Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hakim Peringatkan Saksi Kasus BTS 4G Bisa Jadi Tersangka karena Beri Jawaban Berbeda di Sidang

Kompas.com - 29/08/2023, 21:56 WIB
Irfan Kamil,
Novianti Setuningsih

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua majelis yang memimpin sidang perkara dugaan korupsi proyek penyediaan menara base transceiver station (BTS) 4G, Fahzal Hendri memperingatkan Direktur PT Bintang Komunikasi Utama, Rohadi berpotensi menjadi tersangka.

Peringatan itu disampaikan hakim dalam sidang lanjutan perkara BTS 4G dan infrastruktur pendukung 1, 2, 3, 4, dan 5 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa (29/8/2023).

Peristiwa ini bermula ketika Rohadi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) sebagai saksi, mengakui bahwa dirinya pernah memberikan uang Rp 75 miliar kepada Direktur Utama PT Basis Utama Prima (BUP), Muhammad Yusrizki.

Proyek yang menghabiskan dana triliunan rupiah ini dikelola oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) tahun 2020-2022.

Baca juga: Hakim Cecar Saksi soal Pemberian Uang Rp 5 Miliar ke Terdakwa Kasus BTS 4G, Irwan Hermawan

"Saudara kenal dengan Yusrizki?" tanya jaksa dalam sidang, Selasa.

"Kenal," jawab Rohadi.

"Pernah memberikan uang kepada Yusrizki Pak?" tanya jaksa lagi.

"Pernah," jawab Rohadi.

"Berapa?" tanya jaksa.

"Totalnya kurang lebih Rp 75 miliar," jawab Rohadi.

Usai Rohadi mengakui adanya pemberian uang kepada Yusrizki. Jaksa pun terus mendalami peruntukan uang tersebut.

Baca juga: Sebut Proyek BTS 4G Terlalu Dipaksakan, Hakim Nilai Tak Ada Merah Putih di Dada Para Pejabatnya

 

Petinggi PT Bintang Komunikasi Utama ini pun mengungkapkan bahwa uang itu diberikan setelah dirinya mendapatkan keuntungan atas proyek BTS 4G.

"Setelah kami melakukan perkejaan, itu memberikan untung yang cukup signifikan buat kami, dari keuntungan itu kemudian beliau meminta secara bertahap," kata Rohadi.

"Berapa kali Saudara berikan kepada Yusrizki Pak?" tanya jaksa.

"Kurang lebih sebanyak 10 kali," jawab Rohadi.

Halaman:


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com