Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Polisi Juga Tangkap Terduga Teroris di Cikarang, Tangsel, dan Pandeglang

Kompas.com - 24/03/2017, 13:25 WIB
Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Empat terduga teroris ditangkap di kawasan Ciwandan, Cilegon, Banten, pada Kamis (23/3/2017) siang.

Ternyata, polisi juga menangkap beberapa terduga teroris pada hari yang sama.

Satu terduga teroris ditangkap di Cikarang, Bekasi.

"Pukul 05.00 WIB di Cikarang, Bekasi, ditangkap satu orang berinisial SM alias AR (45)," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul, di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (24/3/2017).

SM diduga terlibat dengan kelompok teroris di Filipina Selatan.

Ia juga dianggap terlibat teror bom Thamrin awal 2016 lalu.

Kemudian, sekitar pukul 08.10 WIB, Densus 88 dan tim dari kepolisian setempat meringkus M (45) di Pandeglang.

"Yang bersangkutan merupakan bagian dari kelompok SM yang ditangkap di Bekasi," kata Martinus.

(Baca: Densus 88 Tembak Mati Terduga Teroris di Cilegon)

Penangkapan juga dilakukan di daerah Tangerang Selatan sekira pukul 11.10 WIB.

Di Jalan Aryaputra, Ciputat, polisi menangkap BEP (37).

Sama seperti M, BEP diduga bagian dari kelompok SM dan juga pernah mengikuti pelatihan militer di Filipina Selatan.

Setelah itu, ditangkap empat orang terduga teroris di Cilegon, Banten. Mereka adalah NK, IP, AS, dan AM.

Dua di antara empat terduga teroris yang ditangkap di Cilegon terkena tembakan petugas karena melakukan perlawanan.

NK akhirnya meninggal dunia dan AM terluka di bagian kaki.

Sementara IP dan AS diamankan petugas.

"Ini berkembang, kemudian ditangkap.satu orang di Wilayah Pandeglang atas nama AJ," kata Martinus.

AJ juga merupakan bagian dari kelompok SM. Dengan demikian, dalam satu hari, ada delapan terduga teroris yang ditangkap, di mana satu di antaranya meninggal dunia.

"Masih dalam pengembangan dan pemeriksaan intensif tujuh orang yang masih hidup," kata Martinus.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tanggal 24 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 24 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Polri Sebut Mayoritas Judi Online Dioperasikan dari Mekong Raya

Polri Sebut Mayoritas Judi Online Dioperasikan dari Mekong Raya

Nasional
KPK Sadap Lebih dari 500 Ponsel, tetapi 'Zonk' karena Koruptor Makin Pintar

KPK Sadap Lebih dari 500 Ponsel, tetapi "Zonk" karena Koruptor Makin Pintar

Nasional
Polri Sebut Bandar Judi “Online” Akan Dijerat TPPU

Polri Sebut Bandar Judi “Online” Akan Dijerat TPPU

Nasional
Pimpinan KPK Sebut OTT 'Hiburan' agar Masyarakat Senang

Pimpinan KPK Sebut OTT "Hiburan" agar Masyarakat Senang

Nasional
Dapat Banyak Ucapan Ulang Tahun, Jokowi: Terima Kasih Seluruh Masyarakat Atas Perhatiannya

Dapat Banyak Ucapan Ulang Tahun, Jokowi: Terima Kasih Seluruh Masyarakat Atas Perhatiannya

Nasional
Polri: Perputaran Uang 3 Situs Judi Online dengan 18 Tersangka Capai Rp1 Triliun

Polri: Perputaran Uang 3 Situs Judi Online dengan 18 Tersangka Capai Rp1 Triliun

Nasional
Menag: Tidak Ada Penyalahgunaan Kuota Haji Tambahan

Menag: Tidak Ada Penyalahgunaan Kuota Haji Tambahan

Nasional
Polri Tangkap 5.982 Tersangka Judi 'Online' Sejak 2022, Puluhan Ribu Situs Diblokir

Polri Tangkap 5.982 Tersangka Judi "Online" Sejak 2022, Puluhan Ribu Situs Diblokir

Nasional
KPK Geledah Rumah Mantan Direktur PT PGN

KPK Geledah Rumah Mantan Direktur PT PGN

Nasional
Imbas Gangguan PDN, Lembaga Pemerintah Diminta Tak Terlalu Bergantung

Imbas Gangguan PDN, Lembaga Pemerintah Diminta Tak Terlalu Bergantung

Nasional
Soroti Vonis Achsanul Qosasi, Wakil Ketua KPK: Korupsi Rp 40 M, Hukumannya 2,5 Tahun

Soroti Vonis Achsanul Qosasi, Wakil Ketua KPK: Korupsi Rp 40 M, Hukumannya 2,5 Tahun

Nasional
Polri Akui Anggotanya Kurang Teliti saat Awal Pengusutan Kasus 'Vina Cirebon'

Polri Akui Anggotanya Kurang Teliti saat Awal Pengusutan Kasus "Vina Cirebon"

Nasional
Tanggapi Survei Litbang Kompas, Istana: Presiden Konsisten Jalankan Kepemimpinan Merakyat

Tanggapi Survei Litbang Kompas, Istana: Presiden Konsisten Jalankan Kepemimpinan Merakyat

Nasional
Kemensos: Bansos Tak Diberikan ke Pelaku Judi Online, Tetapi Keluarganya Berhak Menerima

Kemensos: Bansos Tak Diberikan ke Pelaku Judi Online, Tetapi Keluarganya Berhak Menerima

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com