Jokowi Minta Desa Baca Peluang Pasar

Kompas.com - 22/12/2018, 10:02 WIB
Presiden Joko Widodo meresmikan pembangunan Jalan Tol Banda Aceh-Sigli, Jumat (14/12/2018). Kompas.com/DANI PRABOWOPresiden Joko Widodo meresmikan pembangunan Jalan Tol Banda Aceh-Sigli, Jumat (14/12/2018).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meminta produksi di tingkat desa disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Presiden mencontohkan komoditas cokelat. Ia menyebut, Indonesia saat ini sedang kekurangan pasokan cokelat. Padahal permintaan pasar cenderung naik.

"Pabriknya banyak, yang menanam cokelat tidak banyak, kurang, sehingga cokelat kita impor," ujar Jokowi saat acara Jambore Desa Evaluasi Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (22/12/2018).

"Ini kan enggak benar. Kita bisa tanam cokelat sendiri kok impor. Hal-hal seperti inilah yang harus diisi oleh desa. Desa harus tau permintaan pasar, permintaan pabrik," lanjut dia.

Oleh sebab itu, Presiden meminta unsur-unsur program dana desa jeli melihat peluang.

Diketahui, sejak tahun 2015 hingga 2018, pemerintah telah menggelontorkan anggaran dana desa sebesar Rp 187 triliun. Sepanjang sejarah republik, angka itu dinilai fantastis.

Artinya, sebenarnya desa mempunyai sumber daya untuk merambah ke sektor-sektor yang komoditasnya laku di pasaran.

"Sehingga arah dari dana desa itu nanti menjadi jelas, menjadi produktif dan menghasilkan output bagi masyarakat desa," ujar Jokowi.

Ia mencontohkan sebuah desa di Umbul Ponggok yang mampu membangun area wisata air dengan dana desa. Dengan membaca peluang wisata, desa itu meraup pendapatan Rp 14 miliar per tahun.

"Kita harus mulai berpikiran ke sana. Anggaran dana desa bagaimana caranya juga bisa mendatangkan uang kembali lewat tempat wisata atau dipakai untuk menanam sesuatu. Mulailah berpikiran ke sana," ujar Jokowi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X