Sabtu, 26 Juli 2014

News / Regional

KENDAL

Bupati Pusing, Banyak Guru PNS Cerai

Kamis, 13 Desember 2012 | 20:30 WIB

KENDAL, KOMPAS.com — Tingkat perceraian pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, tergolong tinggi. Sepanjang tahun 2012 ini, ada 15 PNS yang bercerai. Adapun yang mengajukan cerai lebih banyak lagi.

Bupati Kendal Widya Kandi Susanti mengaku pusing dengan permintaan izin perceraian PNS Kendal. Oleh sebab itu, tugas tersebut dilimpahkannya kepada Wakil Bupati Mustamsikin.

"Guru menempati urutan pertama dalam perceraian," kata Widya Kandi Susanti, Kamis (13/12/2012).

Widya menjelaskan, banyaknya guru yang bercerai terjadi karena adanya perubahan gaya hidup dari guru. Salah satunya karena sekarang ini banyak guru bersertifikasi dengan gaji besar. "Pendapatan atau gaji telah mempengaruhi gaya hidup guru," tambahnya.

Widya meminta, uang sertifikasi sebaiknya digunakan untuk menunjang karier guru. Dengan demikian, guru lebih berprestasi dan bisa menciptakan anak didik yang baik dan pintar, yang bisa membawa nama harum Kabupaten Kendal pada khususnya.

Untuk itu, guna menunjang kariernya, uang sertifikasi bisa untuk membeli laptop, buku-buku, atau berkuliah lagi. "Kalau sisa, baru untuk menambah keperluan keluarga," lanjutnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kendal, Muryono, menjelaskan, hingga tengah Desember tahun 2012 ini, ada delapan guru yang sudah bercerai. Guru TK dua orang, SD lima orang, dan SMP ada satu orang.

"Ini mungkin disebabkan karena gaji guru sekarang besar sehingga mempengaruhi gaya hidupnya," kata Muryono pula.

Untuk menekan perceraian guru, kata Muryono, pihaknya terus melakukan penyuluhan. Bahkan tanggal 11 Desember kemarin, telah dilakukan rapat kerja yang diikuti oleh semua kepala sekolah. Tujuannya, selain untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Kendal, juga untuk memberi pengarahan agar guru bisa menjadi pendidik yang baik.

"Jumlah guru di Kabupaten Kendal ada sekitar 9.000 orang. Kalau dipersentasikan dengan guru yang tidak bercerai, tentu sangat sedikit. Namun sangat lebih baik, kalau guru bisa membangun dan menjaga keutuhan keluarganya," lanjutnya. 


Penulis: Kontributor Kendal, Slamet Priyatin
Editor : Glori K. Wadrianto