Kompas.com - 20/08/2014, 21:39 WIB
ILUSTRASI SHUTTERSTOCKILUSTRASI
|
EditorFarid Assifa
BOGOR, KOMPAS.com - Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor, M Burhani ditangkap oleh anggota Polres Bogor karena diduga memeras salah satu pengusaha di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor.

Burhani ditangkap bersama satu rekan lainnya atas nama Marcelinus yang merupakan ketua GM FKPPI Kabupaten Bogor. Keduanya ditangkap pada hari Selasa (19/8/2014) malam, di kawasan alternatif Sentul.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kabupaten Bogor, AKP Didik Purwanto, membenarkan peristiwa penangkapan itu.

"Kasusnya, pemerasan terhadap saudara Jonathan pengusaha audio dan elektronik. Penangkapan dilakukan karena adanya laporan dari korban," ucap Didik, Rabu (20/8/2014).

Didik menjelaskan, kedua tersangka sudah diperiksa dan sudah memenuhi unsur pidana. Namun, Polres Bogor belum menahan kedua tersangka dengan alasan keduanya dijamin oleh pihak keluarga dan kuasa hukumnya.

"Belum ada penahanan karena ada jaminan dari pihak keluarga dan kuasa hukum. Yang bersangkutan juga berjanji tidak akan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti, serta kooperatif terhadap panggilan kepolisian jika sewaktu-waktu dipanggil," imbuhnya.

Lebih lanjut, Didik mengungkapkan, barang bukti yang diamankan berupa uang tunai puluhan juta rupiah dan bukti-bukti transaksi antar rekening dari rekening korban dan tersangka. Meskipun tidak ada penahanan terhadap pelaku, berkas dan proses penyidikan tetap berjalan.

"Kami tetap mengirimkan berkas tahap satu ke JPU dan tersangka harus wajib lapor, kalau yang bersangkutan tidak kooperatif, maka dapat kita lakukan penahanan," jelasnya.

Berdasarkan informasi, kasus tersebut berawal dari masalah sengketa kepemilikan lahan sertifikat hak milik (SHM) di jalan alternatif Sentul.

"Jadi korban membeli lahan untuk bisnisnya, kemudian kepemilikannya ternyata tumpang tindih dengan pihak lain. Karena sama-sama merasa memiliki lahan tersebut, salah satu ormas menduduki lahan seluas lebih dari 1.000 meter itu. Untuk tidak menduduki lahan tersebut, pelaku meminta imbalan dan korban pun menyanggupinya. Tapi setelah ada transaksi sejumlah uang, pelaku tetap menguasai lahan. Karena merasa dibohongi, akhirnya korban melapor ke Polres Bogor," pungkas Didik.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X