Selasa, 22 Juli 2014

News / Regional

Polri Ingin Tangkap Hidup-hidup Pelaku Penembakan

Jumat, 15 Juni 2012 | 22:46 WIB

Berita terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian Negara Republik Indonesia ingin menangkap semua pelaku penembakan di Papua dalam kondisi hidup. Hal ini terkait dengan tewasnya MT yang diduga kuat pelaku penembakan di beberapa tempat di Papua.

"Polri sangat berkepentingan betul-betul, para tersangka ini bisa kita tangkap hidup-hidup agar nantinya dapat mengurai kasus-kasusnya, apa motifnya, siapa pelakunya, dan siapa yang menyuruh, bilamana ada aktor intelektual. Biar bisa diproses hukum untuk adanya kepastian hukum. Untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban di Papua," kata Kepala Divisi Humas Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution, Jumat (15/6/2012).

Pernyataan Saud ini sekaligus mengomentari pernyataan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) yang menduga anggota kepolisian sengaja menembak MT hingga tewas.

Saud mengatakan, penembakan terhadap MT karena dirinya melawan dan mencoba melarikan diri. Polisi akhirnya melakukan tindakan hukum untuk melumpuhkan Wakil Ketua Nasional Papua Barat itu dengan timah panas pada Kamis (14/6/2012) pagi.

Dari informasi saksi dan tersangka yang sudah ditangkap sebelumnya, MT merupakan salah satu pelaku penembakan yang pernah terjadi di Papua. Saud mengatakan, saat MT ditemukan, anggota kepolisian langsung menjelaskan bahwa tim dari Polda Papua meminta MT untuk ikut dan melakukan pemeriksaan. Namun, MT tidak bersedia, melawan, dan mencoba melarikan diri.

"Yang bersangkutan melawan dan melarikan diri. Kemudian terjadilah perburuan dan petugas lain melakukan tindakan hukum untuk melumpuhkan dengan tembakan, sehingga kritis dan dibawa ke RS Jayapura dan meninggal dunia di sana," ujar Saud.

Kepala Polda Papua Inspektur Jenderal Bigman L Tobing mengatakan, antara polisi dan MT juga terjadi perebutan senjata. Kepolisian juga menyebut saat penangkapan MT, ditemukan pistol Taurus dengan enam peluru di dalam bajunya. Ia sempat mengarahkan senjata kepada polisi sehingga personel lainnya terpaksa menembak MT.

Mendengar kematian MT, beberapa anggota kelompoknya melakukan pembakaran dan pengrusakan di Abepura. Kejadian itu menyasar pada 6 buah ruko, 3 warung, 1 buah bengkel dan 26 sepeda motor dan 4 mobil. Kelompok tersebut juga menganiaya 4 warga hingga terluka.

Seusai kejadian tersebut, polisi juga menggeledah rusunawa (rumah susun sederhana sewa) di Waena yang diduga tempat persembunyian MT. Seluruh kamar di rusunawa itu diperiksa. Polisi akhirnya menyita sejumlah barang bukti, yakni sepucuk senjata laras panjang, bendera Bintang Kejora, bom molotov, 11 parang, 3 petasan dengan panjang 3 meter, puluhan anak panah dan busurnya, 4 buah ketapel, 1 borgol, 3 tas ransel, 3 laptop, pakaian loreng, puluhan dokumen papua merdeka. Hingga saat ini, menurut keterangan Saud, polisi telah mengamankan tiga tersangka dan memintai keterangan 15 saksi.


Penulis: Dian Maharani
Editor : Laksono Hari W