Rusak! 24.550 Hektar Lahan Taman Nasional Gunung Halimun - Kompas.com

Rusak! 24.550 Hektar Lahan Taman Nasional Gunung Halimun

Kompas.com - 26/06/2009, 16:40 WIB

SERANG, KOMPAS.com — Sekitar 24.550 hektar lahan di Taman Nasional Gunung Halimun (TNGH) yang terletak di Kabupaten Lebak, Banten, mengalami kerusakan, demikian dikatakan Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) Bambang Supriyantono, Jumat (26/6).

Dari jumlah tersebut, 8.550 hektar di antaranya rusak berat dan harus dilakukan rehabilitasi intensif. Menurut Bambang, sepanjang 2008 ada 11 kasus perusakan hutan konservasi.

"Tujuh kasus di antaranya sudah masuk ke pengadilan dengan jumlah pelaku 33 orang. Tiga dari seluruh kasus tersebut adalah penambangan liar, sisanya penebangan liar," katanya.

Sementara hingga Juni 2009, pihaknya menangani tiga kasus penebangan liar. "Alhamdulillah, jumlahnya menurun. Soalnya tiga kasus ini hingga pertengahan tahun. Ini juga berkat kerja sama yang baik dengan warga. Terungkapnya penebangan liar juga merupakan laporan dari warga," ujarnya.

TNGHS terletak di tiga kabupaten yakni Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Lebak. Total luas lahan TNGHS 113.357 hektar. Lahan yang berada di Kabupaten Lebak luasnya 47.000 hektar.

Sisanya berada di dua kabupaten lain. Ia mengatakan, sulit mengatasi penebangan liar atau pertambangan liar jika tidak mendapatkan bantuan dari warga karena kemampuan restorasi hutan hanya 500 sampai 800 hektar per tahun.

"Oleh karena itu, dibentuk model kampung konservasi untuk menjaga kelestarian TNGHS. Dan ini benar-benar bagus," katanya.

Saat ini, terdapat 216 petugas pengawas yang ditempatkan di 23 kecamatan wilayah TNGHS. "Idealnya satu kecamatan empat orang. Sekarang satu kecamatan baru tiga orang. Untuk di Kabupaten Lebak, petugasnya ada 26 orang," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Wilayah I Lebak TNGHS Rahmat Efendi mengatakan, terdapat sekitar enam lokasi penambangan liar di seluruh wilayah TNGHS.

"Cisoka, Cikidang, Cibeber di Kabupaten Lebak. Kemudian Cibuluh dan Pongkir di Kabupaten Bogor, serta Gunung Peti di Kabupaten Sukabumi," kata Efendi.

Editor

Close Ads X