Verifikasi Faktual Dua Parpol Lapor ke Bawaslu Jatim - Kompas.com

Verifikasi Faktual Dua Parpol Lapor ke Bawaslu Jatim

Kompas.com - 26/12/2012, 23:50 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) serta Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN), melapor ke Badan Pengawas Pemilu Jawa Timur, terkait hasil verifikasi faktual. Sebelumnya, dua parpol ini dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh Komisi Pemilihan Umum Jatim.

Dari 16 parpol yang mengikuti verifikasi faktual tahap awal di Jatim, terdapat tiga partai politik yang dinyatakan oleh KPU tidak memenuhi syarat yakni Partai Demokrasi Pembaruan (PDP), PKPI, dan PPRN. Setelah itu, terdapat 18 parpol lain yang mengikuti verifikasi faktual tahap selanjutnya.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim, Sufyanto, Rabu (26/12/2012), mengatakan, materi yang dilaporkan oleh PKPI adalah keberatan terhadap verifikasi faktual keanggotaan yang dilakukan KPU Kabupaten Sidoarjo dan KPU Kabupaten Trenggalek. Adapun materi laporan PPRN adalah keberatan atas verifikasi faktual keanggotaan oleh KPU Kabupaten Bojonegoro, KPU Kabupaten Madiun, KPU Kota Blitar, dan KPU Kota Batu.

"Laporan disampaikan ke Bawaslu Senin (24/12/2012) lalu, maka pada hari itu juga langsung diputuskan dalam rapat pleno untuk ditindak lanjuti melalui proses klarifikasi sebelum dibuat kajian pelaporannya," ujar Sufyanto.

Selanjutnya, kata Sufyanto, Bawaslu Jatim telah mengundang pihak-pihak yang terlibat itu dan melakukan klarifikasi pada Selasa (25/12/2012) kepada pelapor yakni dari pengurus PKPI dan PPRN juga kepada pihak terlapor KPU kabupaten/kota setempat.

Bawaslu juga telah menyampaikan undangan klarifikasi kepada KPU Jawa Timur yang dijadwalkan pada Selasa (25/12/2012), namun pihak KPU tidak hadir. Bawaslu kemudian menjadwal ulang klarifikasi tersebut.


EditorAgus Mulyadi
Komentar

Terkini Lainnya

Elektabilitas Jokowi Turun, PDI-P Akui Sektor Ekonomi Belum Optimal

Elektabilitas Jokowi Turun, PDI-P Akui Sektor Ekonomi Belum Optimal

Nasional
Dituding Penyebab Banjir, PGE Membantah dan Mengaku Juga Jadi Korban

Dituding Penyebab Banjir, PGE Membantah dan Mengaku Juga Jadi Korban

Regional
Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Internasional
Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Megapolitan
Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Nasional
Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Regional
Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Regional
Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Regional
Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Nasional
Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Megapolitan
Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Internasional
'Underpass' Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

"Underpass" Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

Megapolitan
Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Internasional
Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Regional
Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Nasional

Close Ads X