Mahasiswa Al Azhar Rela Makan Gandum - Kompas.com

Mahasiswa Al Azhar Rela Makan Gandum

Kompas.com - 03/02/2011, 19:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sehari-hari Nurbaeti (20) dan 119 rekannya di Asrama Jamiul Islamiyah, Nasr City, Mesir, memakan nasi putih dan sayur-mayur. Akan tetapi, sejak kerusuhan di Kairo, Mesir, itu terjadi, mereka memakan 'ish atau sejenis gandum yang diolah.

"Dahulu kami makan gratis, ditanggung asrama. Biasanya makan nasi yang disediakan pengelola asrama, eh, sekarang beli empat lembar dengan 1 pound Mesir," kata Nurbaeti, mahasiswi Fakultas Syariah Islamiyah Tingkat I Universitas Al Azhar, saat disambangi di Asrama Haji, Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta, Kamis (3/2/2011).

Nurbaeti menuturkan, Nasr City semacam Kampung Asia. Di sana terdapat banyak rumah makan padang, warung nasi tegal, dan pedagang bakso. Untuk memesan suatu keperluan di luar asrama, Nurbaeti pun tidak gampang melakukannya.

"Biasanya kami boleh ke luar asrama sebelum pukul 18.00. Saat situasi di luar rusuh, kami diminta menahan keperluan yang ada. Kalau perlu banget, kami menitip sama teman yang akan ke luar," ujar perempuan asli Rantau Prapat, Sumatera Utara, ini.

Bersama rekan satu kamar indekosnya, Nurbaeti mengaku berhasil pulang ke Indonesia dengan menumpang pesawat Garuda Indonesia kloter pertama, Rabu (2/2/2011). Di asramanya masih ada 118 warga negara Indonesia yang tinggal dan dikabarkan akan kembali ke Tanah Air pada kloter kedua, Jumat (4/2/2011). Nurbaeti mengaku tidak tahu kapan bisa pulang ke kampung halamannya.

"Tadinya ada rencana mau dipulangkan, tetapi malah tidak jadi. Enggak tahu kenapa," ucap Nurbaeti yang mengaku ingin kembali ke Universitas Al Azhar untuk melanjutkan kuliahnya.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorLatief

    Close Ads X
    Close [X]
    Radio Live Streaming
    Sonora FM • Motion FM • Smart FM