Kamis, 27 November 2014

News / Kesehatan

Olahraga di Usia Lanjut, Mana yang Sesuai?

Rabu, 4 Juni 2008 | 22:23 WIB

Konsultasi dengan Dr Samsuridjal Djauzi di Harian KOMPAS

Saya bekerja pada perusahaan asing dan pensiun pada umur 56 tahun. Sekarang saya mempunyai waktu banyak untuk membaca, menulis, dan mulai berolahraga. Sejak dua tahun lalu saya diketahui menderita diabetes melitus. Gula darah saya meningkat 200 mg lebih. Memang, berat badan saya lebih dan saya kurang berolahraga. Saya berhasil menurunkan berat badan dua kilogram, namun kegiatan olahraga belum dapat saya laksanakan. Pada waktu itu sekaligus saya menjalani pemeriksaan mata, jantung, dan ginjal. Hasilnya ternyata masih baik, kecuali mata saya memerlukan kacamata baca. Tekanan darah saya sedikit tinggi dan untuk menurunkannya saya mengurangi konsumsi garam dan minum tablet penurun tekanan darah pada pagi hari.

Karena saya sudah pensiun, maka saya berniat untuk berolahraga lebih sering. Kebetulan saya tinggal dekat rumah kakak saya. Kakak saya sudah berumur 62 tahun, namun beliau berolahraga secara teratur. Setiap pagi beliau berjalan kaki sedikitnya 30 menit mengelilingi kompleks perumahan. Dia menderita penyakit jantung koroner dan darah tinggi, namun tetap rajin berolahraga. Bersama kami juga ikut jalan pagi beberapa teman yang sudah lanjut usia. Mereka pada umumnya memilih olahraga jalan kaki karena khawatir olahraga lain akan berakibat kurang baik pada orang yang sudah lanjut usia. Pertanyaan saya adalah olahraga apa yang boleh dilakukan oleh orang yang berusia lanjut? Apakah kalau sudah lanjut usia olahraga harus dikurangi? Penyakit apa saja yang tak memungkinkan orang berusia lanjut berolahraga? Terima kasih atas penjelasan dokter.

(M di J)

Jawaban:
Olahraga bermanfaat untuk kesehatan jasmani maupun rohani.Manfaat olahraga di antaranya melancarkan sirkulasi darah, memperkuat otot, mencegah pengeroposan tulang, menurunkan tekanan darah, menurunkan kolesterol jahat, dan menaikkan kolesterol baik. Olahraga juga bermanfaat untuk membakar kalori, meningkatkan keseimbangan dan koordinasi otot, bahkan olahraga juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Sedangkan manfaat lain olahraga adalah biasanya dapat menghilangkan sembelit, membuat tidur lebih nyenyak, serta mengurangi depresi.

Setiap orang hendaknya berusaha untuk menyempatkan diri berolahraga tidak hanya di usia muda, namun perlu pula diteruskan pada usia lanjut. Olahraga perlu dijalankan secara teratur. Pemilihan jenis olahraga yang akan dijalankan tentu disesuaikan dengan kegemaran, biaya, serta kemampuan fisik seseorang. Olahraga dapat dilaksanakan sendiri, misalnya jalan kaki, naik sepeda, atau berenang. Namun, olahraga dapat juga dilakukan bersama, misalnya tenis, badminton, dan golf. Olahraga sendiri memungkinkan kita melaksanakan olahraga tanpa bergantung pada orang lain. Namun, olahraga bersama juga menyenangkan karena kita dapat bergaul dengan peserta lain.

Adakalanya pada usia lanjut seseorang menderita penyakit tertentu. Ini tak berarti dia tidak boleh berolahraga. Pada umumnya dia dapat melanjutkan kebiasaan berolahraga, hanya dia perlu membicarakan dengan dokternya apakah olahraga yang dipilihnya cocok dan tidak memengaruhi penyakitnya. Sering juga terjadi, semasa muda tak sempat berolahraga, barulah setelah pensiun dia mempunyai waktu luang. Sudah tentu akan lebih baik bila kebiasaan berolahraga dimulai secara teratur sejak kecil. Namun, memulai olahraga pada usia lanjut juga tetap bermanfaat.Mulailah berolahraga secara bertahap. Mulai dengan olahraga ringan dan sedikit demi sedikit intensitas serta lamanya berolahraga ditingkatkan. Setiap berolahraga jangan lupa mulai dengan masa pemanasan dan ditutup dengan masa pendinginan.-

Pada beberapa penyakit, pemilihan olahraga disesuaikan dengan penyakitnya. Pada radang sendi, misalnya, olahraga yang terlalu banyak mengerakkan sendi mungkin akan menimbulkan rasa nyeri. Namun, sendi yang meradang juga tak boleh dibiarkan tak bergerak karena dapat menimbulkan sendi menjadi kaku. Salah satu pilihan yang cukup
baik untuk penderita radang sendi kronik adalah berenang.

Pada penyakit jantung koroner, dokter akan menganjurkan olahraga sesuai dengan keadaan pasien. Biasanya olahraga yang dianjurkan adalah olahraga bersifat aerobik. Jenis olahraga aerobik di antaranya adalah jalan kaki, bersepeda, dansa, berenang, dan golf.Pada penderita penyakit paru obstruktif menahun, olahraga juga bermanfaat. Pada umumnya penyakit ini berkaitan dengan kebiasaan merokok. Karena itu, merokok harus dihentikan. Olahraga pada penderita penyakit paru obstruktif menahun dapat meningkatkan kualitas hidup penderita.

Pada tahap awal, penderita mungkin memerlukan pendamping fisioterapi untuk latihan bernapas secara efisien. Selanjutnya, penderita dapat mulai berlatih sendiri dan jika keadaan memungkinkan dapat berolahraga, misalnya olahraga jalan kaki.Pada usia lanjut olahraga perlu tetap diteruskan. Pada umumnya orang lanjut usia dapat tetap berolahraga. Memang ada beberapa penyakit yang mengharuskan penderita istirahat total di tempat tidur, misalnya penyakit infark jantung akut. Namun, biasanya masa istirahat total ini hanya beberapa hari. Secara bertahap penderita akan dilatih mobilisasi dan kemudian akan dianjurkan untuk berolahraga ringan.

Pada usia lanjut dapat terjadi penurunan fungsi pendengaran, penglihatan, dan koordinasi gerak. Karena itu, dalam melaksanakan olahraga perlu dihindari terjadinya kecelakaan. Kecelakaan dapat terjadi terutama jika berolahraga di jalan umum. Jika berjalan kaki pagi hari, hendaknya jangan berjalan di jalan raya. Gunakan pakaian yang mudah terlihat. Hati-hati dengan lubang di jalan atau kendaraan yang mungkin muncul secara mendadak.

Sebaiknya orang yang berusia lanjut berolahraga bersama agar memungkinkan untuk saling menolong dan mengingatkan agar tak terjadi kecelakaan. Anda mendapat pensiun pada usia yang relatif muda. Anda dapat menikmati masa pensiun Anda dengan memanfaatkan waktu yang ada untuk kegemaran Anda serta berolahraga. Anda juga punya kesempatan untuk menolong orang lain, misalnya dengan melatih remaja, menulis buku, atau mengajar. Pengalaman Anda akan menjadi bekal yang berharga bagi orang lain. Namun, jangan lupa memelihara kesehatan Anda dengan menjalankan olahraga secara teratur.


Editor :