Atas Nama Cinta

Kompas.com - 13/04/2008, 01:44 WIB

ilham khoiri & dahono fitrianto

Sutradara Rudy Soedjarwo kembali meluncurkan karya terbaru, ”In The Name of Love”. Film yang bertaburan bintang tua dan muda ini menjanjikan adu akting antargenerasi yang menarik. Hanya saja, cerita yang mirip kisah Romeo dan Juliet itu masih mengundang banyak rasa penasaran.

Seperti kisah tragis Romeo and Juliet karya William Shakespeare, In The Name Of Love juga menceritakan sepasang kekasih yang saling jatuh cinta, tetapi terhalang permusuhan kedua keluarganya. Jika karya klasik itu berlatar belakang kehidupan di Verona, Italia, pada abad pertengahan, maka film ini terjadi di tengah dua keluarga pengusaha kaya di sebuah kota yang sunyi di Indonesia. Skenario film ditulis Titin Wattimena dan Rudy Soedjarwo.

Tersebutlah dua keluarga pengusaha kaya yang saling bermusuhan. Keluarga pertama, Triawan Negara (Roy Marten) dan istrinya, Citra (Christine Hakim), dengan lima anaknya, yaitu Rianti (Luna Maya), Panji (Yama Carlos), Banyu (Nino Fernandez), Saskia (Acha Septriasa), dan Dirga (Panji Rahadi). Keluarga lain, Satrio Hidayat (Cok Simbara) dan Kartika (Tutie Kirana) bersama tiga anak lelaki, yaitu Aryan (Lukman Sardi), Aditya (Tengku Firmansyah), dan Abimanyu (Vino G Bastian).

Dalam suasana penuh permusuhan, Abimanyu dan Saskia saling jatuh cinta. Kasih kedua muda-mudi ini langsung terbentur larangan kedua keluarga yang sama-sama bertekad memutuskan hubungan asmara itu. Atas nama cinta, Abi dan Saskia mencoba bertahan di tengah perang antarkeluarga itu.

Saat keduanya kabur, perang antarkeluarga memuncak. Mereka terlibat perkelahian, bahkan tembak-tembakan. Di tengah masing-masing keluarga itu juga muncul cek-cok yang menegangkan.

Mengobati rindu

Film ini mengobati kerinduan masyarakat pada penampilan aktor-aktor generasi tua. Nikmat rasanya menonton akting Cok Simbara dan Christine Hakim. Masing-masing berhasil membawakan tokoh tua yang murung, pernah terikat asmara saat muda, tetapi gagal mewujudkannya dalam pernikahan.

Begitu pula Roy Marten yang hadir sebagai sosok pengusaha yang tampak sukses, tetapi gemar main kasar sama istri. Tutie Kirana muncul selaku perempuan yang masygul, tetapi tetap mencoba memahami keadaan.

Bagaimana penampilan anak- anak muda? Dalam film ini, terus terang akting mereka tak sekuat aktor-aktor veteran tadi meski juga tak bisa dibilang lemah. Penampilan Acha Septriasa yang jadi gadis emosional, Lukman Sardi yang berangasan, Luna Maya yang jutek, dan Tengku Firmansyah yang temperamen turut menghidupkan film ini.

Penasaran

Di luar pamor aktor kawakan tadi, kisah film ini mirip sinetron atau mini seri televisi yang mengundang beberapa rasa penasaran. Pertama, apa sebenarnya akar persoalan yang menyebabkan dua keluarga itu saling bermusuhan sedemikian hebat, bahkan sampai diturunkan ke anak-anak? Penonton hanya diberi jawaban samar lewat adegan kilas balik dan pembicaraan antara Satrio dan Citra.

Halaman:


Editor
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Polri Tegaskan Penangkapan 2 Ketua Ormas di Cirebon Tak Terkait Terorisme

Polri Tegaskan Penangkapan 2 Ketua Ormas di Cirebon Tak Terkait Terorisme

Nasional
Romy Mengaku Ditanya Khofifah dan Asep Saifuddin soal Perkembangan Nominasi Haris Hasanuddin

Romy Mengaku Ditanya Khofifah dan Asep Saifuddin soal Perkembangan Nominasi Haris Hasanuddin

Nasional
Tim Hukum 01 Temui Ma'ruf Amin Sampaikan Perkembangan Persidangan

Tim Hukum 01 Temui Ma'ruf Amin Sampaikan Perkembangan Persidangan

Nasional
Penangkapan 2 Orang Di Cirebon Diduga terkait Kepemilikan Senjata Tajam dan Pelanggaran ITE

Penangkapan 2 Orang Di Cirebon Diduga terkait Kepemilikan Senjata Tajam dan Pelanggaran ITE

Nasional
Kontras Pertanyakan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana dan Soenarko

Kontras Pertanyakan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana dan Soenarko

Nasional
Kontras Minta Polisi Gunakan Cara Persuasif Menangani Aksi Massa di MK

Kontras Minta Polisi Gunakan Cara Persuasif Menangani Aksi Massa di MK

Nasional
Kumpul Jelang Putusan MK, Relawan Jokowi Janji Wujudkan Suasana Kondusif

Kumpul Jelang Putusan MK, Relawan Jokowi Janji Wujudkan Suasana Kondusif

Nasional
Romahurmuziy Sempat Terima Tas Hitam Berisi Rp 250 Juta dari Haris Hasanuddin

Romahurmuziy Sempat Terima Tas Hitam Berisi Rp 250 Juta dari Haris Hasanuddin

Nasional
Ada Tugas Negara Sangat Penting, Jokowi Batal Hadiri Silaturahmi Relawan

Ada Tugas Negara Sangat Penting, Jokowi Batal Hadiri Silaturahmi Relawan

Nasional
ICJR Usul Pemerintah Tambah Opsi Terkait Bentuk Pemulihan Hak Korban Penyiksaan

ICJR Usul Pemerintah Tambah Opsi Terkait Bentuk Pemulihan Hak Korban Penyiksaan

Nasional
ICJR Desak Pemerintah Kaji Fenomena Tingginya Daftar Tunggu Eksekusi Mati

ICJR Desak Pemerintah Kaji Fenomena Tingginya Daftar Tunggu Eksekusi Mati

Nasional
Jelang Putusan MK, Tim Hukum 02 Singgung Lagi Jabatan Ma'ruf Amin di 2 Bank

Jelang Putusan MK, Tim Hukum 02 Singgung Lagi Jabatan Ma'ruf Amin di 2 Bank

Nasional
Argentina Dorong Kerjasama Perdagangan Bebas Indonesia-Mercosur

Argentina Dorong Kerjasama Perdagangan Bebas Indonesia-Mercosur

Nasional
Perludem: KPU Tak Sedang Membela Paslon 01, melainkan Mempertahankan Hasil Kerja

Perludem: KPU Tak Sedang Membela Paslon 01, melainkan Mempertahankan Hasil Kerja

Nasional
Perludem: Kita Tak Perlu Bangga Menyelenggarakan Pemilu Paling Rumit di Dunia

Perludem: Kita Tak Perlu Bangga Menyelenggarakan Pemilu Paling Rumit di Dunia

Nasional

Close Ads X