Kompas.com - 17/06/2013, 15:03 WIB
|
EditorKistyarini

DENPASAR, KOMPAS.com - Sekitar 15 mahasiswa anggota Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Bali berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di Kantor Gubernur Bali, Senin (17/6/2013) siang.

Sebagai bentuk protes mahasiswa mendorong sepeda motor sekitar 100 meter dari Kantor DPRD Bali menuju Kantor Gubernur Bali. "Tujuannya untuk memprotes ketika BBM-nya naik, masih banyak orang yang tidak mampu untuk membeli bensin," ujar Ketua KAMMI Bali, M Sahlan di sela-sela unjuk rasa.

Setibanya di Kantor Gubernur Bali, belasan petugas keamanan dan polisi berjaga di depan pintu gerbang. Mahasiswa tidak diperkenankan memasuki area kantor Gubernur dan hanya bisa menyampaikan aspirasinya dari luar pagar.

Dengan membawa berbagai macam poster, mahasiswa berorasi di depan petugas keamanan untuk mengajak masyarakat menolak harga BBM. Menurut para mahasiswa ini, dengan naiknya harga BBM, harga bahan-bahan pokok lainnya ikut naik dan masyarakat semakin sulit untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Aksi KAMMI untuk menolak kenaikan harga BBM dilakukan serentak di 33 provinsi di Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.