Salin Artikel

KPU: Distribusi Kotak dan Bilik Suara Sudah Hampir 50 Persen

Menurut Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi, proses distribusi sudah mendekati 50 persen. Bahkan, distribusi telah sampai ke kabupaten/kota di daerah-daerah terjauh.

"Proses distribusi saya kira sudah mendekati 50 persen. Kami cek di beberapa kabupaten/kota, sudah sampai termasuk di daerah terjauh dan sekarang sudah masuk gudang KPU kabupaten/kota," kata Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (1/11/2018).

Sementara itu, logistik pemilu lainnya sampai saat ini belum selesai diproduksi, termasuk surat suara.

Pramono mengatakan, pihaknya tengah menghitung kebutuhan jumlah surat suara. Nantinya, surat suara yang akan diproduksi jumlahnya disesuaikan dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) ditambah 2 persen sebagai cadangan.

"Untuk pengadaan yang dilakukan KPU kami berpedoman pada Pasal 344 (Undang-Undang nomor 7 tahun 2017). Jadi yang kami produksi jumlah DPT ditambah 2 persen cadangan," jelas Pramono.

Pengadaan surat suara akan dilelang dalam waktu dekat. Jumlah surat suara yang akan dicantumkan saat lelang berdasar pada DPT hasil perbaikan I yang sebelumnya ditetapkan pada 16 September 2018.

Di samping surat suara, KPU juga tengah menyiapkan produksi logistik lainnya seperti segel, tinta, sampul, hologram pemilu.

Ditargetkan, proses produksi dan distribusi seluruh logistik selesai pada 30 November 2018.

"Kami targetkan 6 item logistik 30 November sudah selesai sehingga 2019 kami hanya fokus pada surat suara dan kelengkapan TPS" kata Pramono.

https://nasional.kompas.com/read/2018/11/02/14322531/kpu-distribusi-kotak-dan-bilik-suara-sudah-hampir-50-persen

Terkini Lainnya

Maksud di Balik Keinginan Prabowo Bentuk 'Presidential Club'...

Maksud di Balik Keinginan Prabowo Bentuk "Presidential Club"...

Nasional
Resistensi MPR Usai PDI-P Harap Gugatan PTUN Bikin Prabowo-Gibran Tak Dilantik

Resistensi MPR Usai PDI-P Harap Gugatan PTUN Bikin Prabowo-Gibran Tak Dilantik

Nasional
“Presidential Club” Butuh Kedewasaan Para Mantan Presiden

“Presidential Club” Butuh Kedewasaan Para Mantan Presiden

Nasional
Prabowo Dinilai Bisa Bentuk 'Presidential Club', Tantangannya Ada di Megawati

Prabowo Dinilai Bisa Bentuk "Presidential Club", Tantangannya Ada di Megawati

Nasional
Bantah Bikin Partai Perubahan, Anies: Tidak Ada Rencana Bikin Ormas, apalagi Partai

Bantah Bikin Partai Perubahan, Anies: Tidak Ada Rencana Bikin Ormas, apalagi Partai

Nasional
Luhut Minta Prabowo Tak Bawa Orang “Toxic” ke Pemerintahan, Cak Imin: Saya Enggak Paham Maksudnya

Luhut Minta Prabowo Tak Bawa Orang “Toxic” ke Pemerintahan, Cak Imin: Saya Enggak Paham Maksudnya

Nasional
Jawaban Cak Imin soal Dukungan PKB untuk Anies Maju Pilkada

Jawaban Cak Imin soal Dukungan PKB untuk Anies Maju Pilkada

Nasional
[POPULER NASIONAL] Prabowo Ingin Bentuk 'Presidential Club' | PDI-P Sebut Jokowi Kader 'Mbalelo'

[POPULER NASIONAL] Prabowo Ingin Bentuk "Presidential Club" | PDI-P Sebut Jokowi Kader "Mbalelo"

Nasional
Kualitas Menteri Syahrul...

Kualitas Menteri Syahrul...

Nasional
Tanggal 6 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 6 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Prabowo Pertimbangkan Saran Luhut Jangan Bawa Orang 'Toxic' ke Pemerintahan

Prabowo Pertimbangkan Saran Luhut Jangan Bawa Orang "Toxic" ke Pemerintahan

Nasional
Berkunjung ke Aceh, Anies Sampaikan Salam dari Pimpinan Koalisi Perubahan

Berkunjung ke Aceh, Anies Sampaikan Salam dari Pimpinan Koalisi Perubahan

Nasional
Komnas KIPI: Kalau Saat Ini Ada Kasus TTS, Bukan karena Vaksin Covid-19

Komnas KIPI: Kalau Saat Ini Ada Kasus TTS, Bukan karena Vaksin Covid-19

Nasional
Jika Diduetkan, Anies-Ahok Diprediksi Bakal Menang Pilkada DKI Jakarta 2024

Jika Diduetkan, Anies-Ahok Diprediksi Bakal Menang Pilkada DKI Jakarta 2024

Nasional
Jokowi Perlu Kendaraan Politik Lain Usai Tak Dianggap PDI-P

Jokowi Perlu Kendaraan Politik Lain Usai Tak Dianggap PDI-P

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke