Pemerintah Diminta Serius Upayakan Tes Massal Covid-19

Kompas.com - 08/06/2020, 14:58 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo memberi keterangan kepada pers usai bertemu Pimpinan KPK di Gedung Merah Putih KPK, Senin (9/3/2020). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DKetua MPR Bambang Soesatyo memberi keterangan kepada pers usai bertemu Pimpinan KPK di Gedung Merah Putih KPK, Senin (9/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah serius mengupayakan peningkatan kapasitas tes massal Covid-19 bagi masyarakat.

Bambang berharap pemerintah dapat menurunkan kurva penyebaran kasus Covid-19 di Tanah Air dengan cara tersebut.

"Mendorong pemerintah terus berupaya keras dalam menekan angka penyebaran virus Covid-19 di Indonesia dengan meningkatkan rapid test secara masif dan pelacakan histori kontak warga yang dinyatakan positif serta diikuti isolasi yang ketat sehingga diharapkan dapat benar-benar menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia," kata Bambang dalam keterangan tertulis, Senin (8/6/2020).

Baca juga: Hingga 6 Juni, DKI Jakarta Sudah Gelar 171.599 Tes PCR

Ia mendorong pemerintah agar tetap fokus menangani Covid-19 dengan memperketat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan protokol kesehatan di berbagai daerah.

Bambang juga meminta agar aparat penegak hukum dilibatkan untuk mengawasi kegiatan masyarakat, khususnya terkait dengan rencana pembukaan pusat perbelanjaan kembali pada 15 Juni mendatang.

Bambang mengatakan, perlu ada tindakan tegas bagi masyarakat yang melanggar peraturan PSBB.

"Mendorong pemerintah bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk terus berupaya melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap pergerakan orang, meningkatkan patroli di berbagai tempat perbelanjaan, baik di pasar maupun di mal yang menjadi pusat kerumunan," tutur Bambang Soesatyo.

Baca juga: Kabar Baik, Tak Ada Kasus Baru dari Hasil Tes Covid-19 Keenam Liga Inggris

Diberitakan, pemerintah memastikan fasilitas laboratorium pemeriksa spesimen Covid-19 di Tanah Air cukup untuk mengejar target pemeriksaan 20.000 tes per hari.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyatakan, pemerintah terus mengupayakan agar target itu terkejar.

"Kami mengupayakan target 20.000 sehari harus kita kejar, karena sarana untuk melaksanakan ini berupa laboratorium dan sebagainya cukup dan sudah tersebar di banyak tempat," kata Yuri dalam konferensi pers dari Graha BNPB, Jakarta, Jumat (5/6/2020).

Saat ini, pemerintah telah mengaktifkan 66 laboratorium tes cepat molekuler (TCM) untuk membantu pemeriksaan tes dengan metode real time PCR.

Baca juga: Hendak Bepergian dengan Pesawat, Keluarga Gubernur Babel Tes Swab, Anak Bungsu Positif Corona

Laboratorium RT-PCR yang saat ini aktif, yaitu sebanyak 110 unit laboratorium.

"Kami sudah mengaktifkan 66 mesin TCM yang ada di semua kabupaten/kota di Tanah Air," ujar dia.

"Ini menjadi salah satu tulang punggung kita, sehingga jarak antara rumah sakit yang membutuhkan pemeriksaan dengan laboratorium yang mampu memeriksa makin bisa diperpendek," imbuh Yuri.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X