PKS Kabupaten Bogor Genjot Popularitas SAE

Kompas.com - 17/06/2008, 11:13 WIB
Editor

CIBINONG, SELASA -  Setelah memenangi pilkada di sejumlah daerah pinggiran Jakarta, seperti di Kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Tangerang, Partai Keadilan Sejahtera kembali ingin memenangi Pilkada Kabupaten Bogor yang akan digelar Agustus mendatang. Untuk itu, PKS meminta mesin politiknya untuk menggenjot popularitas pasangan H Tb Soenmandjaja SD dan H Ace Supeli atau SAE yang saat ini dianggap masih rendah.

"Targetnya, selama tiga minggu ke depan popularitas pasangan SAE akan meningkat hingga 90 persen dari saat ini sekitar 35 persen. Sedangkan sisa 10 persen agar mencapai popularitas 100 persen akan digenjot selama masa kampanye nanti," kata Haris Faisal, Ketua Tim Sukses pasangan SAE di Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (17/6).

Haris Faisal menambahkan, puncak sosialisasi tahap II SAE akan ditutup dengan deklarasi besar-besaran (grand launching) pasangan itu pada tanggal 6 Juli 2008. 

Mengenai strateginya, Haris menjelaskan bahwa PKS Bogor sejak 17 Juni hingga 6 Juli 2008 mengerahkan sekitar 30.000 kadernya untuk sosialisasi tahap II pasangan SAE. Sosialisasi tahap II dilakukan dengan metode kampanye dari pintu ke pintu alias door to door dengan target obyek kampanye sedikitnya 1,5 juta calon pemilih. Dengan demikian satu orang kader PKS melakukan pengenalan langsung pasangan SAE kepada sedikitnya 50 orang calon pemilih dalam tiga minggu. "Kami akan bekali kader dengan 1,5 juta pamflet, 1,5 juta stiker, dan ribuan baliho," katanya.

Strategi berikutnya, kata dia, DPD PKS Kabupaten Bogor akan melakukan sosialisasi tahap III dengan target pemilih yang lebih fokus. "PKS juga akan melakukan riset untuk mengukur peta kekuatan politik para kandidat sebelum masa kampanye berlangsung," katanya.

Pasangan lain

Selain SAE yang diusung PKS, empat pasangan lain juga telah mendaftar di KPUD Kabupaten Bogor, yakni Iyus Djuher-Rusdi AS (Djurus) yang diusung Partai Demokrat (PD), Rachmat Yasin-Karyawan Fathurrachman (Rachman) yang diusung PPP dan PDIP, Fitri Putra Nugraha dari Partai Golkar berpasangan dengan Endang Kosasih (Nu Sae), dan pasangan calon perseorangan Maman Daning-Muhammad Nurdin (An Nur).

Iyus Djuher adalah mantan birokrat/pejabat Pemkab Bogor, sementara pasangannya Rusdi AS masih menjabat Wakil Ketua DPRD setempat. Rachmat Yasin adalah Ketua DPRD dan Ketua DPD PPP Kabupaten Bogor, sementara pasangannya Karyawan Fathurrachman adalah Wakil Ketua DPRD dan Ketua DPD PDIP Kabupaten Bogor.

Fitri Putra Nugraha adalah Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor yang juga putra Bupati Bogor saat ini Agus Utara Effendi, sedangkan pasangannya Endang Kosasih adalah anggota DPR-RI dari PPP.

Pasangan perseorangan Maman Daning dan Muhammad Nurdin selama ini dikenal sebagai pengusaha. Sedangkan Soenmandjaja yang diusung PKS dikenal sebagai tokoh yang matang dengan pengalaman organisasi dan politik di level nasional, dan pasangannya Ace Supeli dalam kesehariannya duduk sebagai Wakil Ketua Kadin Kabupaten Bogor bidang Koperasi dan Kesejahteraan Rakyat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kompol IZ Jadi Kurir Narkoba di Riau, Mabes Polri: Ancamannya Hukuman Mati

Kompol IZ Jadi Kurir Narkoba di Riau, Mabes Polri: Ancamannya Hukuman Mati

Nasional
Menkes: Terima Kasih atas Pengabdian Tulus Para Dokter...

Menkes: Terima Kasih atas Pengabdian Tulus Para Dokter...

Nasional
Ketum Golkar: Target Menang Pilkada 60 Persen, Langkah Awal Rebut Kejayaan 2024

Ketum Golkar: Target Menang Pilkada 60 Persen, Langkah Awal Rebut Kejayaan 2024

Nasional
Jokowi Ungkap Alasan RUU Cipta Kerja Dikebut di Tengah Pandemi

Jokowi Ungkap Alasan RUU Cipta Kerja Dikebut di Tengah Pandemi

Nasional
Ketum Golkar: UU Cipta Kerja Terobosan Historis Tanpa Paksaan Siapa Pun

Ketum Golkar: UU Cipta Kerja Terobosan Historis Tanpa Paksaan Siapa Pun

Nasional
Kasus Red Notice, Djoko Tjandra dan 2 Jenderal Polisi Jalani Sidang Perdana Selasa Pekan Depan

Kasus Red Notice, Djoko Tjandra dan 2 Jenderal Polisi Jalani Sidang Perdana Selasa Pekan Depan

Nasional
Virolog: Vaksin Covid-19 Sulit Diterima Publik jika Belum Lolos Uji Klinis Fase 3

Virolog: Vaksin Covid-19 Sulit Diterima Publik jika Belum Lolos Uji Klinis Fase 3

Nasional
Mahfud: Dokter Harus Berpihak pada Kelangsungan Hidup Manusia

Mahfud: Dokter Harus Berpihak pada Kelangsungan Hidup Manusia

Nasional
Ini Lima Langkah Efektif Cegah Covid-19 di Pesantren dari Epidemiolog

Ini Lima Langkah Efektif Cegah Covid-19 di Pesantren dari Epidemiolog

Nasional
Di HUT IDI, Mahfud Tegaskan Penanganan Kesehatan dan Ekonomi Harus Bersamaan

Di HUT IDI, Mahfud Tegaskan Penanganan Kesehatan dan Ekonomi Harus Bersamaan

Nasional
Pusat Keramaian Sumedang Dipantau CCTV, Warga Tak Pakai Masker Langsung Ditindak

Pusat Keramaian Sumedang Dipantau CCTV, Warga Tak Pakai Masker Langsung Ditindak

Nasional
Tanpa Harus Keluar Rumah, Layanan BPJS Kesehatan Bisa Diakses lewat Pandawa

Tanpa Harus Keluar Rumah, Layanan BPJS Kesehatan Bisa Diakses lewat Pandawa

BrandzView
Ganjar Sebut Ada Kepala Daerah Sengaja Tak Tes Covid-19 agar Tetap di Zona Hijau

Ganjar Sebut Ada Kepala Daerah Sengaja Tak Tes Covid-19 agar Tetap di Zona Hijau

Nasional
HUT IDI, Presiden Jokowi Sebut Masyarakat Rasakan Ketangguhan Para Dokter Selama Pandemi

HUT IDI, Presiden Jokowi Sebut Masyarakat Rasakan Ketangguhan Para Dokter Selama Pandemi

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 34 Provinsi, Paling Tinggi Jakarta dengan 1.062

UPDATE 24 Oktober: Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 34 Provinsi, Paling Tinggi Jakarta dengan 1.062

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X