkan jalan. Jadikan dia teman. Gunakan cara personal untuk mendekati mereka. Terkadang persuasi personal lebih mengena pada orang-orang tertentu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peserta Seleksi PPPK 2021 Akan Dapat Materi Pembelajaran secara Daring

Peserta Seleksi PPPK 2021 Akan Dapat Materi Pembelajaran secara Daring

Nasional
Mantan Jaksa Agung Ini: 3 Hal Ini Akan Terjadi jika Kasus HAM Berat Masa Lalu Tak Diselesaikan

Mantan Jaksa Agung Ini: 3 Hal Ini Akan Terjadi jika Kasus HAM Berat Masa Lalu Tak Diselesaikan

Nasional
Wapres: Seleksi Guru PPPK Solusi Pembenahan Tata Kelola Guru

Wapres: Seleksi Guru PPPK Solusi Pembenahan Tata Kelola Guru

Nasional
Abaikan Protokol Kesehatan saat Catatkan Pernikahan Putri Rizieq Shihab, Kepala KUA Tanah Abang Dimutasi

Abaikan Protokol Kesehatan saat Catatkan Pernikahan Putri Rizieq Shihab, Kepala KUA Tanah Abang Dimutasi

Nasional
Kontras Nilai UU Pengadilan HAM Belum Efektif Beri Akses Keadilan

Kontras Nilai UU Pengadilan HAM Belum Efektif Beri Akses Keadilan

Nasional
Di Countries Strategic Dialogue, Pemerintah Akan Sampaikan Kondisi Pandemi dan Perekonomian Indonesia

Di Countries Strategic Dialogue, Pemerintah Akan Sampaikan Kondisi Pandemi dan Perekonomian Indonesia

Nasional
Alasan Menkumham Usulkan RKUHP dan RUU Pemasyarakatan Tak Masuk Prolegnas Prioritas 2021

Alasan Menkumham Usulkan RKUHP dan RUU Pemasyarakatan Tak Masuk Prolegnas Prioritas 2021

Nasional
Irjen Napoleon Mengaku 2 Kali Surati Kejagung terkait Permohonan Penerbitan Red Notice Baru Djoko Tjandra

Irjen Napoleon Mengaku 2 Kali Surati Kejagung terkait Permohonan Penerbitan Red Notice Baru Djoko Tjandra

Nasional
Akui Terima Surat dari Istri Djoko Tjandra soal Red Notice, Irjen Napoleon: Istrinya Punya Hak Hukum

Akui Terima Surat dari Istri Djoko Tjandra soal Red Notice, Irjen Napoleon: Istrinya Punya Hak Hukum

Nasional
Hari H Pilkada Makin Dekat, Mendagri: Yang Berpotensi Langgar Jaga Jarak Tak Boleh Terjadi

Hari H Pilkada Makin Dekat, Mendagri: Yang Berpotensi Langgar Jaga Jarak Tak Boleh Terjadi

Nasional
Satgas Sebut Rumah Sakit di 4 Provinsi Alami Kenaikan Jumlah Pasien Covid-19

Satgas Sebut Rumah Sakit di 4 Provinsi Alami Kenaikan Jumlah Pasien Covid-19

Nasional
Bawaslu Ungkap 7 Modus Pelibatan Anak dalam Kampanye yang Mungkin Terjadi pada Pilkada 2020

Bawaslu Ungkap 7 Modus Pelibatan Anak dalam Kampanye yang Mungkin Terjadi pada Pilkada 2020

Nasional
Tak Hanya Guru Honorer, Lulusan PPG yang Belum Mengajar Juga Bisa Tes PPPK

Tak Hanya Guru Honorer, Lulusan PPG yang Belum Mengajar Juga Bisa Tes PPPK

Nasional
Panglima TNI Tak Perintahkan Copot Spanduk, Pangdam Jaya: Setelah Kegiatan Saya Laporkan

Panglima TNI Tak Perintahkan Copot Spanduk, Pangdam Jaya: Setelah Kegiatan Saya Laporkan

Nasional
Sidang Perdana Judicial Review UU Cipta Kerja, KSPI: Buruh Tak Gelar Aksi

Sidang Perdana Judicial Review UU Cipta Kerja, KSPI: Buruh Tak Gelar Aksi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X