Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Megawati Cerita Kerap Kunjungi Ahok di Tahanan

Kompas.com - 26/05/2024, 15:01 WIB
Vitorio Mantalean,
Nicholas Ryan Aditya,
Novianti Setuningsih

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menutup rapat kerja nasional (rakernas) PDI-P ke-5, Minggu (26/5/2024), Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri kembali membuka fakta mengenai eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Apabila sebelumnya, Megawati mengungkapkan alasan Ahok memutuskan mundur dari jabatannya sebagai komisaris utama PT Pertamina, kali ini dia menyebut bahwa kerap mengunjungi Ahok saat ditahan atas kasus penistaan agama.

“Kalau saya manggilnya Ahok. Namanya Basuki Tjahaja Purnama. Ketika beliau dalam tahanan saya suka datang ke tahananya, tertutup,” kata Megawati dalam pidato politiknya di Beach City International Stadium Ancol, Jakarta.

Kemudian, Presiden ke-5 RI ini sempat berkelakar soal nama Ahok yang disebutnya bagus tetapi tidak memiliki nasib yang bagus.

“Saya suka godain namanya bagus tapi kok nasibnya enggak bagus ya. Kan Tjahaja Purnama, bayangin lho. Makanya saya bilang 'sudah ah saya manggilnya Ahok saja dah'. hehehe,” ujarnya.

Baca juga: Puji Ahok, Megawati: Orang yang Berani di PDI-P Hanya yang Mantap, Tidak Goyang-goyang

Lebih lanjut, Megawati menegaskan bahwa PDI-P sudah memiliki tugas untuk Ahok selepas keluar dari PT Pertamina.

“Sekarang beliau bersama kita sudah keluar dari pemerintahan, lalu bilang pada saya ‘Ibu minta tugas’. Oke, sudah ada tugasnya,” kata Megawati.

Sebagaimana diketahui, Ahok memang memutuskan keluar dari Pertamina dan memilih untuk mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden, Ganjar Pranowo-Mahfud MD di pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Baca juga: PDI-P Sebut Ahok Siap Maju Pilgub Sumut, Jadi Penantang Bobby

Sementara itu, terkait kasus hukum, Ahok diketahui divonis dua tahun penjara karena dinyatakan bersalah atas kasus penistaan agama dalam pidatonya di Kepulauan Seribu pada September 2016.

Majelis hakim mengatakan, Ahok terbukti melanggar Pasal 156 a Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penodaan agama.

Kemudian, Ahok ditahan di Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta Timur pada 9 Mei 2017.

Ahok kemudian bebas setelah menjalani hukuman 1 tahun dan 8 bulan penjara pada 24 Januari 2019.

Baca juga: Ahok Mengaku Ditawari PDI-P Maju Pilgub Sumut

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Tanggal 27 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 27 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Pemerintah Luncurkan Logo HUT Ke-79 RI, Berikut Maknanya

Pemerintah Luncurkan Logo HUT Ke-79 RI, Berikut Maknanya

Nasional
Pemerintah Ogah Bayar Tuntutan 8 Juta Dollar dalam Peretasan PDN

Pemerintah Ogah Bayar Tuntutan 8 Juta Dollar dalam Peretasan PDN

Nasional
Tim Siber Cek Dugaan Peretasan Data Bais TNI

Tim Siber Cek Dugaan Peretasan Data Bais TNI

Nasional
Ringankan Beban Bank, Jokowi Minta Relaksasi Restrukturisasi Kredit Diperpanjang hingga 2025

Ringankan Beban Bank, Jokowi Minta Relaksasi Restrukturisasi Kredit Diperpanjang hingga 2025

Nasional
Kemenag Pilih Mina Qodim Jadi Tempat Bermalam Jemaah Haji Karena Lebih Dekat dengan Lokasi Lempar Jumrah

Kemenag Pilih Mina Qodim Jadi Tempat Bermalam Jemaah Haji Karena Lebih Dekat dengan Lokasi Lempar Jumrah

Nasional
PDN Alami Gangguan, Menkumham Sebut Layanan Imigrasi Terpaksa Gunakan Web Amazon

PDN Alami Gangguan, Menkumham Sebut Layanan Imigrasi Terpaksa Gunakan Web Amazon

Nasional
Minta KPI Awasi Isi Siaran, Wapres: Harus untuk Kepentingan Publik

Minta KPI Awasi Isi Siaran, Wapres: Harus untuk Kepentingan Publik

Nasional
Pembangunan 2 Gudang Logistik di Papua Tengah Diperkirakan Rampung Agustus 2024

Pembangunan 2 Gudang Logistik di Papua Tengah Diperkirakan Rampung Agustus 2024

Nasional
Deputi Kemenko Perekonomian Dilantik Jadi Pj Gubernur, Menko Airlangga: Semoga Berikan Dampak Nyata bagi Daerah

Deputi Kemenko Perekonomian Dilantik Jadi Pj Gubernur, Menko Airlangga: Semoga Berikan Dampak Nyata bagi Daerah

Nasional
Soal Potensi Harga BBM Naik, Menteri ESDM: Tanya Bu Sri Mulyani Kapan Mau Ngumpul

Soal Potensi Harga BBM Naik, Menteri ESDM: Tanya Bu Sri Mulyani Kapan Mau Ngumpul

Nasional
Kemenko PMK: 37 Daerah Akan Tetap Berstatus Tertinggal pada 2024

Kemenko PMK: 37 Daerah Akan Tetap Berstatus Tertinggal pada 2024

Nasional
Menpan-RB Resmikan Mal Pelayanan Publik Baru, Kini Ada 206 Se-Indonesia

Menpan-RB Resmikan Mal Pelayanan Publik Baru, Kini Ada 206 Se-Indonesia

Nasional
Wapres Minta RUU Penyiaran Sejalan dengan Cita-cita Demokrasi

Wapres Minta RUU Penyiaran Sejalan dengan Cita-cita Demokrasi

Nasional
HAI Sawit Indonesia dan BPDPKS Gelar FGD “Peluang Ekspor Produk UKMK Sawit Indonesia untuk Dunia”

HAI Sawit Indonesia dan BPDPKS Gelar FGD “Peluang Ekspor Produk UKMK Sawit Indonesia untuk Dunia”

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com