Sabtu, 1 November 2014

News / Regional

Bupati Sampang: Orang Jakarta Jangan Asal Bicara

Jumat, 31 Agustus 2012 | 16:50 WIB

Terkait

SAMPANG, KOMPAS.com -- Lima hari bungkam soal peristiwa kerusuhan di Desa Karang Gayam dan Desa Bluuran, Kabupaten Sampang Minggu lalu, akhirnya Bupati Sampang Noer Tjahja angkat bicara. Noer menggelar konferensi pers, Jumat (31/8/2012) didampingi anggota Komisi III DPR, Ketua PWNU Jawa Timur Mutawakkil Alallah, ulama se-Madura, MUI Sampang dan jajaran forum pimpinan daerah.

Noer Tjahja menjelaskan, dirinya diam tidak bicara soal peristiwa kerusuhan karena melihat komentar orang-orang yang ada di Jakarta dan di semua media tidak ada yang benar.

"Mereka itu tidak tahu inti persoalan di Sampang, jadi jangan sembarangan bicara biar tidak menjadi provokasi. Jadi saya minta kepada orang-orang di Jakarta untuk diam," ungkapnya berapi-api.

Lebih lanjut, kata Noer, konflik yang terjadi di Sampang bukanlah persoalan antara Syiah dan Sunni. Yang mengatakan konflik itu berlatar agama antara Sunni-Syiah sama saja dengan provokator. Orang yang tidak pernah tahu Sampang, kata Noer, jangan asal bicara di media soal Sampang karena mereka hanya mengira-ngira saja.

"Yang pernah dan datang ke lokasi saja jangan gampang komentar," kilahnya.

Noer menguraikan, awal konflik itu karena kedatangan Tajul dengan membawa ajaran baru. Ajarannya itu kemudian meresahkan warga yang sebelumnya hidup tentram. "Jadi tidak ada Syiah-Sunni di balik peristiwa ini, yang ada hanya ajarannya Tajul sama Rois yang menyesatkan," tandasnya.


Penulis: Kontributor Pamekasan, Taufiqurrahman
Editor : Farid Assifa