Mendikbud Sudah Laporkan Hasil Investigasi UN ke Presiden - Kompas.com

Mendikbud Sudah Laporkan Hasil Investigasi UN ke Presiden

Kompas.com - 13/05/2013, 23:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh menegaskan telah melaporkan hasil investigasi sementara terkait kacaunya penyelenggaraan dan penundaan ujian nasional (UN) 2013 untuk SMA/SMK sederajat di sejumlah daerah kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Laporan disampaikan secara lisan.

Setelah dilaporkan, Nuh mengatakan, Presiden juga memberikan arahan kepadanya untuk memublikasikannya segera kepada publik.

"Saya sudah laporkan secara lisan kepada presiden, temuan dari inspektorat jenderal. (Arahan dari Presiden), sampaikan ke publik," ungkapnya di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (13/5/2013).

Ada empat temuan Inspektorat Jenderal sebagai alasan kacaunya penyelenggaraan UN 2013 yang disampaikan Nuh kepada Presiden. Pertama, ada keterlambatan penyusunan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) yang baru rampung 13 Maret. Akibatnya, kontrak dengan perusahaan baru bisa dilakukan 15 Maret.

Kedua, lanjut Nuh, ada kelemahan dalam managemen pengelolaan UN yang dilaksanakan Badan Standar Nasional Pendidikan bekerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdiknas, serta perguruan tinggi.

"Di situ ada kelemahan mengelola termasuk antisipasi adanya keterlambatan itu. Dari enam perusahaan yang mencetak, satu yang terlambat," tuturnya.

Temuan ketiga adalah lemahnya komitmen dan tanggung jawab pihak percetakan, yakni PT Ghalia Indonesia Printing. Keempat, adanya kelemahan di pengawasan Kemdikbud.

Nuh mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil investigasi dari sisi pengadaan. Kemungkinan, kata dia, investigasi rampung satu sampai dua pekan ke depan. Pihaknya akan terlebih dulu melihat hasil investigasi tersebut untuk menentukan sanksi untuk PT Ghalia.

Nuh menambahkan, ia juga akan segera melaporkan secara resmi permintaan pengunduran diri Kepala Balitbang Kemdiknas Khairil Anwar Notodiputro kepada Presiden. Pengunduran diri itu terkait kasus penundaan UN di 11 Provinsi.

"Eselon I kan yang mengangkat dan memberhentikan adalah beliau (Presiden). Selama proses ini masih berjalan, beliau (Khairil) bekerja seperti biasa. Tentu nanti ada sanksi untuk eselon II dan seterusnya sesuai rekomendasi inspektorat. Tapi sekarang kan belum selesai (investigasi)," pungkas Nuh.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorCaroline Damanik
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Atap SDN di Probolinggo Ambruk, Diduga karena Penyelewengan Pembangunan

    Atap SDN di Probolinggo Ambruk, Diduga karena Penyelewengan Pembangunan

    Regional
    Tiga Korban Jatuhnya Cetakan Beton Tol Becakayu Alami Patah Tulang

    Tiga Korban Jatuhnya Cetakan Beton Tol Becakayu Alami Patah Tulang

    Megapolitan
    Pemerintah Moratorium Pengerjaan Proyek Tol Layang

    Pemerintah Moratorium Pengerjaan Proyek Tol Layang

    Megapolitan
    Geng Kriminal di Malaysia Tertangkap, Aset Rp 15 Miliar Dibekukan

    Geng Kriminal di Malaysia Tertangkap, Aset Rp 15 Miliar Dibekukan

    Internasional
    KPK Periksa Made Oka Masagung yang Diduga Perantara Suap untuk Setya Novanto

    KPK Periksa Made Oka Masagung yang Diduga Perantara Suap untuk Setya Novanto

    Nasional
    Ini Identitas 7 Korban Jatuhnya Cetakan Beton Proyek Tol Becakayu

    Ini Identitas 7 Korban Jatuhnya Cetakan Beton Proyek Tol Becakayu

    Megapolitan
    YLKI Minta Pemerintah Bentuk Tim untuk Audit Proyek Infrastruktur

    YLKI Minta Pemerintah Bentuk Tim untuk Audit Proyek Infrastruktur

    Megapolitan
    Jalan Mampang Arah Kuningan Digenangi Air, Lalu Lintas Tersendat

    Jalan Mampang Arah Kuningan Digenangi Air, Lalu Lintas Tersendat

    Megapolitan
    Rambut George Washington Ditemukan Terselip di Buku

    Rambut George Washington Ditemukan Terselip di Buku

    Internasional
    Hadiri Kegiatan Calon Bupati, Camat di Magelang Dapat Peringatan Keras

    Hadiri Kegiatan Calon Bupati, Camat di Magelang Dapat Peringatan Keras

    Regional
    'Dikeroyok' 10 Partai, Calon Petahana Wali Kota Makassar Optimistis Menang

    "Dikeroyok" 10 Partai, Calon Petahana Wali Kota Makassar Optimistis Menang

    Regional
    Makam Leluhur Diterjang Longsor, KNPI Protes Pengeboran Geotermal

    Makam Leluhur Diterjang Longsor, KNPI Protes Pengeboran Geotermal

    Regional
    Jokowi Lantik 17 Duta Besar, dari Muliaman Hadad hingga Todung Mulya Lubis

    Jokowi Lantik 17 Duta Besar, dari Muliaman Hadad hingga Todung Mulya Lubis

    Nasional
    Rusaknya Fasilitas GBK dan Pertimbangan Panitia Piala Presiden Tempuh Jalur Hukum

    Rusaknya Fasilitas GBK dan Pertimbangan Panitia Piala Presiden Tempuh Jalur Hukum

    Megapolitan
    Protes Aturan Senjata, Para Pelajar Berbaring di Depan Gedung Putih

    Protes Aturan Senjata, Para Pelajar Berbaring di Depan Gedung Putih

    Internasional

    Close Ads X