Dubes Rusia: Barter Sukhoi dengan Karet Indonesia Masih Didiskusikan

Kompas.com - 07/06/2017, 16:36 WIB
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin saat memberikan keterangan pers di kediaman rumah Kedutaan Besar Rusia, Jakarta, Rabu (21/12/2016). Mikhail Galuzin memberikan penjelasan tentang situasi yang terjadi di Allepo, Syria serta penembakan Duta Besar Rusia untuk Turki Andrey G Karlov dan demonstrasi yang terjadi di depan Kedutaan Besar Rusia. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGDuta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin saat memberikan keterangan pers di kediaman rumah Kedutaan Besar Rusia, Jakarta, Rabu (21/12/2016). Mikhail Galuzin memberikan penjelasan tentang situasi yang terjadi di Allepo, Syria serta penembakan Duta Besar Rusia untuk Turki Andrey G Karlov dan demonstrasi yang terjadi di depan Kedutaan Besar Rusia.
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin tidak memberikan banyak informasi mengenai wacana barter pesawat Sukhoi asal Rusia dengan karet asal Indonesia.

Galuzin yang ditemui usai pertemuan dengan Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, Selasa (7/6/2017), menyampaikan bahwa hingga saat ini implementasi imbal dagang tersebut masih dalam pembahasan kedua negara.

"Proyek yang Anda sebut itu (imbal dagang) saat ini masih kami diskusikan, untuk memberikan benefit di masa depan bagi kedua negara," kata Galuzin.

Sementara itu, ketika ditanya mengenai berapa kisaran nilai perdagangan di antara kedua komoditas yang dipertukarkan, Galuzin belum dapat memberikan perkiraan.

Demikian juga ketika ditanyakan target imbal dagang ini bisa diimplementasikan.

"Saya tidak bisa menyebutkan angkanya berapa dan kapan momennya," kata Galuzin.

Sebelumnya dikabarkan, Pemerintah Rusia tertarik dengan produk karet asal Indonesia. Minat tersebut disampaikan Rusia menanggapi kebijakan pemerintah Indonesia dalam implementasi imbal dagang dengan negara produsen senjata.

(Baca: Rusia Ingin Barter Sukhoi dengan Karet asal Indonesia)

 

Menurut Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan, produk karet yang diminati itu adalah karet remah atau crumb rubber.

Dengan Rusia, produk yang diinginkan oleh Pemerintah Indonesia adalah pesawat tempur Sukhoi.

Oke menyebutkan, nilai imbal dagang yang dilakukan dengan Rusia mencapai 600 juga dollar AS atau sekitar Rp 7,98 triliun (kurs Rp 13.300).

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua KPK Minta Kepala Daerah Stop Poles Citra dengan Dana Penanganan Covid-19

Ketua KPK Minta Kepala Daerah Stop Poles Citra dengan Dana Penanganan Covid-19

Nasional
Pemerintah: Tidak Pakai Masker Jadi Faktor Penyumbang Kasus Positif Covid-19 Terbanyak

Pemerintah: Tidak Pakai Masker Jadi Faktor Penyumbang Kasus Positif Covid-19 Terbanyak

Nasional
UPDATE 11 Juli: Pemerintah Telah Periksa 1.038.988 Spesimen Covid-19

UPDATE 11 Juli: Pemerintah Telah Periksa 1.038.988 Spesimen Covid-19

Nasional
1.671 Kasus Baru Covid-19 dari 28 Provinsi, Jatim Terbanyak dengan 409

1.671 Kasus Baru Covid-19 dari 28 Provinsi, Jatim Terbanyak dengan 409

Nasional
UPDATE 11 Juli: ODP Covid-19 Sebanyak 34.887 Orang, PDP 13.752 Orang

UPDATE 11 Juli: ODP Covid-19 Sebanyak 34.887 Orang, PDP 13.752 Orang

Nasional
UPDATE: 1.190 Pasien Sembuh Covid-19, Rekor Terbanyak Sejak 2 Maret 2020

UPDATE: 1.190 Pasien Sembuh Covid-19, Rekor Terbanyak Sejak 2 Maret 2020

Nasional
UPDATE 11 Juli: Tambah 66, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Jadi 3.535 Orang

UPDATE 11 Juli: Tambah 66, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Jadi 3.535 Orang

Nasional
UPDATE 11 Juli: Bertambah 1.190, Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 34.719 Orang

UPDATE 11 Juli: Bertambah 1.190, Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 34.719 Orang

Nasional
UPDATE: Kini Ada 74.018 Kasus Covid-19 di Indonesia, Bertambah 1.671

UPDATE: Kini Ada 74.018 Kasus Covid-19 di Indonesia, Bertambah 1.671

Nasional
Anggota Komisi IX DPR: Gratiskan Rapid Test Covid-19 untuk Warga Tidak Mampu

Anggota Komisi IX DPR: Gratiskan Rapid Test Covid-19 untuk Warga Tidak Mampu

Nasional
Penyintas Covid-19: Jangan Takut Cek Kesehatan jika Merasakan Gejala Terpapar Corona

Penyintas Covid-19: Jangan Takut Cek Kesehatan jika Merasakan Gejala Terpapar Corona

Nasional
Kemenkumham Diminta Tak Larut Dalam Glorifikasi Keberhasilan Ekstradisi Maria Lumowa

Kemenkumham Diminta Tak Larut Dalam Glorifikasi Keberhasilan Ekstradisi Maria Lumowa

Nasional
Masyarakat Diminta Tidak Bicara Keras demi Cegah Penularan Covid-19

Masyarakat Diminta Tidak Bicara Keras demi Cegah Penularan Covid-19

Nasional
Pilkada Digelar Desember, Ma'ruf Amin Harap Tak Akibatkan Gelombang Kedua Covid-19

Pilkada Digelar Desember, Ma'ruf Amin Harap Tak Akibatkan Gelombang Kedua Covid-19

Nasional
Ma'ruf Amin: Kalau Ada Orang Menggoreng Isu PKI, Itu Politisasi

Ma'ruf Amin: Kalau Ada Orang Menggoreng Isu PKI, Itu Politisasi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X