Kompas.com - 12/02/2017, 15:47 WIB
Penulis Dani Prabowo
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com – Koordinator Komite Pemilih Indonesia Jerry Sumampow mengingatkan agar panitia pengawas pemilu mewaspadai maraknya praktik politik uang pada masa tenang Pilkada DKI Jakarta 2017.

“Pengalaman kita sebelumnya, di masa tenang ini yang paling rawan itu (politik uang). Ini diperparah oleh adanya survei jelang hari H,” kata Jerry dalam diskusi bertajuk "Jaga Demokrasi, Tolak Kecurangan dan Kekerasan. Selamatkan Demokrasi, Tolak Korupsi dan Dinasti" di Jakarta, Minggu (12/2/2017).

(Baca juga: Setya Novanto Minta Kader Golkar Jaga Ketenangan Selama Pilkada)

Menurut dia, hasil survei yang dipublikasikan menjelang masa tenang ini membawa dampak psikologis terhadap masing-masing pasangan calon untuk mengerahkan semua daya upayanya agar memenangkan kontestasi.

Terutama, bagi kandidat yang memperoleh hasil survei rendah. “Kalau sudah sulit untuk dinaikkan, banyak calon yang pada akhirnya mengambil jalan pintas dengan politik uang,” ujar dia. 

Ironisnya, kata dia, praktik politik uang tak jarang juga dilakukan oleh kandidat yang memperoleh angka elektabilitas tinggi berdasarkan hasil survei.

Sebab, menurut Jerry, mereka ingin memastikan kemenangan pada pilkada.

(Baca juga: Masa Tenang Pilkada, Cagub-Cawagub hingga Media Dilarang Berkampanye)

Ia berharap, masyarakat dapat memberikan sanksi kepada kandidat yang melakukan kecurangan, yakni dengan cara tidak memilih mereka.

“Bahwa politik uang adalah sebuah kejahatan, maka pelaku politik uang adalah penjahat,” kata dia.

Kompas TV Masa tenang pilkada pada 12 sampai 14 Februari mendatang dikhawatirkan rawan diwarnai pelanggaran. Ujaran kebencian di media sosial menjadi potensi pelanggaran paling tinggi, memasuki masa tenang pilkada. Untuk mengantisipasi ujaran kebencian di media sosial dan politik uang, JPPR berharap peran aktif Badan Pengawas Pemilu.??
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.