Jonan Minta AP II Bangun "Sub-tower" Lagi di Terminal 3 Soekarno-Hatta

Kompas.com - 16/07/2016, 22:29 WIB
Suasana di Terminal 3 Ultimate Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (12/6/2016). Terminal ini memiliki kapasitas 25 juta penumpang per tahun. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESSuasana di Terminal 3 Ultimate Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (12/6/2016). Terminal ini memiliki kapasitas 25 juta penumpang per tahun.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorIcha Rastika

MEDAN, KOMPAS.com — Pengoperasian Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, belum bisa dipastikan waktunya meskipun pembangunan menara apron movement controller (AMC) di bandara tersebut hampir rampung.

Sebab, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan kembali meminta Angkasa Pura II membangun satu sub-tower lagi di Terminal 3.

"Saya minta dibangun lagi," ujar Jonan berbicara kepada Direktur Operasional AP II Djoko Mudjatmodjo di Medan, Sabtu (16/7/2016).

(Baca juga: Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Butuh Lebih Banyak Pasokan Air Bersih)

Mantan Direktur Utama PT KAI itu menilai, menara AMC yang merupakan sub-tower air traffic controller (ATC) tersebut belum memadai.

Kata Jonan, menara tersebut belum bisa menjangkau semua area airside di Terminal 3. Area itu meliputi apron dan taxi way.

Padahal, awalnya menara tersebut dibangun agar bisa memantau semua pergerakan di area airside terminal bandara senilai Rp 7 triliun tersebut.

Direktur Operasional AP II Djoko Mudjatmodjo mengatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti permintaan Jonan tersebut.

"Perintahnya baru tadi. Sub-tower yang sekarang kan sedang kita bangun. Sudah hampir selesai minggu ini atau minggu depan selesai. Baru tadi Pak Menteri bilang bangun sub-tower lagi," kata Djoko.

(Baca juga: Verifikasi Proyek Perluasan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Dilaksanakan Pertengahan Juli)

Pembangunan sub-tower yang baru ini diperkirakan membutuhkan waktu tak lebih dari pembangunan menara AMC, yakni lebih kurang sebulan. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aturan Terbaru Kemenkes: Pasien Covid-19 Omicron Bisa Isoman, Berikut Syaratnya

Aturan Terbaru Kemenkes: Pasien Covid-19 Omicron Bisa Isoman, Berikut Syaratnya

Nasional
Jadi Tersangka KPK, Hakim Itong Isnaini Punya Harta Rp 2,1 Miliar

Jadi Tersangka KPK, Hakim Itong Isnaini Punya Harta Rp 2,1 Miliar

Nasional
KPK Duga Hakim Itong Terima Suap dari Pihak Lain yang Beperkara di PN Surabaya

KPK Duga Hakim Itong Terima Suap dari Pihak Lain yang Beperkara di PN Surabaya

Nasional
Hakim PN Surabaya Itong Isnaiini Ditahan di Rutan KPK

Hakim PN Surabaya Itong Isnaiini Ditahan di Rutan KPK

Nasional
Warga Mengeluh Belum Dapat Bantuan hingga 3 Hari Kebanjiran, Ini Kata Sekcam Benda

Warga Mengeluh Belum Dapat Bantuan hingga 3 Hari Kebanjiran, Ini Kata Sekcam Benda

Nasional
Perang Lawan Covid-19 di Jabodetabek yang Capaian Vaksinasinya TInggi, Luhut Minta Percepat Booster

Perang Lawan Covid-19 di Jabodetabek yang Capaian Vaksinasinya TInggi, Luhut Minta Percepat Booster

Nasional
Saat Arteria Dahlan Sebut Pelat Mobil Mirip Polisi Hanya Tatakan, tapi Terdaftar di Sistem

Saat Arteria Dahlan Sebut Pelat Mobil Mirip Polisi Hanya Tatakan, tapi Terdaftar di Sistem

Nasional
Ditetapkan Jadi Tersangka KPK, Hakim Itong: Saya Tak Terima, Seperti Cerita Dongeng

Ditetapkan Jadi Tersangka KPK, Hakim Itong: Saya Tak Terima, Seperti Cerita Dongeng

Nasional
Luhut: Perang Sesungguhnya Akibat Kenaikan Covid-19 Terjadi di Jabodetabek

Luhut: Perang Sesungguhnya Akibat Kenaikan Covid-19 Terjadi di Jabodetabek

Nasional
Menagih Konsistensi Pemerintahan Jokowi soal Proyek Ibu Kota Baru Minim APBN...

Menagih Konsistensi Pemerintahan Jokowi soal Proyek Ibu Kota Baru Minim APBN...

Nasional
Hakim PN Surabaya Ngamuk Ditetapkan Jadi Tersangka, KPK: Silakan Mau Teriak

Hakim PN Surabaya Ngamuk Ditetapkan Jadi Tersangka, KPK: Silakan Mau Teriak

Nasional
Mengingat Lagi Janji Jokowi soal Biaya Pemindahan Ibu Kota Negara Tak Bebani APBN

Mengingat Lagi Janji Jokowi soal Biaya Pemindahan Ibu Kota Negara Tak Bebani APBN

Nasional
KPK: 'Upeti' Rp 1,3 M Disiapkan untuk Hakim PN Surabaya sampai Hakim Agung Bubarkan PT SGP

KPK: "Upeti" Rp 1,3 M Disiapkan untuk Hakim PN Surabaya sampai Hakim Agung Bubarkan PT SGP

Nasional
Jadi Tersangka Kasus Suap, Hakim Itong Isnaeni Diberhentikan Sementara

Jadi Tersangka Kasus Suap, Hakim Itong Isnaeni Diberhentikan Sementara

Nasional
KPK Amankan Uang Rp 140 Juta dalam OTT di PN Surabaya, Tanda Jadi untuk Hakim Itong Urus Perkara

KPK Amankan Uang Rp 140 Juta dalam OTT di PN Surabaya, Tanda Jadi untuk Hakim Itong Urus Perkara

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.