Kompas.com - 18/06/2013, 12:30 WIB
|
EditorFarid Assifa

SOLO, KOMPAS.com — Ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) 1992 serta puluhan elemen mahasiswa kembali turun ke jalan untuk menolak kebijakan kenaikan harga BBM, Selasa (18/6/2013).

Pendemo juga mengecam hasil sidang paripurna DPR RI yang meloloskan kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM.

"Semalam (rapat pengesahan RAPBN Perubahan 2013) adalah pertunjukan badut badut politik yang sudah memilih untuk menyengsarakan rakyat," kata Suharno, Ketua SBSI 1992, kepada wartawan.

Suharno menambahkan bahwa kenaikan harga BBM akan memaksa hidup buruh semakin sengsara. Upah minimum kota (UMK) di Solo sebesar Rp 915.000 tidak akan mencukupi kebutuhan sehari-hari setelah kenaikan harga BBM.

"Kenaikan BBM akan membuat kebutuhan pokok lainnya juga naik, jadi kita tolak kebijakan tersebut," katanya.

Aksi yang digelar di bundaran Gladag, Solo, tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan yang berjaga-jaga di sekitar lokasi aksi.

Senin (17/6/2013) malam, DPR RI mengesahkan Undang-Undang APBN Perubahan 2013. Perubahan APBN 2013 tersebut salah satunya dimaksudkan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Sementara itu, kenaikan harga BBM akan diputuskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, waktunya menunggu persiapan dari program-program kompensasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.