Papan Tiruan Temuan Unand Layak Dipakai

Kompas.com - 07/03/2008, 07:26 WIB
Editor

PADANG, KAMIS - Papan tiruan berbahan limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan perekat gambir temuan Universitas Andalas Padang, cocok sebagai satu bahan bangunan. Selain itu, juga sekaligus bisa untuk mengatasi kelangkaan substitusi kayu untuk plafon, partisi dan bahan baku perabot.
     
"Papan tiruan tersebut perlu dikembangkan dalam bentuk industri agar bangunan itu bisa segera dimanfaatkan dalam jumlah besar," kata Peneliti Unand, Prof Dr Anwar Kasim di Padang, Sumbar, Kamis.
     
Unand berhasil memanfaatkan limbah TKKS untuk dijadikan papan partikel dengan tujuan selain memanfaatkan limbah juga memberi nilai tambah bagi tanaman kelapa sawit.      
     
Menurut dia, gambir digunakan sebagai bahan baku perekat papan partikel dengan tujuan untuk memanfaatkan gambir dalam negeri sehingga harga tidak lagi tergantung dari negara tujuan ekspor dan harga gambir dapat lebih stabil.   
     
"Perekat alami ini harganya tidak tergantung pada harga minyak bumi, seperti perekat buatan yang umumnya digunakan untuk papan partikel," katanya.  Ia menjelaskan, tandan kosong kelapa sawit (TKKS) adalah limbah pabrik pengolahan kelapa sawit yang jumlahnya sekitar 25 persen dari tandan buah segar.
     
Bila di Sumbar selama tahun 2004 dihasilkan 688.356 ton tandan buah segar maka lebih dari 170 ribu ton TKKS akan disisakan sebagai limbah.  "Limbah sebut sebagian besar dibakar, dan sejumlah kecil lainnya dijadikan mulsa di kebun atau diolah jadi kompos. Manfaat pembakaran hanyalah abu yang kemudian digunakan sebagai sumber mineral pada perkebunan kelapa sawit sedangkan panas pembakaran belum dimanfaatkan," katanya.
     
Padahal sesuai aturan, katanya, sebenarnya pembakaran TKKS dilarang. Ia mengatakan, TKKS dapat diolah untuk mendapatkan serat atau serabut yang jumlahnya 35 persen dari total berat TKKS.
     
"Serabut itu mengandung senyawa selulosa, hemiselulosa dan lignin seperti layaknya kayu sehingga berpeluang untuk dijadikan bahan baku papan partikel," katanya.
     
Sedangkan gambir adalah ekstrak air panas dari daun dan ranting tanaman gambir (uncaria gambir roxb) yang diendapkan dan dikeringkan.
     
Gambir termasuk 5 komoditi ekspor perkebunan unggulan Sumbar yang tiap tahunnya menghasilkan gambir kering mencapai 50 ribu ton. Sekitar 90 persen dari jumlah tersebut diekspor sehingga harganya sangat ditentukan oleh pembeli dan sangat fluktuatif mulai dari Rp 7.000 sampai Rp 20.000/kg. Oleh karena itu, perlu dicarikan alternatif pemanfaatannya di dalam negeri seperti untuk bahan baku perekat.
     
Hal itu penting, karena kandungan polifenol dari gambir yang tinggi dalam bentuk catechin dan tannin kondensasi. Dijelaskannya, produk hasil peneltiian ini dinamakan papan saga mendaung arti papan yang kuat, kata ’saga’ gabungan dari sawit dan gambir.
     
"Namun hasil penelitian ini masih perlu beberapa penyempurnaan untuk mendapatkan hasil yang optimal sesuai mutu dan karakteristik diinginkan," katanya lagi. (ANT)



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bos Lippo Group James Riady Mangkir dari Panggilan KPK

Bos Lippo Group James Riady Mangkir dari Panggilan KPK

Nasional
Seorang Saksi Kasus Meikarta Ajukan Perlindungan Saksi ke KPK

Seorang Saksi Kasus Meikarta Ajukan Perlindungan Saksi ke KPK

Nasional
Janji 9 Parpol Tak Calonkan Eks Koruptor di Pilkada 2020

Janji 9 Parpol Tak Calonkan Eks Koruptor di Pilkada 2020

Nasional
Pasca-Putusan MK, Nasdem Tegaskan Tak Akan Calonkan Eks Koruptor di Pilkada

Pasca-Putusan MK, Nasdem Tegaskan Tak Akan Calonkan Eks Koruptor di Pilkada

Nasional
Dalami Laporan terhadap Akun @digeeembok, Subdit Cyber Crime Polda Metro Back Up Polresta Bandara Soetta

Dalami Laporan terhadap Akun @digeeembok, Subdit Cyber Crime Polda Metro Back Up Polresta Bandara Soetta

Nasional
Cerita Jusuf Kalla Saat Jadi Mediator Konflik Poso dan Ambon...

Cerita Jusuf Kalla Saat Jadi Mediator Konflik Poso dan Ambon...

Nasional
Divisi Humas Polri Akan Jadi Badan Humas, Bakal Dipimpin Jenderal Bintang Tiga

Divisi Humas Polri Akan Jadi Badan Humas, Bakal Dipimpin Jenderal Bintang Tiga

Nasional
Polisi Dalami 2 Laporan Politisi PDI-P Henry Yosodiningrat ke Bareskrim

Polisi Dalami 2 Laporan Politisi PDI-P Henry Yosodiningrat ke Bareskrim

Nasional
Saat Pimpinan MPR Berkelakar soal Jabatan Waketum Partai Golkar...

Saat Pimpinan MPR Berkelakar soal Jabatan Waketum Partai Golkar...

Nasional
Mahfud MD Ungkap Kemungkinan Kejutan di Susunan Dewan Pengawas KPK

Mahfud MD Ungkap Kemungkinan Kejutan di Susunan Dewan Pengawas KPK

Nasional
Puan Maharani Minta Nadiem Tak Buru-buru Ganti UN: Jangan Sampai Merugikan Siswa

Puan Maharani Minta Nadiem Tak Buru-buru Ganti UN: Jangan Sampai Merugikan Siswa

Nasional
Gibran Daftar Pilkada Solo, PDI-P Sebut Megawati Akan Beri Atensi Khusus

Gibran Daftar Pilkada Solo, PDI-P Sebut Megawati Akan Beri Atensi Khusus

Nasional
Kemendagri Minta KPU Patuhi Putusan MK soal Pencalonan Eks Koruptor

Kemendagri Minta KPU Patuhi Putusan MK soal Pencalonan Eks Koruptor

Nasional
Ketua MPR: Partai-partai Besar Harus Jamin Wacana Amendemen UUD 1945 Tak Melenceng

Ketua MPR: Partai-partai Besar Harus Jamin Wacana Amendemen UUD 1945 Tak Melenceng

Nasional
Kasus Impor Bawang Putih, Terdakwa Penyuap Anggota DPR Dituntut 3,5 Tahun Penjara

Kasus Impor Bawang Putih, Terdakwa Penyuap Anggota DPR Dituntut 3,5 Tahun Penjara

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X