Selasa, 21 Oktober 2014

News / Megapolitan

Bekerja tapi Harus Menyusui? Enggak Masalah...

Sabtu, 2 Agustus 2008 | 14:55 WIB

JAKARTA, SABTU - Menyusui terkadang menjadi masalah bagi para wanita bekerja yang memiliki kewajiban menyusui bayinya. Tapi, hal itu tak akan menjadi masalah yang serius jika bisa mengatur manajemen waktunya. Terutama mereka yang masih memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif. Setidaknya hal itu diutarakan beberapa ibu muda yang bekerja dan harus menyusui anak mereka.

Ditemui di sela-sela acara Menyusui Serentak Ibu Indonesia di Jakarta, Sabtu (2/8), Nana yang seorang PNS menceritakan pengalamannya. "Saya baru 3 bulan yang lalu melahirkan anak pertama saya. Mulai kerja sih baru satu minggu ini. Tadinya bingung juga, gimana ya menyusui kalau nanti saya bekerja. Akhirnya saya cari tahu dari milis dan saya menggunakan ASI perah," kata Nana.

ASI perah yang dimaksud Nana, pada jam-jam di mana ia harus memberikan ASI, Nana akan memompa ASI-nya. Kemudian ASI tersebut dimasukkan ke dalam cooler bag. "Nanti sampai di rumah saya masukin kulkas buat diminumin besok. ASI itu masih baik untuk diminumin ke bayi 3 sampai 4 hari berikutnya. Kalau dimasukin ke freezer malah bisa sampai 3 bulan. Nanti pas mau diminum dipanasin," ujar ibu dari Bagas ini.

Lain lagi pengalaman Titik. Ia baru saja melahirkan putri keduanya, Chiara, sekitar 5 bulan lalu. Kali ini Titik bertekad ingin memberikan ASI eksklusif. Sebab, anak pertamanya hanya ia susui selama 40 hari. "Waktu itu belum pengalaman sih ya. Jadi susunya sedikit, enggak keluar. Anak pertama saya itu bisa dibilang anak susu formula. Setelah itu, saya aktif cari informasi dan akhirnya yang kedua ini lebih bisa saya perhatikan pemberian ASI-nya. Saya kerja juga enggak masalah," ujar Titik.

Titik menceritakan, dia selalu memompa ASI-nya pada malam hingga dini hari, jam 19.00 hingga jam 02.00. Seperti halnya Nana, ASI tersebut ia simpan di lemari pendingin untuk cadangan persediaan ASI putrinya esok hari. "Jadi, sekarang enggak ada masalah dan alasan untuk ibu-ibu yang bekerja untuk tidak menyusui. Asal tahu bagaimana manajemen pemompaan susu, cara nyimpennya," kata Nana.

Wakil Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Nia Umar mengatakan, semakin hari semakin banyak saja ibu-ibu bekerja yang memerhatikan kebutuhan dan pentingnya memberikan ASI eksklusif. Hal itu dilihatnya dari antusiasme para ibu bergabung pada milis AIMI. "Yang banyak di-share terutama soal gimana caranya kerja tapi tetap bisa ngasih ASI eksklusif. Bahkan, ada seorang ibu yang sampai bela-belain nyewa satu kamar kos untuk bayi dan pengasuhnya. Kosnya di dekat kantor. Jadi, kalau mau menyusui, dia tinggal ke kos saja," kata Nia. (ING)


Editor :