Kamis, 3 September 2015

Nasional

IKIP PGRI Rekor Pantomim Terbanyak

Sabtu, 1 November 2008 | 03:14 WIB

SEMARANG, SABTU--IKIP PGRI Semarang meraih Rekor MURI kategori pementasan pantomim dengan peserta terbanyak 1.308 orang dari unsur mahasiswa, rektor, dosen, karyawan, dan sastrawan.

Rektor IKIP PGRI Semarang, Sulistiyo, seusai acara yang digelar di Kampus IKIP PGRI Jalan Lontar Nomor 1 Semarang, Jumat, mengatakan, rekor MURI 2008 itu, merupakan prestasi kedua setelah tahun 1994 dengan kategori toga terbesar di dunia. Rekor MURI diserahkan oleh Manajer MURI, Sri Widayati.

Sulistiyo menjelaskan, pemilihan pantomim karena sejauh ini seni pertunjukan tersebut masih jarang bahkan kurang diapresiasi oleh kalangan seniman maupun masyarakat umum.

Padahal, lanjut Sulistiyo, pantomim yang mengandalkan kemampuan akting laku, gerak, dan ekspresi pemainnya sangat menarik untuk disimak sebagai sebuah pertunjukan.

Murywantobroto, sutradara pertunjukan pantomim menyatakan, aksi diam dan bisu dengan pemain berlindung dibalik topeng (wajah di ’make up’ putih, red.) menyajikan 30 ide cerita.

"Ada tiga episode. Pertama, berangkat ke sekolah, dimulai dari tempat tinggal masing-masing peserta sudah mengenakan kostum sesuai lakon yang dimainkan," katanya.

Episode kedua, aktivitas di kampus, peserta memainkan peran sesuai lakon di masing-masing ruang kelas. Setiap kelas berbeda tema dan ada 30 tema.

Episode ketiga, kampanye pendidikan dengan juru kampanye atau tokoh utama, Rektor IKIP PGRI bersama Begawan Sastra Trianto Triwikromo dan S.Prasetyo Utama. Sebagai bentuk kampanye untuk menyampaikan aspirasi, sejumlah peserta membawa sejumlah poster di antaranya bertuliskan "Pemerintah Tidak Akan Ada Tanpa Guru", "APBD Saja Dikorupsi", "Anggaran Besar, Gaji Guru Tetap Kecil", dan "Gaji Banyak Syukurlah". "Pantomim merupakan wadah setelah berteriak-teriak tidak ada artinya," katanya.

Murywantobroto menjelaskan, pementasan pantomim ini juga merupakan perwujudan dari orang-orang sekarang yang suka dibalik topengnya dan tidak berani mengaku siapa dirinya, sehingga pendidikan harus bisa mengatasi kekacauan dan mengentaskannya menjadi pintar.

Murywantobroto menambahkan, untuk mempersiapkan pementasan ini dilakukan latihan selama dua bulan. Mahasiswa mengajukan tema dan kemudian dibahas bersama.

IKIP PGRI berencana akan kembali meraih rekor MURI untuk ketiga kali dengan pantomim panggung berjalan Semarang-Bali. 600 peserta akan naik kereta api Semarang-Surabaya kemudian dilanjutkan perjalanan dengan bus. Rencana itu, bertepatan dengan kuliah kerja lapangan (KKL) mahasiwa pada semester depan. "Itu rencana kami selain rencana mocopat terbanyak," katanya. (ANT)

Editor :