Selasa, 2 September 2014

News / Regional

Mengurung Diri Setelah Gagal UN, Edy Akhirnya Bunuh Diri

Senin, 1 Desember 2008 | 18:16 WIB

SITUBONDO, SENIN- Ujian nasional tingkat SMA sudah tujuh bulan berlalu, tetapi bagi Edi Hartono (19), aib karena gagal UN masih terus terasa menyesakkan. Setelah mengurung diri di rumah neneknya, mantan siswa SMA di Besuki itu akhirnya bunuh diri, Senin (1/12) dini hari.

Menurut Kepala Kepolisian Sektor Besuki Ajun Komisaris Karyoto, mayat Edi kali pertama ditemukan di kamarnya oleh Asrifah, neneknya, sekitar pukul 05.00 WIB. Asrifah ingin membangunkan Edi agar segera salat subuh.

Tak diduga, tubuh Edi sudah tidak bernyawa lagi. Selanjutnya, Asrifah berteriak minta tolong. Para tetangga kemudian mendatangi rumah Asrifah yang bersebelahan dengan rumah orang tua Edi.

Karyoto menambahkan, setelah dinyatakan tidak lulus Unas, Edi memilih tinggal bersama neneknya di desa Pecinan, Besuki. "Dia memilih mengurung diri di kamar. Edi tidak mau mengulang kelas tiga maupun ikut program Kejar Paket C. Mungkin dia beranggapan gagal Unas menjadi aib," katanya.

Pihak keluarga mengaku terpukul, akibat kematian Edi. "Keluarganya sempat kaget. Tidak menyangka Edi bunuh diri menggunakan selembar kain yang digantungkan di atap rumah neneknya," katanya menambahkan.

Pihak kepolisian belum menemukan bukti lain yang menyebabkan Edi bunuh diri, selain gagal Unas. "Belum ada bukti lain yang sebabkan Edi bunuh diri," kata Karyoto seraya menambahkan, jenazah Edi langsung dimakamkan di pemakaman umum setempat. 


Editor :
Sumber: