Sabtu, 25 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 25 Mei 2013 | 05:22 WIB
Terorisme
Ansyaad Mbai Ingatkan Pengamat Terorisme
Penulis : Aditya Revianur | Senin, 10 September 2012 | 09:22 WIB
|
Share:
Ansyaad Mbai Ingatkan Pengamat Terorisme KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai didampingi oleh Kepala BIN Marciano Norman memberikan keterangan pers di Kementerian Politik Hukum dan Keamanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Minggu (9/9/2012). Keterangan pers ini berkaitan dengan terjadinya ledakan bom rakitan di sebuah panti asuhan yatim piatu di Jalan Nusantara Raya, Beji, Depok, Jawa Barat, pada 8 September. Diduga panti tersebut merupakan kedok untuk menutupi kegiatan perakitan bom di dalam rumah.

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai mengingatkan para pengamat terorisme untuk tidak memberikan pendapat atau pembelaan kepada para pelaku teror. Menurutnya, hal ini akan meresahkan masyarakat. 

"Pengamat teroris yang keblinger itu sama saja dengan teroris. Pengamat teroris itu bersuara layaknya sebagai pengacara teroris. Saya tegaskan lagi, jadi pengacara teroris dengan jalan seperti itu sama saja dengan teroris," ujar Mbai di kantor Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan di Jakarta, Minggu (9/9/2012).

Ia menilai, pendapat para pengamat cenderung memperkeruh keadaan. Salah satunya, kata dia, pendapat yang menganalisis teror di Solo yang tak sesuai dengan fakta di lapangan. Sebaiknya, Mbai mengatakan, sebelum mengeluarkan pernyataan kepada publik, hendaknya para pengamat menyampaikan sesuatu berdasarkan sumber data yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Jika mereka tidak mau dibilang pengacara teroris dan bagian teroris maka harusnya profesional dong. Langsung tinjau TKP dan mengumpulkan data, jangan jadi pengamat di belakang meja yang asal bunyi seperti itulah," ujarnya.

Namun, pernyataan Mbai ini tidak menyebut siapa pengamat yang dimaksudnya. Hanya saja, beberapa waktu lalu, menanggapi terjadinya sejumlah aksi teror di Solo, Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane mengungkapkan tiga kejanggalan terkait aksi tersebut. Pendapat Neta ini langsung dibantah oleh pihak kepolisian.

Berita terkait aksi teror dapat diikuti dalam topik "Teroris Solo" dan "Ledakan di Depok"

Editor :
Inggried Dwi Wedhaswary