Minggu, 20 April 2014

News / Edukasi

Pendidik Gelar Tour Sepeda di Kalimantan

Senin, 18 Juni 2012 | 09:51 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com - Menyambut Rio+20 Summit (KTT Bumi) 20-29 Juni 2012 di Rio De Janeiro Brasil, Perkumpulan Sepeda Sekolah Indonesia (SSI) melakukan gebrakan. Menggandeng Ikatan Guru Indonesia (IGI), Perkumpulan SSI akan melakukan perjalanan bersepeda sepanjang kurang lebih 200 km di Kalimantan bertajuk "Rio+20 Trans Kalimantan ESD-Bicycle Touring."

Tim beranggotakan lima peserta inti yang terdiri atas pegiat pendidikan, ibu rumah tangga, pakar sepeda, dan profesional pesepeda. Tim yang akan bersepeda selama lima hari memulai perjalanan dari kantor Pertamina Foundation, Simprug, Jakarta, Senin (18/6/2012) ini. Dari Jakarta tim naik pesawat menuju Banjarmasin.

Persis di jembatan sungai Barito, Tim mulai start bersepeda dengan menyeberang jembatan menyusuri jalan Trans-Kalimantan. Kota-kota yang ditempuh adalah Jembatan Barito Banjarmasin (19/6)-Kuala Kapuas ±38 km, Kuala Kapuas-Pulang Pisau (pulpis) ±42 km, Pulpis-Jabiren ±38 km, Jabiren-Bereng Bengkel ±39 km, dan terakhir dari Bereng Bengkel-Palangkaraya ±16 km (23/6).Total perjalanan sepanjang sekitar ±200 Km.

"Selain bersepeda, kami ingin mempromosikan praktik pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan (education for sustainable development)," kata Dewan Pembina IGI Ahmad Rizali. Praktik pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan menjadi tema inti perjalanan setengah ekspedisi ini. Menurut Ahmad Rizali, yang juga Ketua Tim, ESD sangat penting dipahami dan diajarkan di sekolah sebagai bagian pendidikan lingkungan hidup.

"Pengajaran tidak harus teori, tetapi praktik nyata sehari-hari, misalnya tentang hemat energi, pakailah sepeda. Langit jadi biru tanpa polusi dan transportasi ramah lingkungan, yang menyehatkan," katanya. Untuk mempertegas misi ESD ini, selama perjalanan menyusuri Banjarmasin (start) hingga Palangkaraya (finish), kata Ahmad, akan digelar pelatihan ESD di sekolah-sekolah. "Kami mendatangkan pelatih khusus dari Jakarta untuk melatih pembelajaran ESD ini " tambahnya.

Ketua Perkumpulan SSI Danang Caksono mengatakan kegiatan "Rio+20 Trans Kalimantan ESD-Bicycle Touring" merupakan upaya nyata SSI dalam menyelamatkan lingkungan. "Kami mendidik dan menyelamatkan lingkungan melalui aksi nyata. Ini tugas kita semua, seluruh penduduk bumi. Kami mendukung KTT Bumi. Kami peduli nasib bumi. Saatnya berbuat demi bumi yang lebih baik," kata Danang. Menurutnya, selain melatih guru tentang pembelajaran ESD, SSI juga akan menyumbangkan sejumlah sepeda kepada siswa.

"Selama ini kami melakukan pembentukan komunitas sepeda untuk sekolah. Dalam misi ke Kalimantan ini, kami juga memberikan sepeda untuk digunakan sebagai cikal bakal terbentuknya komunitas sepeda untuk sekolah," kata Danang. Kegiatan ini didukung oleh Pertamina Foundation dengan menyediakan sebagian ongkos transport dan akomodasi. Sementara ongkos sehari-hari termasuk perlengkapan tim ditanggung masing masing peserta.

Mobilisasi sepeda dan peserta dibantu oleh IGI Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Mereka juga membantu mencarikan rumah guru atau losmen sederhana yang bisa diinapi di setiap kota. "Kami berharap kegiatan ini dapat memotivasi guru, siswa, dan semua orang untuk lebih peduli pada bumi, lingkungan dan pembelajaran berbasis lingkungan," tegas Ketua IGI Satria Dharma.


Penulis: Ester Lince Napitupulu
Editor : Fransiskus Sarong