Senin, 21 April 2014

News /

Waspadai Pasar Tumpah

Rabu, 18 Juli 2012 | 03:05 WIB

Baca juga

Semarang, Kompas - Sekitar 20 pasar tumpah di jalur pantai utara dan jalur tengah wilayah Jawa Tengah berpotensi mengganggu kelancaran arus mudik Lebaran 2012. Pihak terkait perlu menyiapkan rambu-rambu tersendiri terkait keberadaan pasar tumpah tersebut.

”Pasar tumpah selalu jadi persoalan klasik setiap kali masa mudik. Jika pemerintah daerah tidak mampu membenahinya, tentu saja akan menghambat kelancaran arus kendaraan saat mudik nanti,” kata anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah, Sasmito, Selasa (17/7), di Semarang, Jawa Tengah.

Pasar tumpah yang dimaksud tersebar di sepanjang BrebesKendal, mulai dari arah barat, yaitu Pasar Losari, Pasar Klampok, Pasar Bulakamba, hingga pasar induk bawang di wilayah Kabupaten Brebes.

Pasar tumpah juga terdapat di Krandon (Kota Tegal), Pasar Surodadi di Kabupaten Tegal, Pasar Pemalang di Kota Pemalang, serta Pasar Cepiring di Kendal.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Provinsi Jawa Tengah Urip Sihabudin menjelaskan, pasar tumpah masih belum dapat ditertibkan. Meski begitu, pihaknya akan menyiapkan rambu-rambu khusus supaya kegiatan pasar tidak mengganggu arus lalu lintas.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Jawa Tengah Lucki Widyantoro mengemukakan, perbaikan dan pelebaran jalan dilakukan mulai Prupuk (Slawi) sampai Banyumas.

Pembenahan terminal bus di Kabupaten Semarang menjelang Lebaran dilakukan dengan dana yang terbatas. Perbaikan menyeluruh baru dapat dilakukan setelah Lebaran menyusul disahkannya APBD perubahan.

Di Terminal Bawen, yang menjadi terminal transit dari Kota Semarang menuju Solo, Yogyakarta, Wonosobo, hingga Purwokerto, misalnya, perbaikan dilakukan sebatas menambal jalan yang berlubang. Kegiatan itu dilakukan dengan dana Rp 10 juta.

Kepala Terminal Bawen Dwi Riyanto mengungkapkan, perbaikan jalan berlubang diselesaikan selama 24 jam penuh.

Terminal bus yang menjadi tempat perpindahan penumpang menuju sejumlah jurusan itu dilalui rata-rata 400 bus angkutan antarkota dalam provinsi, bus antarkota antarprovinsi, dan angkutan perdesaan. Jumlah penumpang yang naik turun di terminal itu rata-rata 10.000-12.000 orang per hari atau 350.000 orang per bulan.(WHO/UTI/CHE)


Editor :