Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Putaran Dua Pilkada DKI, PPP Buka Kemungkinan Dukung Calon Lain

Kompas.com - 16/02/2017, 12:40 WIB
Dani Prabowo

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Persatuan Pembangunan membuka kemungkinan mendukung salah satu pasang calon yang akan maju pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.

Pada Pilkada DKI, PPP berkoalisi dengan Demokrat dan dua partai lainnya mengusung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

Berdasarkan hitung cepat sejumlah lembaga, Agus-Sylviana menempati urutan ketiga sehingga tidak akan maju pada putaran kedua.

"Tentu tidak tertutup, meski juga bisa ambil sikap netral secara organisasi dan menyerahkan sepenuhnya kepada konstituen PPP untuk menentukan pilihan berikutnya berdasarkan prinsip akhlaqul-karimah," kata Sekjen DPP PPP Arsul Sani kepada Kompas.com, Kamis (16/2/2017).

Untuk menentukan langkah selanjutnya, PPP masih menunggu hasil resmi penghitungan suara yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Kami musyawarah dulu dengan struktur dan para pemangku kepentingan partai yang utama, seperti para alim ulama dan tokoh senior partai," ujar dia.

Ia menambahkan, dalam mendukung calon pada Pilkada DKI, PPP tidak akan "mengekor" partai lain.

"Sikap PPP akan terbentuk dari hasil musyawarah para primary stakeholder-nya karena PPP, ibarat perusahaan, adalah PT Tbk yang tidak ada pemegang pengendalinya," kata dia.

"Jadi, ketum dan sekjen perlu mendengar dari sebanyak mungkin pemangku kepentingan," lanjut dia.

Sebelumnya, berdasarkan hasil hitung cepat Litbang Kompas, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang sempat berada di peringkat pertama pada hasil survei awal justru merosot dalam hal perolehan suara.

Hasil akhir hitung cepat Litbang Kompas menunjukkan Agus-Sylvi hanya memperoleh 17,37 persen suara.

Sementara itu, posisi pertama dan kedua masing-masing diduduki oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dengan perolehan 42,87 persen suara, serta Anies Baswedan-Sandiaga Uno dengan perolehan 39,76 persen suara.

Kompas TV Juru bicara dan ketua timses dari tiga pasangan calon kandidat gubernur dan wakil gubernur angkat bicara soal hasil suara sementara versi quick count
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

PPATK Ungkap Lebih dari 1.000 Anggota Legislatif Main Judi Online

PPATK Ungkap Lebih dari 1.000 Anggota Legislatif Main Judi Online

Nasional
Bawaslu Luncurkan Posko Kawal Hak Pilih Pilkada Serentak 2024

Bawaslu Luncurkan Posko Kawal Hak Pilih Pilkada Serentak 2024

Nasional
KY Terima Laporan KPK terhadap Majelis Hakim Perkara Gazalba Saleh

KY Terima Laporan KPK terhadap Majelis Hakim Perkara Gazalba Saleh

Nasional
Belum Sentuh Bandar, Satgas Pemberantasan Judi Online Dianggap Mengecewakan

Belum Sentuh Bandar, Satgas Pemberantasan Judi Online Dianggap Mengecewakan

Nasional
Mempermainkan Hukum sebagai Senjata Politik

Mempermainkan Hukum sebagai Senjata Politik

Nasional
KPK Duga Korupsi Bansos Presiden Rugikan Negara Lebih dari Rp 50 Miliar

KPK Duga Korupsi Bansos Presiden Rugikan Negara Lebih dari Rp 50 Miliar

Nasional
Jadi Tersangka Korupsi, Eks Sestama Basarnas Mundur dari Kepala Baguna PDI-P

Jadi Tersangka Korupsi, Eks Sestama Basarnas Mundur dari Kepala Baguna PDI-P

Nasional
KY Prioritaskan Laporan KPK terhadap Majelis Hakim yang Bebaskan Gazalba Saleh

KY Prioritaskan Laporan KPK terhadap Majelis Hakim yang Bebaskan Gazalba Saleh

Nasional
PPATK Catat Perputaran Dana terkait Pemilu 2024 Senilai Rp 80,1 T

PPATK Catat Perputaran Dana terkait Pemilu 2024 Senilai Rp 80,1 T

Nasional
Anggota DPR Sebut PPATK Macan Ompong karena Laporan Tak Ditindaklanjuti Penegak Hukum

Anggota DPR Sebut PPATK Macan Ompong karena Laporan Tak Ditindaklanjuti Penegak Hukum

Nasional
KPK Sebut Kasus Bansos Presiden Terungkap Saat OTT Kemensos yang Seret Juliari

KPK Sebut Kasus Bansos Presiden Terungkap Saat OTT Kemensos yang Seret Juliari

Nasional
PDN Diretas, Ombudsman: Yang Produksi Ransomware Ini Harus Dicari dan Ditangkap

PDN Diretas, Ombudsman: Yang Produksi Ransomware Ini Harus Dicari dan Ditangkap

Nasional
KPK Duga Pengadaan Lahan di Rorotan oleh Perumda Sarana Jaya Rugikan Negara Rp 200 Miliar

KPK Duga Pengadaan Lahan di Rorotan oleh Perumda Sarana Jaya Rugikan Negara Rp 200 Miliar

Nasional
Kasus Rekayasa Jual Beli Emas Budi Said, Kejagung Periksa 3 Pegawai Pajak

Kasus Rekayasa Jual Beli Emas Budi Said, Kejagung Periksa 3 Pegawai Pajak

Nasional
Menko PMK Sebut Pinjamkan Nomor Rekening ke Pelaku Judi 'Online' Bisa Dipidana

Menko PMK Sebut Pinjamkan Nomor Rekening ke Pelaku Judi "Online" Bisa Dipidana

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com