Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Alasan Demokrat Pilih Peserta Konvensi Jadi Jurkam

Kompas.com - 12/03/2014, 15:36 WIB
Sabrina Asril

Penulis


SURABAYA, KOMPAS.com
- Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Max Sopacua mengatakan, pihaknya membutuhkan para peserta konvensi dalam kampanye terbuka yang mulai dilakukan pekan depan. Menurut Max, hal itu membuktikan bahwa pihaknya tak membedakan kader atau non-kader dalam menentukan juru kampanye nasional (jurkamnas).

"Terlepas dari seberapa kuat mereka, mereka adalah figur. Mereka bicara sebagai capres, dan orang-orang mengetahui bahwa mereka adalah capres Demokrat. Benefit-nya di situ," ujar Max saat dihubungi, Rabu (12/3/2014).

Partai Demokrat menetapkan beberapa peserta konvensi capres Partai Demokrat sebagai juru kampanyenya seperti Pramono Edhie Wibowo, Dahlan Iskan, dan Endriartono Sutarto.

Max mengetahui banyak pro dan kontra terkait pemilihan nama peserta konvensi yang dijadikan jurkamnas Partai Demokrat itu, terutama Dahlan dan Endriartono yang bukan merupakan kader Demokrat.

"Jurkam kan tidak terbatas pada orang dalam saja. Orang luar juga welcome. Dahlan itu punya elektabilitas yang bagus, jadi diikutsertakan," ujarnya.

Selain itu, Max menjelaskan bahwa visi dan misi para peserta konvensi ini juga serupa dengan yang dimiliki Partai Demokrat. Sehingga, Max berkeyakinan tak akan ada masalah jika peserta konvensi menjadi jurkam Demokrat.

"Acuan mereka juga sama dengan acuan pak SBY," imbuh anggota Komisi I DPR itu.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menetapkan tanggal 16 Maret-5 April adalah masa kampanye terbuka. Demokrat juga mulai mempersiapkan juru kampanyenya. Selain peserta konvensi capres Partai Demokrat, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono juga akan turun mengisi acara-acara kampanye akbar Demokrat.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Polri Sita Aset Senilai Rp 432,2 Miliar Milik Gembong Narkoba Fredy Pratama

Polri Sita Aset Senilai Rp 432,2 Miliar Milik Gembong Narkoba Fredy Pratama

Nasional
Pesawat Super Hercules Kelima Pesanan Indonesia Dijadwalkan Tiba di Indonesia 17 Mei 2024

Pesawat Super Hercules Kelima Pesanan Indonesia Dijadwalkan Tiba di Indonesia 17 Mei 2024

Nasional
Daftar Sementara Negara Peserta Super Garuda Shield 2024, dari Amerika hingga Belanda

Daftar Sementara Negara Peserta Super Garuda Shield 2024, dari Amerika hingga Belanda

Nasional
Profil Haerul Amri, Legislator Fraksi Nasdem yang Meninggal Ketika Kunker di Palembang

Profil Haerul Amri, Legislator Fraksi Nasdem yang Meninggal Ketika Kunker di Palembang

Nasional
Demokrat Minta Golkar, Gerindra, PAN Sepakati Usung Khofifah-Emil Dardak di Pilkada Jatim 2024

Demokrat Minta Golkar, Gerindra, PAN Sepakati Usung Khofifah-Emil Dardak di Pilkada Jatim 2024

Nasional
SYL Beli Lukisan Sujiwo Tejo Rp 200 Juta Pakai Uang Hasil Memeras Anak Buah

SYL Beli Lukisan Sujiwo Tejo Rp 200 Juta Pakai Uang Hasil Memeras Anak Buah

Nasional
Anggota Komisi X DPR Haerul Amri Meninggal Saat Kunjungan Kerja

Anggota Komisi X DPR Haerul Amri Meninggal Saat Kunjungan Kerja

Nasional
Polri Desak Kepolisian Thailand Serahkan Fredy Pratama ke Indonesia Jika Tertangkap

Polri Desak Kepolisian Thailand Serahkan Fredy Pratama ke Indonesia Jika Tertangkap

Nasional
Jokowi Sebut 3 Hal yang Ditakuti Dunia, Wamenkeu Beri Penjelasan

Jokowi Sebut 3 Hal yang Ditakuti Dunia, Wamenkeu Beri Penjelasan

Nasional
Soal 'Presidential Club', Djarot PDI-P: Pak Prabowo Kurang Pede

Soal "Presidential Club", Djarot PDI-P: Pak Prabowo Kurang Pede

Nasional
Polri Serahkan Kasus TPPU Istri Fredy Pratama ke Kepolisian Thailand

Polri Serahkan Kasus TPPU Istri Fredy Pratama ke Kepolisian Thailand

Nasional
Evaluasi Arus Mudik, Jokowi Setuju Kereta Api Jarak Jauh Ditambah

Evaluasi Arus Mudik, Jokowi Setuju Kereta Api Jarak Jauh Ditambah

Nasional
Prajurit TNI AL Tembak Sipil di Makassar, KSAL: Proses Hukum Berjalan, Tak Ada yang Kebal Hukum

Prajurit TNI AL Tembak Sipil di Makassar, KSAL: Proses Hukum Berjalan, Tak Ada yang Kebal Hukum

Nasional
Demokrat Tak Keberatan PKS Gabung Pemerintahan ke Depan, Serahkan Keputusan ke Prabowo

Demokrat Tak Keberatan PKS Gabung Pemerintahan ke Depan, Serahkan Keputusan ke Prabowo

Nasional
Polri Tangkap 28.861 Tersangka Kasus Narkoba, 5.049 di Antaranya Direhabilitasi

Polri Tangkap 28.861 Tersangka Kasus Narkoba, 5.049 di Antaranya Direhabilitasi

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com