Senin, 22 Desember 2014

News / Nasional

Batal Naik Sukhoi, Eks Menteri Langsung Bersujud

Rabu, 9 Mei 2012 | 22:35 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Nasib baik ternyata masih berpihak pada mantan Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa, yang juga pengusaha sekaligus politisi Partai Persatuan Pembangunan. Suharso termasuk orang yang batal naik pesawat penumpang Sukhoi Superjet 100 yang diduga kuat jatuh di sekitar Gunung Gede-Pangrango-Gunung Salak, Rabu (9/5/2012).

Ceritanya, Suharso, yang berniat membeli pesawat penumpang Sukhoi untuk jalur Indonesia timur bagian selatan, sempat naik ke dalam pesawat yang bermuatan sekitar 40 orang tersebut. Kehadiran Suharso beserta keluarga merupakan undangan dari pihak Sukhoi.

Di atas pesawat tersebut, Suharso sempat melihat kondisi fisik serta berbincang-bincang dengan perwakilan Sukhoi Rusia, pilot pesawat, dan penumpang lainnya. "Awalnya saya mau ikut terbang saja. Saat itu, saya sebenarnya ada rapat sore, tetapi belum ada konfirmasi jadi atau tidak," katanya kepada para wartawan, Rabu malam.

Namun, setelah berdiskusi dengan istri, Suharso memutuskan untuk tidak ikut serta. Istrinya beralasan, terbang bersama yang diperkirakan berlangsung beberapa puluh menit tersebut terlampau lama. Akhirnya, Suharso beserta keluarga pun meninggalkan pesawat.

Ketika itu, seorang staf Sukhoi sempat membujuknya. "Apa benar tidak mau ikut naik? Enak lho, Pak," begitu kata Suharso seraya menirukan ucapan seorang staf Sukhoi.

Sekitar satu setengah jam kemudian, Suharso memperoleh kabar bahwa pesawat yang hampir ditumpanginya tersebut kehilangan kontak. Awalnya, Suharso mengaku tak percaya. Pasalnya, hal tersebut tak ramai diberitakan media.

"Lalu sekitar pukul 16.30, saya panik begitu membaca berita. Saya duduk saja. Selepas maghrib, saya langsung sujud, bersyukur," cerita Suharso.

Suharso mengatakan tak memiliki firasat apa pun terhadap pesawat tersebut. Hanya saja, seorang staf yang mendampinginya mengaku sempat bermimpi naik pesawat yang terempas gelombang tsunami. Akibat mimpi tersebut, staf Suharso tidak berani mendekati pesawat.

Lantas, setelah kejadian ini, apakah dirinya tetap ingin membeli pesawat Sukhoi? "Lihat dulu (penyebabnya), human error atau cuaca," katanya.

Setelah peristiwa ini, ada satu pelajaran yang dipetik Suharso. "Ada hikmah yang saya ambil dari situ. Kalau kita ragu, lebih bagus jangan naik. Untuk mengonfirmasi keraguan, tidak ada salahnya menanyakan ke orang yang kita percaya," ucapnya.


Penulis: Hindra Liauw
Editor : Aloysius Gonsaga Angi Ebo